<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915</id><updated>2012-02-17T01:58:18.992+07:00</updated><category term='profil'/><category term='berita'/><category term='tanya-jawab'/><category term='puisi'/><category term='cerpen'/><category term='tips'/><category term='artikel'/><category term='humor'/><category term='kesan berjilbab'/><category term='hikmah'/><title type='text'>Muslimah Berjilbab</title><subtitle type='html'>"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.'  Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." &lt;i&gt;(QS. Al-Ahzab: 59).&lt;/i&gt;
</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>259</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111353987852976276</id><published>2009-11-13T19:35:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T16:00:42.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Jilbab Gaul...</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Sumber: www.syariahonline.com)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ustad yang terhormat,&lt;br /&gt;1. Bolehkah saya menggunakan fasilitas perusahaan (telepon, motor, dll) untuk kepentingan pribadi. &lt;br /&gt;2. Bolehkan saya memakai jilbab dengan gaya gaul (celana jeans agak ketat, baju lumayan ketat, jilbab menutup kepala cuma saya sengaja melihatkan anting-anting dan leher tidak tertutup.&lt;br /&gt;Tolong pak ustad jawabanya (kurang paham terhadap hukum islam) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;Dini&lt;br /&gt;Goldfracn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda boleh menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi sepanjang hal itu secara umum dibenarkan atau diizinkan oleh pihak perusahaan. &lt;br /&gt;Ada beberapa perusahaan yang memang memberikan kelonggaran dalam pemakaian fasilitas ini selama masih dalam batas ambang kewajarannya. Dan itu menjadi hak karyawan yang dibenarkan meski tidak tertulis. &lt;br /&gt;Tetapi kalau ada aturan yang tegas melarang penggunaannya, sebaiknya Anda berhati-hati dari menggunakan sesuatu yang bukan hak Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari pada sama sekali terbuka, jilbab gaul itu sudah lebih lumayan. Benarkan? Minimal sudah ada niat untuk berjilbab meski mungkin masih bisa disempurnakan lagi. Dan pada hakikatnya niat itu yang paling penting sebelum bertindak. Jadi barangkali ada sebagian kalangan yang melecehkan wanita yang pakai jilbab tapi masih belum memenuhi syarat. Menurut hemat kami, setiap orang pastilah membutuhkan proses untuk sampai kepada taraf sempurna. Termasuk dalam hal berpakaian Islami yang ideal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab proses perubahan dari busana kantoran yang cenderung tampil seksi, terlihat betis, lekuk tubuh dan seronok menjadi pakai jilbab dan menutup aurat bukanlah hal yang terlalu mudah dilakukan oleh setiap orang. Paling tidak, seseorang butuh niat kuat untuk itu. Padahal, yang namanya penampilan bagi seorang wanita adalah hal yang sangat mutlak pentingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak ada salahnya kita beri kesempatan kepada para wanita untuk melakukan proses perubahan secara perlahan namun pasti dalam urusan pakaiannya. Sampai pada titik dimana kesadaran itu datang dengan penuh dan jilbabnya sempurna. Tertutp rapat, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak tipis transparan, tidak menyerupai pakaian laki-laki dan tentu saja tidak mengundang syahwat dengan penampilan dan aroma mencolok. Dan yang penting, tidak melenggak lenggok seperti yang digambarkan oleh Rasulullah SAW tentang penghuni neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita butuh proses. Dan proses itu adalah sebuah pergerakan dari jahiliyah kepada Islam. Berbahagialah mereka yang terus berjalan bersama proses itu. Dan alangkah sedihnya melihat mereka yang berhenti di tengah jalan, mandek dan mogok dalam proses itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111353987852976276?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111353987852976276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111353987852976276' title='29 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111353987852976276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111353987852976276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/05/jilbab-gaul.html' title='Jilbab Gaul...'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-5658358698101512643</id><published>2009-11-02T16:23:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:58:33.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Cara Berwudhu Wanita Berjilbab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Warnaislam.com, Kamis, 19 Februari 2009 04:00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu`alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, saya heran melihat cara berwudhu teman-teman saya yang berjilbab. Mereka berwudhu tanpa melepaskan/membuka jilbabnya, jadi masih dalam keadaan rapat. Bahkan untuk menyeka telinga sekali pun! Padahal mereka berwudhu di tempat khusus akhwat. Ruangan khusus dan pintu tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuan saya, aurat seorang muslimah boleh dilihat oleh sesama muslimah. Jadi,apa yang mendasari mereka melakukan hal tersebut? Adakah dalil yang menyinggung hal di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasannya, Ustadz. Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu`alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara salah satu rukun wudhu' adalah menyapu kepala dengan tangan yang basah dengan air. Dalilnya adalah firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan usaplah kepalamu. (QS Al-Maidah: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan/dahi ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar sebagian dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang diwajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Asy-syafi`iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah:&lt;br /&gt;Dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra. bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubun-ubunnya dan 'imamahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sorban yang melingkari kepala). (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus hadits ini, seringkali disalah-pahami oleh sebagai orang, seolah-olah hadits ini menjadi dalil atas kebolehan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala. Padahal justru hadits secara tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengusap sebagian kepala lalu mengusap sorbannya. Namun beliau SAW bukan hanya mengusap sorban saja, tetapi mengusap sebagian kepala. Dan justru merupakan bagian yang pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pandangan mereka yang membolehkan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala adalah pendapat yang kurang bisa diterima. Dan tentu saja wudhu' yang seperti itu tidak sah, lantaran kurang satu rukunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak bisa mengambil qiyas dari syariat mengusap khuff (sepatu yang menutup mata kaki), yang memang dibenarkan sebagai pengganti untuk mencuci kaki dalam wudhu'. Karena ada dalil yang sharih dari Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kerudung, tentu tidak bisa diqiyaskan begitu saja dengan sepatu. Masing-masing harus punya dalil sendiri-sendiri secara langsung dari Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila masalahnya karena takut membuka aurat di tempat yang umum dan terbuka, sebenarnya mengusap sebagian kepala tetap bisa dilakukan tanpa harus membuka kerudung. Apalagi kalau menggunakan pendapat As-Syaf'i yang membolehkan mengusap rambut. Mudah sekali melakukannya, cukup masukkan tangan yang basah ke dalam kerudung dari dalam, bila dirasa sudah ada bagian rambut yang basah, sudah sah rukun untuk mengusap kepala. Hal itu bisa tetap dilakukan tanpa harus melepas kerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengusap kerudung sebagai ganti mengusap kepala, justru tidak memenuhi standar rukun wudhu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-5658358698101512643?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/5658358698101512643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=5658358698101512643' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5658358698101512643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5658358698101512643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/02/cara-berwudhu-wanita-berjilbab.html' title='Cara Berwudhu Wanita Berjilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111767455189913422</id><published>2009-10-25T10:08:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:51:23.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Wanita dalam masyarakat Islam (Yusuf Qardhawi)</title><content type='html'>PASAL 11: WANITA DALAM MASYARAKAT ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WANITA SEBAGAI MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang, sementara kebanyakan manusia mengingkari kemanusiaan wanita dan sebagian yang lain meragukannya. Ada pula yang mengakui akan kemanusiaannya, tetapi mereka menganggap wanita itu sebagai makhluk yang diciptakan semata-mata untuk melayani kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka merupakan 'izzah dan kemuliaan Islam, karena dia telah memuliakan wanita dan menegaskan eksistensi kemanusiaannya serta kelayakannya untuk menerima taklif (tugas) dan tanggung jawab, pembalasan, dan berhak pula masuk surga. Islam menghargai wanita sebagai manusia yang terhormat. Sebagaimana kaum laki-laki, wanita juga mempunyai hak-hak kemanusiaan, karena keduanya berasal dari satu pohon dan keduanya merupakan dua bersaudara yang dilahirkan oleh satu ayah (bapak) yaitu Adam, dan satu ibu yaitu Hawwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berasal dari satu keturunan dan sama dalam karakter kemanusiaannya secara umum. Keduanya adalah sama dalam hal beban dan tanggung jawab, dan di akherat kelak akan sama-sama menerima pembalasan. Demikian itu digambarkan oleh Al Qur'anul Karim sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinnya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (An-Nisa': 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seluruh manusia baik laki-laki maupun perempuan itu diciptakan oleh Rabb mereka dari jiwa yang satu (Adam), dan dari jiwa yang satu itu Allah menciptakan isterinya agar keduanya saling menyempurnakan-- sebagaimana dijelaskan oleh Al Qur'an--kemudian dari satu keluarga itu Allah mengembangbiakkan laki-laki dan wanita yang banyak, yang kesemuanya adalah hamba-hamba bagi Tuhan yang Esa, dan merupakan anak-anak dari satu bapak dan satu ibu, maka persaudaraanlah yang semestinya menyatukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Al Qur'an memerintahkan kepada manusia untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dan memelihara hubungan kasih sayang antara mereka. Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim." (An-Nisa': 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan Al Qur'an, ini maka laki-laki adalah saudara perempuan dan perempuan adalah saudara kandung laki-laki. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tiada lain wanita adalah saudara sekandung kaum pria." (HR. Ahmad, Abu Dawad dan Thnõidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang persamaan antara wanita dan pria di dalam kebebasan kewajiban beragama dan beribadah, Al Qur'an mengatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki danperempuan yang khusyu ', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatanrya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al Ahzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masalah takalif (kewajiban-kewajiban) agama dan sosial yang pokok, Al Qur'an menyamakan antara keduanya, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah Adam, kewajiban Ilahi itu ditujukan kepadanya dan isterinya secara sama. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Adam, diamilah olehmu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zhalim." (Al Baqarah: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang terasa aktual di dalam kisah ini sebagaimana disebutkan oleh Al Qur'an, bahwa kesesatan itu ditujukan kepada syetan, bukan kepada Hawwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu keduanya digelincirkan oleh syetan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula..." (Al Baqarah: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan semata-mata Hawwa yang memakan buah pohon itu, bukan dia yang memulai, tetapi kesalahan itu dari Adam dan Hawwa secara sama-sama, sebagaimana penyesalan dan taubat itu dilakukan oleh keduanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, maka pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (Al A'raf:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di dalam ayat lain, kesalahan itu disandarkan kepada Adam saja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat." (Thaha: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian syetan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam), dengan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa." (Thaha: 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia." (Thaha: 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk." (Thaha: 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua membuktikan bahwa Adamlah yang berbuat maksiat, sedangkan isterinya sekedar mengikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun keadaannya, maka kesalahan Hawwa hanya dia yang menanggung, sedangkan anak turunnya terlepas dari perbuatan itu dan dari dosanya. Karena dosa seseorang tidak bisa ditimpakan kepada orang lain. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu adalah ummat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al Baqarah1:134,141)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dengan laki-laki adalah sama dalam hal bahwa keduanya akan menerima pembalasan dari kebaikan mereka dan masuk surga. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan. (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.... '" (Ali 'Imran: 195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini jelas sekali bahwa amal perbuatan seseorang itu tidak akan sia-sia di sisi Allah SWT, baik laki-laki maupun wanita. Keduanya adalah berasal dari tanah yang satu dan dari tabiat yang satu. Allah SWT juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keaanan beriman, maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl: 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (An-Nisa': 124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hak-hak harta bagi wanita, Islam telah membatalkan tradisi yang sering berlaku di kalangan masyarakat di dunia, baik orang-orang Arab atau 'ajam yaitu meniadakan hak milik dan hak pewarisan bagi kaum wanita atau mempersempit bagi mereka untuk mempergunakan apa yang mereka miliki. Juga sikap monopoli para suami terhadap harta isterinya. Maka Islam menetapkan hak milik bagi kaum wanita dengan berbagai jenis dan cabangnya sekaligus hak untuk mempergunakannya. Maka ditetapkan hukum wasiat dan hukum waris bagi kaum wanita seperti halnya bagi kaum pria. Islam juga memberikan kepada kaum wanita hak jual beli, persewaan, hibah (pemberian), pinjaman, waqaf, sedekah, kafalah, hawalah, gadai dan hak-hak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk hak-hak itu adalah hak mempertahankan hartanya dan membela dirinya, dengan mengadukan kepada hukum, dalam berbagai aktifitas yang diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an &amp; Sunnah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh Dr. Yusuf Qardhawi&lt;br /&gt;Cetakan Pertama Januari 1997&lt;br /&gt;Citra Islami Press&lt;br /&gt;Jl. Kol. Sutarto 88 (lama)&lt;br /&gt;Telp.(0271) 632990 Solo 57126&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111767455189913422?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111767455189913422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111767455189913422' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111767455189913422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111767455189913422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/06/wanita-dalam-masyarakat-islam-yusuf.html' title='Wanita dalam masyarakat Islam (Yusuf Qardhawi)'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111365266448561015</id><published>2009-10-06T18:57:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:09:34.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Ramlah Binti Abu Sufyan</title><content type='html'>Ummu Habibah, Ramlah Binti Abu Sufyan&lt;br /&gt;(Sumber: www.alsofwah.or.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah perlunya kaum muslimin hari ini untuk mengkaji perjalanan hidup sayyidah yang agung ini, agar mereka menyadari betapa jauhnya perbandingan antara mereka dengan generasi awal yang keluar dari madrasah nubuwwah, sehingga mereka mengetahui betapa pengaruh iman itu sangat menakjubkan pada jiwa mereka yang menyambut panggilan Allah dan Rasul-Nya. Hingga mereka menjadi lentera yang menebarkan petunjuk dan cahaya. Dan di antara lentera tersebut adalah Ummul Mukminin, Ramlah binti Abu Sufyan seorang pemuka Quraisy dan pimpinan orang-orang musyrik hingga Fathu Makkah. Akan tetapi Ramlah binti Abu Sufyan tetap beriman sekalipun ayahnya memaksa beliau untuk kafir ketika itu. Dan Abu Sufyan tak kuasa memaksakan kehendaknya agar putrinya tetap dalam keadaan kafir. Justru beliau menunjukkan kuatnya pendirian dan mantapnya kemauan. Beliau rela menanggung beban yang melelahkan dan beban yang berat karena memperjuangkan aqidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya beliau menikah dengan Ubaidullah bin jahsy yang Islam seperti beliau. Tatkala kekejaman orang-orang kafir atas kaum muslimin mencapai puncaknya, Ramlah berhijrah menuju Habsyah bersama suaminya. Dan disanalah beliau melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Habibah dan dengan nama anaknya inilah beliau dijuluki (Ummu Habibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Habibah senantiasa bersabar dalam memikul beban lantaran memperjuangkan diennya dalam keterasingan dan hanya seorang diri, jauh dari keluarga dan kampung halaman bahkan terjadi musibah yang tidak dia sangka sebelumnya. Beliau bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku melihat didalam mimpi, suamiku Ubaidullah bin Jahsy dengan bentuk yang sangat buruk dan menakutkan. Maka aku terperanjat dan terbangun, kemudian aku memohon kepada Allah dari hal itu. Ternyata tatkala pagi, suamiku telah memeluk agama Nasrani. Maka aku ceritakan mimpiku kepadanya namun dia tidak menggubrisnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murtad yang celaka ini mencoba dengan segala kemampuannya untuk membawa istrinya keluar dari diennya namun Ummu Habibah menolaknya dan dia telah merasakan lezatnya iman. Bahkan beliau justru mengajak suaminya agar tetap didalam Islam namun dia malah menolak dan membuang jauh ajakan tersebut dan dia semakin asyik dengan khamr. Hal itu berlangsung hingga dia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu di bumi hijrah sementara dirinya berada dalam dua ujian; pertama, jauh dari sanak saudara dan kampung halaman. Kedua, ujian karena menjadi seorang janda tanpa seorang pendamping. Akan tetapi beliau dengan keimanan yang tulus yang telah Allah karuniakan kepadanya, mampu menghadapi ujian berat tersebut.Beliau wujudkan firman Allah (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberikan rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.Dan berangsiapa yang telah bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu".(ath-Thalaq:2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berkehendak untuk membulatkan tekadnya, maka dia melihat dalam mimpinya ada yang menyeru dia: "Wahai Ummul Mukminin….!". Maka beliau terperanjat dan terbangun karena mimpi tersebut. Beliau menakwilkan mimpi tersebut bahwa Rasulullah kelak akan menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah selesai masa 'iddahnya, tiba-tiba ada seorang jariyah dari Najasyi yang memberitahukan kepada beliau bahwa dirinya telah dipinang oleh pimpinan semua manusia seutama-utama shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada beliau. Alangkah bahagianya beliau mendengar kabar gembira tersebut hingga beliau berkata: "Semoga Allah memberikan kabar gembira untukmu". Kemudian beliau menanggalkan perhiasan dan gelang kakinya untuk diberikan kepada Jariyah (budak wanita) yang membawa kabar tersebut saking senangnya. Kemudian beliau meminta Khalid bin Sa'ad bin al-'Ash untuk menjadi wakil baginya agar menerima lamaran Najasyi yang mewakili Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam untuk menikahkan beliau dengan Ummu Habibah setelah Rasulullah menerima kabar tentang keadaan beliau dan ujian yang dia hadapi dalam menapaki jalan diennya. Sedangkan tiada seorangpun yang menolong dan membantu dirinya. Pada suatu sore, Raja Najasyi mengumpulkan kaum muslimin yang berada di Habasyah, maka datanglah mereka dengan dipimpin oleh Ja'far bin Abi Thalib, putra paman Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam. Selanjutnya Raja Najasyi berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengkaruniakan Kemanan, Yang Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang telah dikabarkan oleh Nabi Isa bin Maryam 'alaihissalaam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba'du, Sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mengirim surat untukku untuk melamarkan Ummu Habibah binti Abu Sufyan dan Ummu Habibah telah menerima lamaran Rasulullah, adapun maharnya adalah 400 dinar". Kemudian beliau letakkan uang tersebut didepan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khalid bin Sa'id berkata:"Segala puji bagi Allah, aku memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang Allah mengutusnya dengan membawa hidayah dan dein yang haq untuk memenangkan dien-Nya walaupun orang-orang musyrik benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba'du, aku terima lamaran Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan aku nikahkan beliau dengan Ummu Habibah binti Abu Sufyan, semoga Allah memberkahi Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam. Selanjutnya Najasyi menyerahkan dinar tersebut kepada Khalid bin Sa'id kemudian beliau terima. Najasyi mengajak para sahabat untuk mangadakan walimah dengan mengatakan: "Kami persilahkan anda untuk duduk karena sesungguhnya sunnah para Nabi apabila menikah hendaklah makan-makan untuk merayakan pernikahan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemenangan Khaibar, sampailah rombongan Muhajirin dari Habasyah, maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dengan sebab apa aku harus bergembira,karena kemenangan Khaibar atau karena datangnya Ja'far?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ummu Habibah bersama rombongan yang datang. Maka bertemulah Rasululah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengannya pada tahun keenam atau ketujuh hijriyah. Kala itu Ummu Habibah berumur 40 tahun saat menduduki sebagai bintang berseri diantara istri-istri beliau dan jadilah beliau Ummul Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Habibah menempatkan urusan dien pada tempat yang pertama, beliau utamakan aqidahnya daripada famili. Beliau telah mengumandangkan bahwa loyalitas beliau adalah untuk Allah dan Rasul-Nya bukan untuk seorangpun selaiin keduanya. Hal itu dibuktikan sikap beliau terhadap ayahnya, Abu Sufyan, tatkala suatu ketika ayahnya tersebut masuk ke rumah beliau sedangkan beliau ketika itu telah menjadi istri Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam di Madinah. Sang ayah datang untuk meminta bantuan kepada beliau agar menjadi perantara antara dirinya dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk memperbaharui perjanjian Hudaibiyah yang telah dikhianati sendiri oleh orang-orang musyrik. Abu Sufyan ingin duduk diatas tikar Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam, namun tiba-tiba dilipat oleh Ummu Habibah, maka Abu Sufyan bertanya dengan penuh keheranan: "Wahai putriku aku tidak tahu mengapa engkau melarangku duduk di tikar itu, apakah engkau malarang aku duduk diatasnya?". Beliau menjawab dengan keberanian dan ketenangan tanpa ada rasa takut terhadap kekuasaan dan kemarahan ayahnya: "Ini adalah tikar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam sedangkan engkau adalah orang musyrik yang najis, aku tidak ingin engkau duduk diatas tikar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam". Abu Sufyan berkata:"Demi Allah engkau akan menemui hal buruk sepeningalku nanti". Namun Ummu Habibah menjawab dengan penuh wibawa dan percaya diri: "bahkan semoga Allah memberi hidayah kepadaku dan juga kepada anda wahai ayah, pimpinan Quraisy, apa yang menghalangi anda masuk Islam? sedangkan engkau menyembah batu yang tidak dapat melihat maupun mendengar!!". Maka Abu Sufyan pergi dengan marah dan membawa kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beliau berhak menyandang segala kebesaran dan keagungan sebagai Ummul Mukminin, Ummu Habibah radhiallaahu 'anhuma. Seandainya para wanita itu seperti beliau niscaya hasilnyapun seperti yang terjadi pada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menghadap ar-Rafiiqul A'la, Ummu Habibah melazimi rumahnya. Beliau tidak keluar rumahnya kecuali untuk shalat dan beliau tidak meninggalkan Madinah kecuali untuk haji hingga sampailah waktu wafat yang di tunggu-tunggu tatkala berumur tujuh puluhan tahun. Beliau wafat setelah memberikan keteladanan yang paling tinggi dalam menjaga kewibawaan diennya dan bersemangat atasnya, tinggi dan mulya jauh dari pengaruh jahiliyah dan tidak menghiraukan nasab manakala bertentangan dengan aqidahnya, semoga Allah meridhainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111365266448561015?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111365266448561015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111365266448561015' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111365266448561015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111365266448561015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/09/ramlah-binti-abu-sufyan.html' title='Ramlah Binti Abu Sufyan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-112194413763149415</id><published>2009-09-30T18:08:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:11:23.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Wanita Pakai Celana Panjang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.syariahonline.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehkah seorang wanita memakai celana panjang di dalam rumahnya atau menggunakannya sebagai pakaian bagian dalam dari pakaian luarnya? Dan apakah dengan memakai celana panjang dapat dikatakan bahwa wanita tsb menyerupai laki-laki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alifah&lt;br /&gt;Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cenderung untuk memudahkan para wanita yang memang keperluan untuk mengenakan celana panjang. Apalagi bila dipakai sebagai pakaian dalam yang bisa lebih melindungi mereka dari banyak resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga bila di dalam rumah yang barangkali memang butuh untuk mengenakannya untuk mengerjakan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap saja model dan bentuknya harus tdak sama dengan yang dipakai oleh laki-laki. Karena celana panjang wanita itu harus khas dan teap bisa dikenali sebagai pakaian milik wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang utama dalam boleh tidaknya wanita memakai celana panjang memang pada masalah tasyabbuh, atau menyerupai pakaian laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa celana panjang apapun bentuk dan modelnya adalah pakaian milik laki-laki, jadi sudah pasti terkena masalah tasyabbuh. Namun sebagian lagi melihat kepentingannya dan sebisa mungkin tidak menyerupai celana panjang pria. Jadi meski celana panjang, namun model dan bentuknya tidak sama. Dan itu tidak bisa dikatakan menyerupai laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila dikenakan untuk pakaian dalam yang bisa memberikan perlindungan kepada wanita dari banyak resiko. Tentu ini malah memberikan manfaat yang lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-112194413763149415?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/112194413763149415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=112194413763149415' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/112194413763149415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/112194413763149415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/09/wanita-pakai-celana-panjang.html' title='Wanita Pakai Celana Panjang'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110587321356171560</id><published>2009-09-27T18:58:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T16:03:58.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Berdzikir Hamba-Ku, Berdzikir!</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Emha Ainun Nadjib)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KotaSantri.com : Kalian berdzikir "Subhanallah"&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, Maha Suci Allah&lt;br /&gt;Apa benar kalian mensucikan Aku?&lt;br /&gt;Apa benar kehidupan kalian mensucikan Aku?&lt;br /&gt;Apa benar watak dan perilaku kalian, kebudayaan dan kemajuan bangsa kalian - mensucikan Aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian berdzikir "Alhamdulillah"&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Segala puji bagi Allah&lt;br /&gt;Apa benar perekonomian kalian memuji Aku?&lt;br /&gt;Apa benar gedung-gedung kalian, kantor-kantor kalian, pertimbangan dan keputusan kalian, kasih dan sepak terjang kalian - memuji Aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian berdzikir "Wa lailaha illallah",&lt;br /&gt;Tiada tuhan selain Allah&lt;br /&gt;Hai hamba-Ku, apa benar Akulah yang kalian tuhankan?&lt;br /&gt;Apa benar Aku faktor primer dalam bagan strategi sejarah kalian?&lt;br /&gt;Apa benar Aku yang nomor satu di dalam kerangka akal dan susunan pikiran kalian&lt;br /&gt;Apa benar cinta kalian mendasar kepadaKu?&lt;br /&gt;Apa benar Aku sedang menarik hati kalian, dibanding uang, keuntungan dan kekuasaan dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Aku ikut Kontes Idola, apakah kalian kirim sms untuk memenangkan Aku?&lt;br /&gt;Kalian berdzikir "Allahu Akbar"&lt;br /&gt;Allah Maha Besar, Allah Maha Besar&lt;br /&gt;Wahai hamba-Ku, apa tanda kebesaranKu di negeri penyembah berhala yang kalian bangga-banggakan ini?&lt;br /&gt;Di bagian mana dari kebudayaanmu,&lt;br /&gt;Di sebelah mana dari langkah politikmu&lt;br /&gt;Di sudut mana dari gedung-gedung megah industrimu&lt;br /&gt;Yang mencerminkan keunggulanKu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lakukan kedhaliman di sana-sini&lt;br /&gt;Merata di seantero negeri&lt;br /&gt;Kedhaliman yang samar sampai yang transparan&lt;br /&gt;Kedhaliman struktural, sistemik&lt;br /&gt;Bahkan kedhaliman yang telanjang dan kasat mata&lt;br /&gt;Kedhaliman bahkan kepada dzatKu&lt;br /&gt;Kepada hakekat dan syariat eksistensiKu&lt;br /&gt;Kemudian kalian ucapkan "Allahu Akbar"&lt;br /&gt;Tanpa sedikitpun rasa malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan masjid-masjidmu, yakni rumah-rumah suciKu&lt;br /&gt;Kalian pakai untuk menendangku&lt;br /&gt;Sebagian dari kalian membangun rumahKu dengan sisa-sisa uang perampokan struktural&lt;br /&gt;Sebagian dari kalian menegakkan rumahKu dengan biaya hasil mengemis-ngemis di tengah jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian mengemis atas namaKu,&lt;br /&gt;Kalian melantikku sebagai Sang Maha Pengemis&lt;br /&gt;Di masjid-masjid kalian tertulis : Allah yang Maha Fakir Miskin.&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap orang perlu menaruh rasa belas kasihan kepadaKu&lt;br /&gt;Dan jika datang seorang koruptor membereskan semua pembiayaan masjid itu,&lt;br /&gt;dialah yang kau puji-puji dan kau sanjung-sanjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(sumber: www.kotasantri.com)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110587321356171560?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110587321356171560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110587321356171560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110587321356171560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110587321356171560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/01/berdzikir-hamba-ku-berdzikir.html' title='Berdzikir Hamba-Ku, Berdzikir!'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111101575251808811</id><published>2009-09-17T06:28:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:52:52.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Di Mana Fitrah Wanita?</title><content type='html'>(Sumber: KotaSantri.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita menyadari pentingnya kembali kepada fitrah, lantas bagaimana sesungguhnya fitrah wanita itu? Apakah fitrah itu sesuatu yang biasa dikerjakan manusia? Ataukah suatu budaya yang telah berlangsung secara turun temurun? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, fitrah adalah ketetapan yang Allah SWT gariskan bagi para makhluknya. Allah yang menciptakan hambaNya sehingga Allah SWT yang paling mengetahui apa-apa yang baik bagi hambaNya dan apa yang buruk bagi hambaNya. Lalu Allah SWT memberikan tugas kepada masing-masing makhluk serta memberikan perangkat dan alat sesuai dengan tugasnya di dunia. Ketika satu diantara mereka menyerobot tugas yang bukan menjadi tugasnya, maka akan ada suatu pekerjaan yang tidak tertangani dan semakin banyak pekerjaan yang tumpang tindih dan semrawut akan semakin besar pula kekacauan yang timbul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menggariskan bagi kaum laki-laki untuk memimpin wanita karena memang Allah SWT mengkaruniai suatu alat bagi laki-laki untuk memimpin yang tidak dikaruniakan kepada wanita. Demikian pula Allah SWT mempercayakan seorang bayi kepada kaum wanita lantaran Allah SWT telah memberikan piranti kepadanya sesuatu yang tidak dimiliki oleh kaum laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, Allah SWT menetapkan bagi wanita separuh dari bagian laki-laki dalam hak waris, karena Allah SWT melebihkan suatu beban bagi kaum laki-laki dengan apa yang tidak dibebankan dengan kaum wanita, yakni memberikan nafkah bagi keluarga. Begitulah, Allah SWT memberikan sarana kepada makhluknya dengan apa yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Jika demikian pantaskah kita sambut seruan "persamaan gender" dalam hak-hak secara keseluruhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kaum wanita hari ini yang menuntut persamaan hak mendapatkan jatah kursi, persamaan hak untuk mendapatkan jatah warisan dan barang murahan lainnya, maka lihatlah apa yang menjadi tuntutan para shahabiyat yang seharusnya menjadi teladan kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Asma' bin Yazid bin Sakan menghadap Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah utusan para wanita yang berada dibelakangku, mereka sepakat dengan apa yang aku katakan dan sependapat dengan pendapatku… Sesungguhnya Allah SWT mengutus Anda kepada laki-laki dan juga kepada para wanita. Kamipun beriman kepada Anda dan mengikuti Anda sedangkan kami para wanita terbatas gerak-geriknya, kami mengurus rumah tangga dan menjadi tempat menumpahkan syahwat bagi suami-suami kami, kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Namun Allah SWT memberikan keutamaan kepada kaum laki-laki dengan shalat jama'ah, mengantar jenazah, dan berjihad. Jika mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga hartanya dan memelihara anak-anaknya, maka apakah kami mendapatkan pahala sebagaimana yang mereka dapatkan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar tuntutan Asma' tersebut, nabi menoleh kepada para shahabat seraya bersabda, "Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agamanya yang lebih bagus dari pertanyaan ini?" Kemudian Beliau bersabda, "Pergilah wahai Asma' dan beritahukan kepada para wanita dibelakangmu bahwa perlakuan baik kalian terhadap suami dan upaya kalian mendapat ridho darinya serta keta'atan kalian kepadanya, pahalanya sama dengan apa yang engkau sebutkan tentang pahala laki-laki. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perhatikanlah, adakah sama tuntutan hak para shahabiyat dengan kebanyakan muslimah hari ini? (Ibnu Qittun)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111101575251808811?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111101575251808811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111101575251808811' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111101575251808811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111101575251808811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/dimana-fitrah-wanita.html' title='Di Mana Fitrah Wanita?'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-4617014996133413919</id><published>2009-08-23T03:41:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:06:50.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Sebuah Kisah Dari Kampung Jilbab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Halimah Taslima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2000 aku punya tetangga baru. Orangnya bergaya terbuka, maksudku dalam hal berpakaian. Celana yang dikenankannya setinggi lututnya, dan bajunya pun “you can see”. Orangya memang putih dan semampai. Ketika dia masuk keperkampungan jilbab, dia merasakan dirinya sangat langka. Sebut aja namanya Anne ( nama samaran ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kamu berjilbab. Kalau boleh tahu apa penyebabnya?” Iseng aku bertanya pada Anne setelah sama-sama pulang dari belajar ngaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Khan kamu tahu, dulunya auratku terbuka. Tapi setelah aku mejadi warga kampung ini, aku seperti minder sendiri.” Dia senyum-senyum sambil mensejajari langkahku yang terbilang cepat. Waktu menunjukkan jam 6 sore, aku harus tiba di rumah sebelum Magrib tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne rajin mengikuti pengkajian rutin di kampung itu. Ketika kami belajar ngaji untuk memperbaiki tajwid kami, maka dia pun tidak ingin ketinggalan. Subhanallah! Dari seorang wanita yang tidak begitu paham ber-islam, akhirnya bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne termasuk beruntung, karena bisa menggapai hidayah Allah S.W.T. Sebaliknya, ada seorang wanita, yang telah bergabung beberapa tahun pada pengkajian rutin, tetap saja tidak mampu menutup auratnya secara penuh. Bila berada di teras depan rumahnya, jilbabnya terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor teman memang mempengaruhi Anne, tapi tidak dengan yang lainnya. Ada beberapa warga di kampung jilbab seperti tak tersentuh oleh hidayah. Mereka hanya menutup aurat bila menghadiri ta’lim ataupun undangan. Selain itu? Tentu saja seperti kebanyakan wanita dalam berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya pulang dari menghadiri Ta’lim di siang hari, saya melihat Asni ( nama samaran ) duduk di teras depan rumahnya .Terlintas dalam benak :”Mengapa wanita yang satu ini belum istiqomah.” Saya hanya mampu mendo’akan, semoga pengkajian rutin yang diikutinya tetap dia lakoni. Hanya itu yang dapat saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asni secara pelan tapi pasti, mulai meninggalkan jilbab. Silaturahim ke tetangga dekatnya mulai dia lakukan tanpa jilbab.Hasilnya? Dia mengundurkan diri dari dunia pengkajian dengan banyak dalih. Wallahu’alam, bila Allah tidak memberikan petunjuk kepada seseorang, maka kita pun tak kan mampu mengubahnya. Walau pun kita ingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat tentang wejangan seorang ustadz :”Langkah syaitan itu sedikit, tapi pasti. Artinya dia menggoda manusia mulai dari yang paling ringan. Hingga manusia yang di godanya tidak merasa telah melakukan suatu kemungkaran. Pelan tapi pasti, menandakan usaha syaitan bersifat iqtiqomah hingga tujuannya berhasil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua wanita yang sama tinggal di kampung “jilbab”, ternyata tidak sama dalam menyikapi lingkungannya. Teringat saya akan tulisan Imam Al-Gazali di bukunya Ihya Ulumuddin bahwa : “Hati manusia itu bagaikan cermin. Hidayah Allah S.W.T di umpamakan cahaya. Maka, bila cermin itu kotor, walhasil cahaya seterang apapun tidak akan mampu menembus cermin itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Hidayah Allah selalu bersinar sepanjang masa, tapi untuk menemukannya diperlukan suatu keadaan yang harus kita miliki. Seperti yang telah di andaikan oleh Imam Al-Gazali, hati kita haruslah bersih sebagaimana cermin yang telah dibersihkan. Untuk mencapai itu memang diperlukan kemauan dan kesadaran yang kuat.&lt;br /&gt;Karena kita tahu hati ini akan selalu kotor, apalagi di jaman sekarang yang merupakan jaman serba boleh. Setiap orang dapat mengekspresikan dirinya dalam berbusana. Dapat kita lihat juga pada tayangan televisi yang seharusnya terlarang, untuk ditayangkan di negeri berpenduduk mayoritas muslim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka benarlah, bila Allah S.W.T telah berfirman : “Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan jiwa.” Saya lupa ayatnya, tapi firman ini membuat saya sadar, dan memberikan suatu makna pada diri, bahwa hati ini memerlukan suatu pembersihan yang berkelanjutan, agar hidayah Allah mudah kita genggam. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Halimah Taslima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Lingkar Pena ( FLP) Cab. Sengata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;halimahtaslima@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-4617014996133413919?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/4617014996133413919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=4617014996133413919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/4617014996133413919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/4617014996133413919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/sebuah-kisah-dari-kampung-jilbab.html' title='Sebuah Kisah Dari Kampung Jilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-5967591579710664009</id><published>2009-08-12T10:56:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:54:25.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kecantikan Asma</title><content type='html'>Selasa, 24 Maret 2009 00:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin membelai wajahnya, terasa sejuk sapaan pagi itu. Langit masih tersaput kelabu yang malu-malu di intip sang surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah membuka jendela kamarnya tepat setelah shalat pagi ini. Dia menarik nafas dengan lembut, merona wajahnya di depan jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alangkah sempurnya sang Pencipta alam ini!". Suaranya lirih terdengar bagaikan bisikan dari syurgawi, dia sangat terpukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah aku tertinggal lagi?” Matanya mencari-cari. Dipandanginya langit yang mulai memerah, langit tak lagi nampak muram. Sang surya telah menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan untuk menyapa alam setiap pagi, terasa kurang lengkap bila belum menangkap segerombolan burung yang terbang melintasi halaman rumahnya. Pagi ini dia merasakan sedikit kekosongan. Burung pipit biasanya selalu bernyanyi untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin besok aku dapat melihatnya lagi”. Diayunkannya langkahnya keluar kamar. Suaminya terlihat segar. Habis mandi rupanya. Tercium wewangian kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah melebarkan langkah, takut terlambat ke dapur. “Beberapa minggu ini aku sering membuat nasi goreng. Bikin special aja ya?” Jahrah bergumam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya yang lincah membuat omelet telur dicampur jagung rebus. Tak lupa dia membakar roti yang dioles mentega. Sambil bersenandung kecil menyanyikan lagunya Aa Gym yang berjudul “Jagalah Hati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia melihat mesin cuci disudut dapur dekat dengan pintu kamar mandi, dia bergegas melangkahkan kaki dan menekan tombol “ON”. Tadi malam dia lupa mencuci pakaian. Jahrah sangat bersyukur dengan kemajuan tekhnologi sekarang yang sangat membantu pekerjaannya. Memasak sambil mencuci pakaian bisa dilakukan dalam satu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah menata meja makan serapi mungkin, dihidangkannya omlet dipiring yang berwarna hijau yang senada dengan seprai meja makan yang berwarna hijau pula. PIringnnya agak lebar, dihiasinya potongan tomat segar berwarna merah disekeliling piring. Tak lupa ditaburkannya potongan daun seledri diatas omlet kesukaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roti bakar hangat, ditambah teh wangi yang hangat, membuat suaminya bersemangat memakan sarapannya. Didampingi istrinya yang telah mengganti baju dapurnya dengan pakaian yang rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah tidak ingin kalah rapi dengan teman-teman kerja suaminya yang perempuan. Mereka pasti rapi dan wangi di kantor suaminya. Oleh karena itulah Jahrah tidak pernah lupa untuk menyemprotkan sedikit wewangian, agar suaminya merasa nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trim’s honey”, kata Harun suaminya sambil mengecup kening istrinya. Harun sangat mencintai istrinya. Harun sangat menghargai perhatian istrinya yang selalu membuatnya merasa nyaman. Dirangkulnya lama… seakan tidak ingin melepaskan dekapannya. Serasa daun-daun hijau ditetesi embun pagi, memberi kesejukan, ketenangan, rasa nikmat yang teramat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------ooo-------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun sampai di kantor dengan perasaan nyaman. Ketenangan yang tidak di dapatkan begitu saja. Istrinya selalu mengingatkannya berdo’a, dan selalu berpesan : “Bang, ingatlah jika kamu bekerja adalah ibadah. Bukan semata-mata hanya ingin mendapatkan materi.” Hatinya selalu sejuk dan bersyukur di anugerahi istri yang sholeha. Tak ada sedikit pun penyesalan dalam menentukan pilihan, walaupun banyak rekan yang tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kantornya, dia pun tak lupa mengucapkan puji dan syukur ke hadirat-Nya, bersyukur atas perjalanannya yang aman dan selamat sampai di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai.. lihat Harun nih! Temannya pada memperhatikannya dan melihat jam yang ada di dinding kantor ruang tunggu. Tepat jam 8 pagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya selalu meledeknya karena Harun terlalu “on time” jam kerjanya. Datangnya tepat jam 8. Pulang pun jam 4 sore, tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu seperti robot aja, masa  datang dan pergi seakan memakai remote control!” Rame! Kawannya berseloroh di suatu acara makan siang bersama di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Remote control apaan tuh! Jadi orang itu jangan ngaret! Datang dan pulang on time, menandakan aku telah bekerja maksimal. Bayangkan kalian semua, tiap hari lembur terus. Kasihan yang di rumah, dapat cape’nya aja. Iya nggak?! Dengan terkekeh Harun mencounter balik lawan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawannya sih, sudah tahu betapa belagunya si Harunn. Harun sosok yang seriusan dalam bekerja. Untuk urusan cari istripun dia termasuk yang  sangat selektif. Makanya umur 35 tahun baru dapat yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu nggak salah pilih ? Banyak yang lebih cantik. Misalnya Amy, Ninning, Jamilah dan….” Bakri terhuyung hampir jatuh. Harun mendorongnya agak kuat, untuk menghentikan ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu ini bagaimana sih? Masa cewe-cewe murahan begitu yang di sodorin! Nggak dimintapun mereka datang. Aku lelaki yang suka tantangan dan orisinil. Bukannya seperti mereka yang make up setebal satu meter, pakaian yang kurang kain, bicarapun mendesis-desis!” Monyong bibir Harun memperagakan cewe-cewe genit yang dibicarakannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun ingat ketika dia memutuskan untuk menikahi Jahrah, banyak sekali nada-nada sumbang yang mempertanyakan pilihan Harun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu khan seorang eksektuif?, mengapa pilih istri yang wajah maupun penampilannya biasa-biasa saja?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun biasanya hanya tersenyum dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Dia merasa tidak perlu menjelaskan bahwa istrinyalah yang membuat dia mendapat hidayah. Istrinya mampu menularkan semangat untuk selalu memperbaiki diri, mengingatkan untuk selalu mensyukuri apapun yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kalian pada sewot pada pilihanku? Yang akan nikah itu aku!” Ditunjuknya dadanya, Harun senyum simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huh…perjaka ting-ting!” Serempak suara temannya memberikan balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, teman-temannya semua pada nikah. Urusan mencarikan jodoh untuk  Harun semua pada kompak. Kompak untuk membandingkan, gadis mana yang cocok untuknya. Kelihatannya semua pada repot untuk menilai  : Apakah ada keluarganya yang masih gadis : Temannya punya teman yang masih gadis, ataupun penjelajahan di sekitar rumah. Seperti orang yang akan kampanye aja tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dunia ini hanya ada satu tempat yang selalu aku rindukan!” Dengan mimik wajah yang serius dia memelototi teman kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alah…kamu itu, semua orang udah tahu, kamu kan orang rumahan. Mau terus ngemong istri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------ooo--------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah siap menyambut suamiku!” Jahrah memperhatikan penampilannya. Berputar-putar di depan cermin. Kemudian sedikit tercenung. Wajahnya pias, tersirat kecemasan yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wajahku mulai berkerut. Ada kerutan kecil di sudut-sudut mata.” Dengan cemas dia mulai menyentuhnya. Dia merasa penuaan mulai mendatangi. Ada kebimbangan yang dalam. Hening sejenak. Tak tahu apa yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tahu, teman-teman suaminya sangat detail memperhatikannya. Bila acara kumpul bareng, seakan Jahrah ingin diterkamnya. Keinginan untuk menyatu, tertapis tatapan yang kurang bersahabat. Ada sejumput luka di relung hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia kasihan pada Harun. Berulang kali dia menolak dengan berbagai alasan, tapi Harun selalu mampu membuatnya takluk dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ponselnya berdering, Jahrah langsung meraih teleponnya yang telah diletakkan di meja didepannya. Mejanya bundar berwarna coklat dialas kain bundar yang berwarna hijau yang terbuat dari kayu jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam”, Jahrah menjawab telepon dengan santai menjulurkan kakinya dilantai teras, yang terbuat dari ubin yang berwarna hijau muda yang diberi ornament bunga-bunga kecil dan  berwarna merah campur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya bu, jika sore hari saya tidak bisa”, Jahrah menjawab dengan lembut untuk menolak permintaan rapat mendadak ibu-ibu majlis ta’lim di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya bu, saya tidak bisa hadir. Suamiku belum datang!” Dengan lembut Jahrah menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pergi dari rumah, dia akan selalu minta restu suaminya. Perasaannya akan bimbang, bila dia tidak yakin suaminya mengijinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum”, Harun menghampiri istrinya dan merangkul pundaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bidadariku, sambutlah kandamu yang lelah ini. Obatilah hati yang  rindu ini!” Senyuman Harun melebar, ketika dilihatnya Jahrah sedikit manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah… baru datang, udah godain! Malu didengar anak-anak.” Akhirnya bibir Jahrah merekah kembali. Senyumnya segar. Wajahnya bercahaya terpantul cahaya sore yang berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesegaran pada istrinya di sore ini dan membuat lelahnya seakan hilang. Inilah yang selalu dirindukannya. Pulang disambut istri. Wangi lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang cemburu hal biasa dalam rumah tangga. Kecemburuan adalah bumbu penyedap untuk kemesraan yang monoton. Kecemburuan sekali-kali diperlukan agar bisa survive menjalani bahtera yang bernama rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan perlu ada dan perlu dikelola. Kehangatan, rasa sayang, terutama cinta pada pasangan tetap dapat mekar. Seperti tanaman yang harus selalu disiram, dipangkas batang yang mengganggu, mengganti tanahnya agar tumbuhnya lebih subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan cemburu, Jahrah jauh dari sifat itu. Dia type wanita yang selalu berbicara dengan fakta. Kata orang, perempuan selalu bicara dengan hati, maka Jahrah pengecualiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cemburunya kadang selintas hadir bila suaminya berbincang-bincang dengan perempuan cantik di dekatnya. Kolega suaminya sepertinya nggak ada yang jelek di matanya. Mereka semua anggun dan professional. Dibanding dirinya? Orang rumahan, apa yang dapat dibanggakannya? Tapi kecemburuanya mampu dialihkan dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal pernikahan, Jahrah mengalami kecemburuan yang tak diinginkannya. Seperti mata tombak yang tak mau lepas dari ulu hati. Dalam, berdarah! Dibawa dalam tangis diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa aku ini? Kenapa aku menangis? Apa yang salah?” kata-kata itu selalu diucapkannya untuk menetralkan jantungnya yang ingin melompat. Badan serasa terhimpit berton-ton dinding batu. Mulutpun ingin mengeluarkan sumpah serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah tidak ingin merasakannya, tapi badannya tak ingin di ajak kompromi. Dia berontak dengan suara hatinya. Berusaha menghembuskan nafas berkali-kali. Dia pun pasrah. “Aku cemburu!” Desisnya di depan cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan sepupu Harun setiap minggunya, membuat jantungnya berdegub kencang. Ada keinginan untuk menolak kehadirannya, tapi tak mampu berucap. Hanya sesungging senyum, mengulurkan tangan. Menyambut kedatangan tamu yang tak diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma, begitulah nama tamu itu. Asma dan Harun sangat akrab. Menurut Jahrah, itu tidak etis. Mungkin sebelum Harun menikah, itu hal yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak suka dengan kedatangannya?” Berbisik Harun pada suatu senja. Jahrah terlihat sedikit kikuk, wajahnya bagai rembulan yang kehilangan cahaya. Matanya pun lebih sering memandangi ujung jemarinya yang lentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun baru sebulan pernikahan mereka, rupannya Harun sudah mengenal kondisi istrinya bila ada sesuatu yang kurang pas dihati. Istrinya bertype terbuka. Apapun suasana hatinya, akan terpancar pada wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma, yang matanya yang indah selalu berbinar-binar, wajahnya putih. Pipinya selalu bersemu merah jika disanjung. Badannya proposional, rambutnya hitam lurus sampai di pinggang. Bila dia mau, mungkin dia bisa jadi aktris sinetron yang terkenal. Dia menyukai pakaian yang agak tertutup, walaupun tidak berjilbab. BIcaranya lembut dan indah didengar ditelinga. Bicaranya santun. Jahrah selalu memperhatikan raut wajah suaminya yang juga bersinar bila bercakap-cakap dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sekali dia mengatakan pada suaminya :” Kedatangan Asma membuatku tak nyaman!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini, Asma kembali berkunjung. Membawakan kue pisang belanda kesukaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak nggak? Asma menanyakan pada Harun tentang kue olahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu yang bikin, pasti enak deh!” Dengan bercanda Harun melempar pandang pada Jahrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun tertegun sejenak, dia melihat rona mendung meliputi wajah istrinya. Pias, mungkin itulah kata yang tepat. Ada sedikit rasa bersalah pada dirinya. “ Bagaimana aku harus bersikap?”. Harun Membatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun pun terdiam sejenak, membuat Asma sedikit terheran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai…bisa-bisanya ngelamun sambil makan!” Asma menggoyangkan kedua telapak tangan di depan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak tuh, Cuma berusaha menikmati kuenya! Apa nggak boleh!?” Harun berusaha mengelak pertanyaan itu, takut ketahuan jika dia sedang mengalami rasa yang serba salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma saudara sepupu dan teman terdekat saat kecilnya. Rasa sayang itu, tidaklah mungkin bisa dihilangkan. Kenangan masa kecil yang indah bersama Asma membuatnya kadang tersenyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjugan Asma yang rutin, merupakan hal yang disenanginya. Tapi Harun tahu, istrinya menyimpan sebuah beban. Pilihan sulit untuk menentukan sikap. Melarang Asma datang, berarti membuatnya kangen. Kangennya sering dibawa dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kedekatan suaminya yang ditakutkan, tapi Jahrah takut pesona Asma akan melunturkan ikatan cinta mereka. Kedekatan sebagai seorang saudara, mungkin akan berbalik menjadi api asmara yang tak bisa dipadamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya Jahrah tidak menyukai kunjungan Asma ke rumahnya. Tapi Asma selalu rutin berkunjung setiap minggu ke rumahnya dan selain berbincang dengan suaminya juga akrab dengan kedua putrinya. Jadi ketika Asma di rumahnya, Jahrah berusaha tetap hangat walaupun jauh didasar hati dia sangat tersiksa. Jahrah selalu menekankan pada dirinya bahwa Asma adalah saudara suaminya. Asma tidak punya salah padanya. Asma sempurna dimatanya karena Allah yang memberikan kecantikan itu. Kenapa harus membenci Asma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Jahrah selalu mendinginkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cantik sekali hari ini. Semoga pernikahan ini langgeng sampai kakek nenek!” Jahrah menyalami Asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hari ini dia begitu tulus berucap. Tidak ada beban. Serasa ikatan yang menghimpit kemudian lenyap bersama debu yang berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertemuan terakhir Jahrah dengannya. Hingga beberapa tahun, Jahrah seakan melupakan sosok yang sering membuat tidurnya terjaga di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------ooo-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masa 3 tahun cukup lama dilewati. Serasa baru kemarin Asma mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang hanya menimbulkan beberapa goresan pada tubuhnya, tapi berakibat fatal pada syarafnya. Saat kecelakaan itu, Asma mengalami muntah-muntah dan pingsan beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama setelah Asma pulang kampung. Barulah Jahrah bertemu kembali dengan suasana yang sangat berbeda. Pertemuan yang membuat Jahrah tidak berkedip memandang Asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya kelu untuk menyapa. Jantungnya berdegup kencap. Bukan cemburu seperti yang pernah dialaminya diawal perkawinannya, tapi keterkejutan Jahrah  ketika Asma menyalaminya dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lama nggak ketemu ya…Asma kangen!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami juga kangen lho! Udah 3 tahun nggak ketemu.” Jahrah merangkul Asma dengan erat. Kecemburuan yang pernah singgah di hatinya, membuatnya sedikit bersalah. Kondisi Asma yang luarbiasa mengejutkan, membuatnya berfikir ulang tentang sebuah “kecantikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat kunci rumahku?”. Asma bertanya pada orang disekililingnya. Dia pun sibuk merogoh kantong roknya, lalu mencari di atas meja tamu. Bolak balik ke kamar, dapur dan halaman. Nggak ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang serumah memandang sedih padanya. Pikun Asma mulai lagi. Tidakkah dia menyadari dirinya tinggal di rumah ini, rumah orangtuanya. Ada setetes air bening jatuh di pangkuan Jahrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah melihat Asma seperti perempuan berumur 50an. Asma yang baru berusia 30 tahun, terlihat kurus dan kusam. JIka kita berbincang padanya sering tidak nyambung. Asma seringkali lupa dengan apa yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Oh… aku tinggal di sini ya?” Asma bergumam sendiri. Ada senyum lembut di sudut bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi, aku belum sholat dzuhur. Maaf aku tinggal.” Kesopanan yang dimiliknya tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan Asma memang memudar, tapi sifat dasar yang dimilikinya masih ada : Lembut, Sopan dan suka tersenyum tetap ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah pun mendapat pencerahan arti sebuah kecantikan. Kecantikan tidak ada yang abadi. Kepribadian seseoranglah yang akan dibawa mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma meninggal dalam usia 32 tahun, dengan memberikan pelajaran tentang bagaimana kita seharusnya memandang kehidupan yang hanya sekali ini, membuat Jahrah tambah dekat dengan sang Pencipta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Teriring salam untuk semua yang aku kasihi di kota Samarinda : Alika, Ecce, Ayi, Jirin, Yuni)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-5967591579710664009?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/5967591579710664009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=5967591579710664009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5967591579710664009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5967591579710664009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/08/kecantikan-asma.html' title='Kecantikan Asma'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-8767176871968010003</id><published>2009-07-27T10:39:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:05:52.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Solidaritas Perempuan (?)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Akmal Sjafril, ST.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Rabu, 08 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu’alaikum wr. wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, nama Solidaritas Perempuan mencuat.  Diantara seruan-seruan untuk golput dan tidak golput menjelang Pemilu 2009, organisasi yang satu ini mengeluarkan seruan yang cukup unik : jangan pilih partai yang pro-poligami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah menyikapi poligami memang selalu erat kaitannya dengan aliran sekularisme-liberalisme.  Bagaikan sebuah aturan tak tertulis, siapa pun yang mau bergabung dalam barisan sekuler-liberal mestilah anti-poligami.  Tapi dalam beberapa kasus, terjadi juga pertentangan di kalangan mereka.  Masdar F. Mas’udi, misalnya, namanya tenggelam diantara rekan-rekan liberalisnya karena melakukan poligami.  Demikian pula Ade Armando, yang melakukan dua ‘dosa’ sekaligus dalam pandangan kaum liberalis, yaitu melakukan poligami dan mendukung UU Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kaum feminis dalam isu pornografi memang unik.  Mereka tidak terima jika kaum perempuan dituduh sebagai oknum yang dengan sengaja memancing hawa nafsu kaum lelaki.  Kalau ada yang mengatakan bahwa pornografi harus dilarang demi melindungi perempuan, maka mereka akan menuduh bahwa kita telah bertindak tidak adil karena justru menyalahkan korban, bukan pelaku kejahatannya.  Seolah-olah, kalau ada perempuan yang diperkosa, maka kubu anti-pornografi akan menyahut: “Rasain!  Siapa suruh ngumbar aurat sendiri!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Perlindungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya pernah bertanya: mengapa seorang lelaki bisa menikah dengan keputusan sendiri, sedangkan perempuan harus dinikahkan oleh walinya?  Apakah ini berarti perempuan tak mampu membuat keputusan sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat, dalam pelajaran Biologi SMA dulu, ada makhluk bersel satu yang jenis kelaminnya baru diketahui ketika ia kawin.  Pihak yang aktif itulah yang jantan, sedangkan yang pasif dianggap betina.  Sistem klasifikasi yang sekilas nampak konyol ini sebenarnya tidak terlalu naif, mengingat dalam kenyataannya memang demikianlah adanya.  Jenis kelamin jantan / laki-laki memang lebih aktif mencari pasangan.  Jenis kelamin betina / perempuan cenderung pasif, dan kalaupun dibilang aktif, maka hanya terbatas pada usaha menarik perhatian lawan jenisnya (misalnya pada berbagai spesies burung yang memamerkan bulu-bulu indahnya).  Meskipun kaum feminis selalu menolak tuduhan bahwa kaum perempuan gemar memancing syahwat lelaki, namun sebagian iklan produk-produk kecantikan di televisi menunjukkan fakta sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaktifan laki-laki ini membawa kita pada konsekuensi berikutnya.  Laki-laki bukan hanya memiliki fitrah untuk berpasang-pasangan, tapi juga untuk secara aktif dan sistematis mencari pasangan.  Kalau sudah pasang target, tentunya setelah itu ada perencanaan dan strategi.  Saking ambisiusnya, kadang segala cara pun dihalalkan, mulai dari rayuan gombal sampai pada penggunaan jasa paranormal dan dukun pelet.  Ini kenyataan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotnya, karena kecenderungannya adalah bersikap pasif (dan aktif sebatas usaha-usaha menarik perhatian lawan jenis), kaum perempuan jauh lebih tidak siap daripada lelaki dalam hal mencari pasangan.  Dengan trend masa kini yang membuat perempuan semakin terobsesi dengan kecantikan fisiknya sendiri, maka kaum lelaki pun makin mudah menyusun strateginya.  Yang lelaki nggombal, yang digombali pun ternyata senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran setan akan terjadi ketika perempuan semakin dimabuk oleh gombalisasi sang lelaki.  Senang fisiknya dipuja-puji, maka makin banyaklah yang diperlihatkan.  Win-win solution!  Ketika syetan mampir dan membisikkan godaan di dalam dada, maka perzinaan adalah opsi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak perlu berpihak pada para lelaki gombal, namun, kalau menggunakan akal sehat, kita juga tak boleh mengabaikan fakta bahwa perempuan memang cenderung lebih vulnerable dalam urusan mencari pasangan.  Kita sering mendengar kisah tentang lelaki yang selalu manis ketika pacaran, tapi tiba-tiba ringan tangan ketika sudah menikah.  Inilah contoh perempuan yang tertipu mentah-mentah oleh sikap lelaki yang tengah mendekatinya secara sistematis (tentunya kita berempati terhadap mereka yang tertipu).  Ini adalah fakta yang dapat kita jumpai sehari-hari, bukan khayalan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Harga Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi penolakan terhadap poligami, isu sentral yang dikemukakan adalah seputar harga diri.  Konon, poligami itu merendahkan perempuan.  Padahal poligami yang benar itu tidaklah ditutup-tutupi; artinya, seorang istri adalah seorang istri, tidak peduli istri keberapa.  Memperlakukan istri pertama dan istri kedua, ketiga, dan keempat, haruslah adil.  Islam tidak membenarkan diskriminasi perlakuan dalam praktek poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kaum feminis justru tak pernah mengoreksi kelakuan perempuan yang merendahkan kaumnya sendiri.  Jika isu utama adalah harga diri, maka seharusnya mereka pun mendemo Maria Eva, atau perempuan-perempuan simpanan para pejabat, atau para pelacur yang menjajakan kehormatannya dengan harga yang murah.  Oknum-oknum semacam inilah yang merongrong kaum perempuan sehingga harga dirinya jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap kaum feminis terhadap tindakan pamer aurat memang sangat mengherankan.  Mereka seolah tidak mau tahu pada kenyataan bahwa lelaki tak pernah menghormati perempuan yang mengumbar auratnya sendiri.  Bagi para lelaki hidung belang (yaitu yang senang dengan sajian aurat seperti itu), perempuan hanya barang.  Mendapatkan kesuciannya adalah sebuah kompetisi yang akan dibangga-banggakan bersama teman-temannya.  Ini rahasia umum, dustalah siapa pun yang menyangkalnya!  Siapakah yang merendahkan harga diri perempuan: yang semacam Dewi Persik dan Sarah Azhari, atau yang seperti Neno Warisman dan Yoyoh Yusroh?  Manakah yang lebih dihormati lelaki: perempuan yang mencari uang dari goyang erotis dan pose seksi, atau yang hidup terhormat sebagai pemimpin di rumah tangganya?  Jika ukurannya adalah kehormatan, dan bukan sekedar jumlah bayaran yang diterima, maka kedua kubu ini memang sangat tidak sebanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Playboy di Indonesia, suara kaum feminis justru tidak terdengar.  Padahal, bos jaringan internasional majalah Playboy adalah lelaki yang telah menginjak-injak martabat perempuan hingga ke derajat yang paling rendah.  Hugh Martson Hefner, kelahiran tahun 1926, dikenal memiliki banyak kekasih di luar istrinya sendiri.  Ini dilakukannya secara terbuka, dan seluruh dunia mengetahuinya.  Para lelaki hidung belang menganggapnya sebagai idola, karena bisa mengencani banyak perempuan tanpa ada yang protes.  Pada tahun 1999 saja, menurut catatan Wikipedia, Hefner mengencani tujuh perempuan sekaligus.  Jangan tanya permainan seks macam apa yang sudah terjadi di rumahnya.  Baginya, mendapatkan perempuan adalah perkara mudah saja, asal ada kesepakatan harga.  Apakah ada tokoh lain di masa kini yang lebih merendahkan derajat perempuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya gerakan feminisme di masa kini justru lebih banyak salah alamatnya, karena mendompleng gerakan sekularisme-liberalisme, yang sebenarnya justru sangat merendahkan perempuan.  Selama kaum feminis belum memahami kodrat perempuan yang sesungguhnya, dan mengakui fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di dunia ini, maka feminisme takkan pernah benar-benar memiliki andil dalam mengangkat derajat kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalaamu’alaikum wr. wb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-8767176871968010003?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/8767176871968010003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=8767176871968010003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8767176871968010003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8767176871968010003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/solidaritas-perempuan.html' title='Solidaritas Perempuan (?)'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110817728375717356</id><published>2009-07-19T09:57:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:55:30.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Doa Ibu untuk Anaknya</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;(Jalaluddin Rakhmat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ghaffar, ya Rahim&lt;br /&gt;Kau letakkan di rahim kami anak-anak ini&lt;br /&gt;Kau amanatkan diri-diri mereka pada lindungan kasih-sayang kami&lt;br /&gt;kau percayakan jiwa-jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami&lt;br /&gt;Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka dengan dekapan cinta kami&lt;br /&gt;Kau besarkan badan-badan mereka dengan aliran air susu kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kami, kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu&lt;br /&gt;kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu&lt;br /&gt;hawa nafsu telah menyeret kami untuk menelantarkan buah hati kami&lt;br /&gt;tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir mereka untuk berzikir kepada-Mu&lt;br /&gt;tidak sempat kami tuntun mereka untuk membesarkan asma-Mu&lt;br /&gt;tidak sempat kami tanamkan dalam hati mereka kecintaan kepada Nabi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan&lt;br /&gt;meninggalkan anak-anak kami dalam kekosongan dan kesepian&lt;br /&gt;Kami memoles wajah-wajah kami dengan kepalsuan&lt;br /&gt;membiarkan anak-anak kami meronta dalam kebisuan&lt;br /&gt;Kami terlena memburu kesenangan&lt;br /&gt;sehingga tak kami dengar lagi mereka menangis manja&lt;br /&gt;sambil memandang kami dengan pandangan cinta&lt;br /&gt;seperti dulu, ketika mereka mengeringkan air mata mereka&lt;br /&gt;dalam kehangatan dada-dada kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami&lt;br /&gt;menjadi pemberang, pembangkang, dan penentang-Mu&lt;br /&gt;Dosa-dosa kami telah membuat hati mereka&lt;br /&gt;keras, kasar, kejam, dan tidak tahu berterima kasih&lt;br /&gt;Sebelum Engkau ampuni mereka, Ya Allah ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah kami peluang untuk mendekap tubuh mereka&lt;br /&gt;dengan dekapan kasih sayang kami&lt;br /&gt;berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinga mereka&lt;br /&gt;ayat-ayat Alquran dan Sunnah Nabi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu&lt;br /&gt;dan memohon kepada-Mu seusai salat kami&lt;br /&gt;untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan anak-anak kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunkan kami di tengah malam untuk merintih kepada-Mu&lt;br /&gt;mengadukan derita dan petaka yang menimpa anak-anak negeri ini.&lt;br /&gt;Izinkan kami membasahi tempat sujud kami&lt;br /&gt;dengan air mata penyesalan akan kelalaian kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ya Jabbar, ya Ghaffar&lt;br /&gt;Anugerahkan kepada kami para pemimpin kami kearifan&lt;br /&gt;untuk mendidik anak-anak negeri ini dalam&lt;br /&gt;kesalehan Berikan kepada mereka petunjuk-Mu&lt;br /&gt;sehingga mereka menjadi suri teladan bagi kami dan anak-anak kami&lt;br /&gt;Limpahkan kepada mereka perlindungan-Mu&lt;br /&gt;supaya mereka melindungi kami dengan keadilan-Mu&lt;br /&gt;Jauhkan mereka dari kezaliman&lt;br /&gt;sehingga kami dapat mengabdi-Mu dengan tentram dan aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahman, ya Rahim&lt;br /&gt;Indahkan kehidupan kami dengan kesalehan anak-anak kami&lt;br /&gt;Peliharalah anak-anak kami yang kecil&lt;br /&gt;Kuatkanlah anak-anak kami yang lemah&lt;br /&gt;Sucikan kalbu mereka&lt;br /&gt;Bersihkan kehormatan mereka&lt;br /&gt;Sehatkan badan mereka&lt;br /&gt;Cerdaskan akal mereka&lt;br /&gt;Indahkan akhlak mereka&lt;br /&gt;Gabungkanlah mereka bersama orang-orang yang bertakwa kepada-Mu&lt;br /&gt;yang mencintai Nabi-Mu, keluarganya yang suci, dan sahabatnya yang mulia&lt;br /&gt;yang berbakti kepada orangtuanya yang bermanfaat kepada bangsanya&lt;br /&gt;yang berkhidmat kepada sesama manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Zat yang nama-Nya menjadi pengobat&lt;br /&gt;yang sebutan-Nya penyembuhan&lt;br /&gt;yang ketaatan-Nya kecukupan&lt;br /&gt;sayangi kami yang modalnya hanya harapan&lt;br /&gt;dan senjatanya hanya tangisan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110817728375717356?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110817728375717356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110817728375717356' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110817728375717356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110817728375717356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/02/doa-ibu-untuk-anaknya.html' title='Doa Ibu untuk Anaknya'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111402123756007969</id><published>2009-06-25T23:18:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T16:06:18.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Wanita Ahli Syurga</title><content type='html'>Oleh: Azhari Asri dkk.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Sumber: www.kotasantri.com)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan- kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya : “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni- penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :“…seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita- wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari- bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertakwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul- Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “…dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13). Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111402123756007969?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111402123756007969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111402123756007969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111402123756007969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111402123756007969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/wanita-ahli-syurga.html' title='Wanita Ahli Syurga'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-9167305887303575948</id><published>2009-06-23T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:59:20.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Penggalan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;oleh Ummu Mufais Jumat, 20/02/2009 13:45 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kasih Ibu kepada beta...tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan lagu di atas mengingatkan saya ketika kecil dulu, sering sekali saya menyanyikannya. Cinta Ibu tak dapat terbalaskan, mungkin itu kata-kata yang sering kita ucapkan sebagai anak, karena setiap Ibu selalu memberikan kasih sayangnya dengan tulus, pada anak-anaknya, tanpa meminta bayaran, atau balasan dari semua kasih sayang yang telah di berikannya. Namun adakalanya ketika anak-anak sudah besar banyak perbedaan yang menimbulkan pertengkaran pada keduanya. Keinginan-keinginan anak suka berbenturan dengan Orang tua, terutama Ibu. Kadang si Ibu ingin yang A, tapi si anak ingin yang B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi kalau saya lihat kehidupan di Jerman, banyak sekali perbedaan yang mencolok, antara orang tua dan anak, terutama ketika anak-anaknya mulai beranjak dewasa, kebebasan sudah mulai menjadi teman si anak, entah itu dari mulai senang pesta, merokok, dan berpakaian dengan model yang aneh-aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya si Ibu suka mungkin merasa anaknya sudah besar, adakalanya tidak. Seperti beberapa waktu lalu saya melihat di TV, ada seorang anak yang tidak di izinkan oleh ibunya untuk bergaul dengan anak-anak jalanan, umur mereka kira-kira 18 tahun, mereka seringnya kumpul-kumpul di tempat-tempat tertentu sambil minum-minuman keras. Tapi karena anak itu tidak terima saat di larang, maka dia pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Disinilah sebenarnya peran Orang tua menjadi tidak bermanfaat, karena mereka lebih memilih jalan hidup mereka sendiri dan kesenangan mereka. Sehingga melupakan Orang tuanya, yang telah melahirkan dan membesarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti susu di balas dengan air tuba, begitulah peribahasa yang sering kita dengar, ketika si anak mulai membangkang dan mulai mengabaikan semua keinginan serta nasehat orang tuanya. Kadang kesalahan tidak melulu pada si anak, kemungkinan besar ada juga pada orang tuanya yang kurang tegas pada si anak dan seringnya si anak di beri kelonggaran, sehingga buat si anak jadi terbiasa. Dan kebiasaan-kebiasaan buruk si anak yang tidak terkontrol, sehingga kebabalasan, yang akhirnya menjadi candu untuk anak itu sendiri. Saya melihat ada beberapa orang Jerman yang merasa berat untuk memiliki anak, sehingga mereka lebih suka memelihara anjing. Mungkin bagi mereka anjing lebih mudah di atur, tidak menyusahkan dan nurut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak punya tujuan dalam kehidupan ini, maka bagi mereka bila anak akan menyusahkan mereka, mengapa mereka pelihara, tapi ada juga orang Jerman yang punya anak banyak. Sebenarnya bukan anak-anak Jerman saja yang mempunyai karakter keras dan suka membangkang, anak-anak lain juga demikian, mungkin ini tergantung dari peran seorang Ibu di rumah, maka Ibu di katakan oleh Rosulullah sebagai " Sekolah " bagi anak-anaknya, mungkin itu maksudnya, anak-anak akan berakhlaq mulia, bila seorang Ibu baik dalam mendidiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya pernah bercerita, suatu hari temannya di kunjungi oleh Ibunya untuk membantu dia (temannya), yang baru saja melahirkan. Dan teman saya benar-benar sangat sedih, melihat perlakuan temannya itu terhadap ibunya, kata-katanya agak kasar dan kurang sopan, saya yang mendengar cerita itu, langsung teringat akan Ibu saya. Karena saat ini saya pun jadi seorang ibu dari 3 anak, saya ingin anak-anak saya berbakti pada kedua orang tuanya. Saya sendiri merasa belum sempat membalas kebaikan Ibu saya, yang sudah melahirkan saya ke dunia ini dan membesarkan saya. Beliau tidak bimbang ketika saya menikah dengan orang yang belum sama sekali beliau kenal, bahkan beliau mengikhlaskan ketika saya harus pergi jauh meninggalkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besarnya pengorbanan seorang Ibu, ketika melahirkan anaknya, Ibu berani mempertaruhkan nyawanya, dan dia rela membesarka anak-anaknya, dengan mengenyampingkan keinginannya, ibu menjaga anak-anaknya dengan penuh kasih sayang agar tumbuh dengan baik. Ketika anak-anaknya sudah besar, hanya Air mata saja yang sering menetes di pipinya, ketika si anak mulai melawan dan berkata kurang sopan, namun doanya tak pernah terputus, hingga kini. Doa yang senantiasa di panjatkannya demi untuk kebahagiaan anak-anaknya, serta kesuksesannya yang akan membawa keberkahan pada anak-anaknya, kadang anaknya mengklaim bahwa semua kesuksesan yang di dapat adalah hasil dari usahanya sendiri. Adakah kita sadar tanpa doa dari beliau belum tentu kesuksesan menghampiri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si anak mulai merasa, si Ibu mengganggu dalam rumah tangganya, maka dia pergi pindah menjauh dari rumah Orang tuanya, apa yang sudah di berikan oleh Ibunya sebagai bekal, sudah tidak berguna lagi, karena si anak sudah menjadi orang sukses, adakah Ibu meminta bagian dari hasil kesuksesan anak-anaknya, tidak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menyaksikan langsung, seorang ibu yang pikun akibat dari kelakuan jahat anak lelakinya, yang menjual rumahnya tanpa permisi oleh ibunya, padahal rumah itu adalah warisan dari suaminya yang telah pergi meninggalkannya lebih dulu. Apa yang di kerjakan oleh ibu yang sudah pikun itu sangat menyedihkan, karena kebiasaan si ibu menyapu halaman rumahnya setiap pagi, maka sering sekali ibu itu hilang dan di temukan sedang menyapu di tempat-tempat pembuangan sampah. Sungguh menyedihkan bukan. Inilah satu contoh kasih anak yang hanya sepanjang penggalan ( galah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kasih Ibu tak pernah terhenti, walaupun dera sakit yang di buat oleh si anak, serta kekecewaan yang di dapat.&lt;br /&gt;Itulah Kasih Ibu yang Indah dan tak terbalaskan, apa yang kita berikan tidak seberapa, dari apa yang sudah beliau berikan sejak kita masih dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kah kita merasakan hal itu saat ini....?, ketika kita sudah berumah tangga. Melahirkan dan membesarkan anak-anak kita seorang diri, tanpa bantuan dari siapa pun, adakah di benak kita untuk membalas semua yang telah di berikan oleh ibu kita...?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga ada di telapak kaki Ibu, itu bukan hanya kiasan, tapi kenyataan, kebanyak kan mereka yang sukses dalam bekerja dan berumah tangga, adalah hasil dari keikhlasan dan Do´a seorang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam QS. Al Ahqaaf 46 :15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a : ”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai, dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al Ahqaaf 46 :15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diperjelas, dalam sabda Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah r.a ;&lt;br /&gt;”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Ya, Rasulullah, siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku yang terbaik ?,&lt;br /&gt;jawab beliau, ”Ibumu !, dia bertanya, kemudian siapa ?&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Ibumu !, dia bertanya, kemudian siapa ?&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Ibumu !, dia bertanya, kemudian siapa ?&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Bapakmu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila kita ingin menggapai keridahoan dari Allah SWT, cintailah Orang tua kita, agar beliau senantiasa meridhoi kita dalam semua pekerjaan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rosululloh SAW : " Ridho ALLAH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu´alam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heidenheim, 16 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Teruntuk saudari2 ku yang sudah jadi Ibu dan yang mempunyai Ibu)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-9167305887303575948?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/9167305887303575948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=9167305887303575948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/9167305887303575948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/9167305887303575948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/02/kasih-ibu-sepanjang-jalan-kasih-anak.html' title='Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Penggalan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111356935291207730</id><published>2009-06-16T02:47:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T15:57:27.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Keledai Membaca...</title><content type='html'>Keledai Membaca ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, "Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas, "Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tak seperti itu;&lt;br /&gt;ketika membuka al Qur'an, membaca tanpa mengerti isi nya,&lt;br /&gt;ketika berdoa tak mengerti apa pula yg di amin kan,&lt;br /&gt;ketika sholat tak faham pula apa yg diucapkan,&lt;br /&gt;ketika menjalani kehidupan sehari hari tanpa tahu tujuan nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga,&lt;br /&gt;kita dapat membaca,&lt;br /&gt;tidak seperti keledai membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111356935291207730?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111356935291207730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111356935291207730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111356935291207730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111356935291207730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/keledai-membaca.html' title='Keledai Membaca...'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-5326607925841641414</id><published>2009-05-17T10:48:00.000+07:00</published><updated>2009-05-17T10:48:01.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Jumat, 10 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang di rahmati Allah, saya ingin tanya apa hukumnya atau dosanya kalau seorang wanita tidak sunat rasul(khitan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya punya teman wanita dia seorang mualaf tetapi dia tidak sunat rasul(khitan)alasanya di negara Islam lain seperti timur tengah banyak wanita Islam tidak sunat rasul(khitan)dia bilang sunat rasul hanya wajib bagi kaum laki-laki. Sedangkan untuk kaum wanita hukumnya sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas jawaban dan keterangan Ustadz saya mengucapkan ribuan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamualikum warahmatullahi wabarkatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hamba Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sebagian kalangan ulama, sunat atau khitan bagi wanita hukumnya mandub atau sunnah. Bukan merupakan sebuah kewajiban. Sehingga pernyataan teman wanita anda yang mengatakan bahwa hukumnya sunnah, memang tidak bisa disalahkan. Paling, menurut sebagian ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita telusuri dalam kitab-kitab fiqih, kita akan temukan beberapa pendapat ulama yang mengatakan bahwa khitan itu sunnah. Misalnya mazhab Maliki, mazhab Hanafi dan Hanbali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat mereka ini berlandaskan kepada dalil-dalil syar'i yang memang secara tegas menyebutkan kesunnahan khitan. Misalnya hadits berikut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW, "Khitan itu sunnah buat laki-laki dan memuliakan buat wanita." (HR Ahmad dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa khitan itu hukumnya wajib, bukan hanya untuk laki-laki tetapi juga untuk perempuan. Kita akan menemukan di dalam kitab-kitab fiqih lainnya, misalnya fiqih As-Syafi'i semisal kitab Almajmu' syarah Al-Muhazzab pada jilid 1 halaman 284/285.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga akan kita temukan di dalam kitab fiqih mazhab Syafi'i lainnya, misalnya kitab Al-Muntaqa jilid 7 halaman 232.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban khitan juga ada di dalam mazhab Hanbali, bila kita lihatkitab Kasysyaf Al-Qanna' jilid 1 halaman 80 dan juga kitab Al-Inshaaf jilid 1 halaman 123.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengatakan bahwa hukum khitan itu wajib baik baik laki-laki maupun bagi wanita. Dalil yang mereka gunakan adalah ayat Al-Quran dan sunnah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami wahyukan kepadamu untuk mengikuti millah Ibrahim yang lurus (QS. An-Nahl: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini, Allah memerintakan kita untuk mengikuti millah (ajaran) nabi Ibrahim as. Salah satunya adalah khitan.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits nabawi yang menegaskan bahwa nabi Ibrahim as melakukan syiar agama berupa khitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra. Berkata bahwa Rasulullah SAW bersbda, ï¿½Nabi Ibrahim as. Berkhitan saat berusia 80 tahun dengan kapak. (HR Bukhari dan muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga hadits yang berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potonglah rambut kufur darimu dan berkhitanlah (HR HR As-Syafi'i dalam kitab Al-Umm yang aslinya dri hadits Aisyah riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, ada juga pendapat yang mewajibkan khitan buat laki-laki, tetapi tidak wajib bagi perempuan. Pendapat ini dipengang oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, yaitu khitan itu wajib bagi laki-laki dan mulia bagi wanita tapi tidak wajib. (lihat Al-Mughni 1-85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum khitan, khususnya bagi perempuan. Semoga bermanfaat dan menambah sedikit wawasan kita tentang ilmu syariah. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-5326607925841641414?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/5326607925841641414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=5326607925841641414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5326607925841641414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5326607925841641414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/05/apa-hukumnya-wanita-tidak-khitan.html' title='Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan?'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-2175799827829330128</id><published>2009-05-12T10:47:00.000+07:00</published><updated>2009-05-12T10:47:00.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Fenomena Bencong di Teve</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Rabu, 08 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya gini ustadz, saya kok agak "gerah" melihat banyaknya acara-acara di televisi yang menampilkan mereka yang kita sebut "bencong". Sebetulnya bagaimana sih dalam pandangan Islam tentang mereka itu? Lalu sikap dan pandangan ustadz secara pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Nabil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kesalahan persepsi yang paling fatal adalah mengatakan bahwa menjadi bencong (waria) merupakan takdir atau kehendak Allah. Dan dikatakan bahwa itu merupakan pilihan hati yang harus dilindungi serta menjadi hak asasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah perkataaan yang paling dahsyat dan tuduhan yang paling nista yang dinisbatkan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu sama saja dengan seorang pelacur beralasan bahwa dirinya melacurkan diri karena kehendak Allah juga. Sehingga bila seseorang rela menjadi pelacur, maka itu merupakan hak asasi yang harus dilindungi.La haula wala quwwata illa billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bencong pada jelas bukan kehendak Allah SWT, sebab justru Allah SWT telah mengharamkan perbuatan itu. Bahkan lafadz haditsnya sampai kepada sebutan laknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para ulama mengatakan bahwa apabila dalam suatu larangan, Allah sampai mengancam dengan laknat, maka perbuatan itu merupakan dosa besar dan pelakunya berhak dihukum secara berat di hadapan mahkamah syar'iyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadits berikut ini tidak lepas dari ancaman dalam bentuk "Laknat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasululllah SAW telah melaknat laki-laki yang bergaya (menyerupai) perempuan, dan juga melaknat perempuan yang bergaya (menyerupai) laki-laki. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh malaikat, di antaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadis Riwayat Thabarani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang itu kehendak Allah, maka seharusnya tidak ada larangan untuk melakukan tindakan yang tidak senonoh itu. Dan kalau menjadi waria itu merupakan hak asasi, maka tidak perlu ada laknat dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar adalah bahwa menjadi waria atau bencong itu adalah sebuah tindakan yang dilakukan secara sadar, nyata, pilihan, dan tentunya sebuah dosa besar yang menurunkan laknat. Bukan sebuah takdir dari Allah, apalagi hak asasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PeranTV Dalam Menghancurkan Syariah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk peperangan umat Islam melawan kekafiran yang maha dahsyat adalah kampanye dan propaganda gaya hidup waria dan bencong. Nyaris semua televisi dan programnya tidak pernah melewatkan propaganda kufur yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba hitung lagi, nyaris hampir semua group lawak selalu ada bencongnya. Bahkan tanpa sadar, propaganda untuk menjadi bencong sudah ada sejak zaman dulu. Bayangkan, di masa yang masih sangat murni dan kental dengan agama, sudah banyak pelawak yang berkostum perempuan, meski saat itu nyaris semata-mata buat lucu-lucuan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 80-an sudah adaada Ester atau Joice yang mendampingi Jojon (Jayakarta Group). Di Srimulat ada Kabul yang berlagak jadi Tessy. Masih di zaman itu, dulu ada Karjo AC-DC yang juga selalu berdandan ala perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di zaman sekarang ini, gaya bencong itu bukan saja masih dipertahankan, tapi bahkan sudah jauh semakin merajalela. Bahkan sudah mendominasi.Hari ini nyaris semua bencong di pinggir jalan masuk TV. Termasuk juga para bencong salon, ikut-ikutan masuk ke TV kita, ditonton oleh jutaan pasanga mata yang mengaku beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini siapa yang tidak kenal tokoh lawak selalu tampil sebagai bencong? Siapa tidak kenal Dorce Gamalama (Dedi Yuliardi Ashadi), Olga, Tata Dado, Aming, Avi (Joko), Ivan Gunawan, Ruben, Dave Hendrikdan seterusnya. Penampilan bencog mereka di TV sudah sangat akrab di mata para pemirsa, sampai nyaris tidak ada lawakan kecuali selalu ada tokoh bencong ini tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para artis di Ekstravaganza selain Aming, yang lainnya juga pada rajin berpenampilan bencong. Seolah jadi bencong itu memang lucu dan silahkan ditertawai. Seakan sebuah lawakan masih kurang afdhal kalau tidak menampilkan bencog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yangamat menyedihkan adalah Irfan Hakim. Pemuda yang berbakat dan lulsan IAIN Sunan Gunung Djati ini ternyata juga sering latah ikut-ikutan tampil jadi bencong. Dia sering nongol sebagai perempuan di acara Ngelenong Nyok. Meski mengaku sudah tahu bahwa hal itu tidak boleh, tapi alasannya dia bilang ini kan cuma aksi panggung, bukan betulan. Jadi logikanya, kalau sekedar jadi bencong-bencongan, hukumnya tidak apa-apa. Yang haram adalah kalau jadi bencong betulan. Wah, ini ada mujtahid baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tessi Srimulat malah jauh lebih parah. Dia malah mengaku tidak tahu bahwa berpenampilan daya wanita itu haram. Majalah Sabili menuliskan wawancara dengan bencong TV ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah profesinya dipermasalahkan secara agama, Kabul Basuki yang lebih tenar dengan panggilanTessy menjawab, “Agama yang mana?” Tessy juga heran kalau perbuatannya itu terlarang dalam Islam. “Diharamkan? Wah, saya baru dengar. Saya nggak pernah dengar hal itu, ” ujar Kabul pada Sabili ketika dikonfirmasi tentang hadits yang melarang seorang laki-laki menyerupai wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: Bulan Bencong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah dari yang parah, kita harus mengurut dada kalau sudah masuk bulan Ramadhan. Bayangkan, sejak acara pengantar sahur hingga acara menjelang berbuka, semua diwarnai lelucon yang konyol. Hampir seluruh acara Ramadhan menampilkan sosok waria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena jahil atau karena ada unsur kesengajaan, yang pasti kita melihat fenomena aneh. Pengelola acara Ramadhan di televisi secara kompak, serempak, dan berjamaah dengan terang-terangan dan secara sengaja menampilkan kaum banci sebagai menu wajib yang harus dipelototi umat Islam. Dan itu akan mencapai puncaknya di masa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang seharusnya penuh berkah berubah kalau kita melihat TV, karena isinya kaum bencog merajalela. Tanpa sadar dan memperhatikan syariah, mereka tampil dengan ikhlas karena dapat bayaran yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Publik (LAMPIK), Mayjen Simanungkalit menilai sebagian besar acara Ramadhan di televisi swasta disusupi misi-misi yang menyesatkan, karenanya umat Islam diimbau agar tidak mudah terjebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya sedikit acara Ramadhan di televisi yang istiqomah pada misi dakwah, selebihnya justru disusupi misi-misi menyesatkan dan bahkan misi-misi setan, ” katanya kepada ANTARA di Medan, Rabu [26/09].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut alumni Fakultas Dakwah IAIN Medan yang juga Wakil Ketua GP Ansor Sumut itu, di antara ciri masuknya misi setan dalam acara Ramadhan di televisi terlihat dari upaya menonjolkan sosok waria atau manusia idiot menjadi tokoh utama dalam sebuah tayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranah Iklan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan demam bencong pun juga masuk ke ranah iklan. Salah satu operator seluer besar di negeri inigiat berdakwah mempopulerkan perbencongan ini. Jargonnya adalah "Kasih deh...." Seolah dalam benak pembuat iklan itu, kartunya akan laku karena para bencong se-Indonesia akan membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan ini juga telah menjadi kampanye terselubung yang masuk ke alam bawah sadar 200 juta muslim Indonesia, bahwa setidaknya menjadi bencong itu wajar, boleh, manusiawi, dan merupakan hak asasi yang harus dihargai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencong Betulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak artis yang merasa dapat rejeki kalau berpenampilan bencong, meski kesehariannya tidak demikian. Tapi jangan lupa, tidak sedikit dari mereka yang memang dalam kesehariannya memang bencong betulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah sekarang ini bencong sudah benar-benar diridhai, bukan sekedar lawakan lucu-lucuan, tetapi sudah dianggap sah, diakui hak-hak asasinya, dan dianggap sebagai kodrat dan takdir dari Allah. Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Bencong Bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menggigil kalau melihat bagaimana para bencong sudah merajalela di negeri ini. Dan mereka pun bersatu, saling bela dan saling dukung sesama penganut kebatilan. Mereka punya komunitas, bahkan punya oraganisasi serta rajin berbagi job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, era ini adalah era para bencong merajalela. Era di mana para ulama sudah hampir tidak terdengar suaranya, khususnya urusan perbencongan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 80-an, Buya Hamka ketika menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia pernah mengharamkan operasi ganti kelamin, karena para bencong sering melakukannya. Namun sampai hari ini, kami belum mendapat fatwa baru yang mengharamkan berpenampilan bencong, terutama terkait dengan maraknya kemunculan para bencong di layar TV. Padahal layar TV itu dipirsa oleh anak-anak dalam jumlah berjuta. Lalu mau dibawa ke mana anak-anak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami himbau kepada MUI untuk mengeluarkan fatwa haramnya mencari nafkah dengan menjadi bencong, baik di layar TV sebagai pelawak, penyanyi, artis, penghibur, atau pun sebagai pelacur di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat dalam hukum Islam, menjadi bencong atau berpenampilan waria hukumannya dari Allah sangat berat. Dan dari sisi hukum dunia, mereka bisa dihukum mati atau diasingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada teman-teman para da'i, mohon lebih sering diangkat tema anti bencong, karena sekarang ini bencong sudah menjadi penyakit besar. Harus ada kekuatan bersama untuk menolak keberadaan bencong, baik di TV atau tempat-tempat yang sekiranya akan merusak moral umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-2175799827829330128?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/2175799827829330128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=2175799827829330128' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2175799827829330128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2175799827829330128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/05/fenomena-bencong-di-teve.html' title='Fenomena Bencong di Teve'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-8892263638888006042</id><published>2009-05-06T10:53:00.000+07:00</published><updated>2009-05-06T10:53:00.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Tips menjadi orang yang paling bahagia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Imran Ahmad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Rabu, 08 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan menghapuskan keresahan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang yang ahli ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lalu telah berlalu, dan yang pergi telah mati. Jangan dipikirkan apa yang telah lalu, karena telah pergi dan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah qadha' yang telah pasti dan rezki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram, dosa akan diabaikan, Allah akan menjadi ridha, dan tekanan hidup akan terasa tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Tak ada yangharus anda lakukan terhadap orang yang membangkang, mendengki dan iri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebh baik di hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika anda melakukan terbaik dihari ini maka hari esok juga akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindarilah sesama manusia kecuali untuk perbuatan baik. Jadilah orang yang senantiasa berada di dalam rumah, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri anda, dan kurangilah berbaur dengan orang banyak (yang tidak membawa manfaat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semesta ini dibangun di atas sebuah keteraturan. Karena itu, pakaian, rumah, meja dan kewajiban anda harus dikerjakan dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah ketempat yang lapang, lihatlah kebun-kebun nan indah dan sibaklah ciptaan dan kreasi Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus berjalan-jalan dan berolah raga. Jauhi kemalasan dan ketidakberdayaan. Tinggalkan kekosongan dan pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah sejarah, pikirkan keajaiban-keajaibannya, renungkan keaneh-anehannya, simak kisah-kisah dan kabar-kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaharuilah hidup anda. Jadikan hidup Anda lebih bervariasi. Ubahlah rutinitas hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhi dan kurangi makanan-makanan prangsang misalnya, kopi dan teh, dan hati-hatilah terhadap rokok, Syisya dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kebersihan pakaian. Perhatikan bau badan. Perhatikan penampilan luar. Jangan lupa menggosok gigi dan memakai parfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membaca buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, bahwa Rabb sangat luas ampunan-Nya, menerima taubat, mengampuni hamba-hamba-Nya, dan menggantikan kejahatan dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah kepada Rabb atas nikmat agama, akal, kesehatan, penutup(aib), pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, serta nikmat-nikmat lainnya. Sebab, tidakkah anda tahu bahwa diantara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjarakan, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah bersama al-Qur'an, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab, ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertawakallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya, dan bergantulah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada Anda. Sambunglah tali silahturahmi orang yang memutuskan tali silahturahmi dengan Anda. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada Anda. Bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda, niscaya Anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah secara berulang-ulang "La Hawla wala quwwata illa billahi", karena bacaan ini akan membuat hati menjadi tentram, memperbaiki keadaan, membuat yang berat menjadi ringan, dan membuat Yang Maha Kuasa menjadi Ridha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah membaca istighfar, sebab dengan istighfar akan ada rezeki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu yang berguna, akan ada kemudahan, dan akan ada penghapusan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan, dan keluarga dengan kelegaan hati, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesulitan itu akan ada jalan keluar. Ketahuilah, bahwa keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari itu akan senantiasa bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimislah, jangan pernah berputus asa dan menyerah tanpa usaha. Berbaiksangkalah kepada Rabb. Dan, tunggulah segala kebaikan dan keindahan dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah pilihan Allah untuk Anda dengan gembira. Sebab, Anda tidak tahu tentang kemaslahatan. Bisa jadi kesulitan itu lebih baik daripada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb, akan mengajarkan kepada diri Anda bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri dari diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda membawa banyak kenikmatan dalam diri Anda, dan membawa pundi-pundi kebaikan yang Allah karuniakan kepada diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang agar Anda akan mendapatkan kebahagiaan dari menjenguk orang sakit, dari memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan dan dari mengasihi anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian. Tidak seorang pun yang lepas dari kesedihan, dan tidak seorang pun luput dari kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa dunia ini tempat cobaan, ujian, tantangan, dan kesedihan. Karena itu, terimalah ia apa adanya dan mintalah pertolongan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah dari orang-orang yang tekah terdahulu; yang pernah dikucilkan, yang pernah dipenjarakan, yang pernah dibunuh, yang pernah diuji, dan yang pernah dibuang dan dikeluarkan dari negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala dari semua yang menimpa Anda ada pada Allah, baik itu kesedihan, keresahan, kelaparan, kefakiran, rasa sakit, hutang dan musibah-musibah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba dan menambah pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan jangan menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan yang ditakuti orang itu tidak pernah terjadi. Kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tidak pernah terjadi. Di sisi Allah semua kecukupan, dan di sisi Allah lah semua pengawasan dan pertolongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-8892263638888006042?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/8892263638888006042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=8892263638888006042' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8892263638888006042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8892263638888006042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/05/tips-menjadi-orang-yang-paling-bahagia.html' title='Tips menjadi orang yang paling bahagia'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-989023319372185297</id><published>2009-05-01T10:45:00.000+07:00</published><updated>2009-05-01T10:45:01.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Bolehkah Wanita Jadi Satpam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Rabu, 01 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya membaca jawaban pak ustadz tentang shalat Jum'at satpam yang bergiliran, pak ustadz menyarankan bagaimana kalau satpam itu tidak hanya laki-laki, tetapi juga seorang wanita, sehingga apabila datang hari Jum'at, maka satpam tetap berjaga karena tidak ada kewajiban untuk shalat Jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya tanyakan adalah; apakah seorang wanita diperbolehkan keluar rumah untuk bekerja seperti seorang laki-laki? Sedang di dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab:33 Allah telah berfirman; Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saran pak ustadz berikutnya adalah bagaimana kalau satpam itu tidak hanya orang Islam tetapi juga orang non muslim. Seandainya saya dan teman saya yang non muslim bekerja sebagai satpam, bukannya di dalam Al-Qur'an, saya sebagai seorang muslim diwajibkan untuk berdakwah pada teman saya yang non muslim tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kalau seandainya teman saya yang non muslim telah diberi hidayah dan masuk Islam, bukannya shalat Jum'at itu akhirnya harus bergiliran juga pak ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas jawaban pak ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita boleh pergi keluar rumah, asalkan terhindar dari hal-hal yang diharamkan. Dan tentunya seizin dari wali atau suaminya. Ayat yang anda sebutkan itu menurut banyak ulama, tidak berlaku untuk semua wanita muslimah, kecuali hanya khusus buat para isteri Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita lihat dari ayat sebelumnya, jelas sekali bahwa khitab ayat ini ditujukan kepada para isteri nabi secara khusus. Bahkan disebutkan bahwa para isteri nabi tidak sama hukumnya dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS Al-Ahzab: 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, keberlakuan ayat ini untuk seluruh wanita muslimah, masih menjadi perdebatan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita berhak untuk mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, informasi dan sebagainya. Untuk itu, maka wajib ada dokter dan tenaga medis wanita, guru dan dosen wanita. Bahkan penjaga toko wanita, demi melayani semua kebutuhan wanita. Baik pakaian, makanan, atau pun semua yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang dilayani oleh laki-laki, maka sebaiknya semua dilakukan oleh sesama wanita. Termasuk tugas dan kerja satpam, sopir dan bahkan tukang ojek. Ini adalah hal yang tidak terhindarkan dan tidak bisa dipungkiri begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah wanita yang harus berobat itu harus diobati oleh dokter wanita? Dan bukankah untuk ke dokter dia harus naik angkutan? Maka harus ada bus khusus wanita, di mana sopir dan kondekturnya wanita. Bahkan harus ada tukang ojek wanita yang dikhususkan untuk para penumpang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pengamanan gedung pun mutlak membutuhkan satuan pengamanan wanita. Sebab di dalam gedung itu isinya tidak hanya melulu laki-laki. Pasti juga ada wanitanya juga. Dan tentu saja tenaga keamanan wanita pun mutlak diperlukan. Termasuk kebutuhan untuk menjaga saat shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang kafir yang dipekerjakan, tentu saja bila dia tidak masuk Islam, kita bebaskan dari tugas menjaga saat shalat Jumat. Untuk itu kita bisa menerima karyawan baru non muslim lagi untuk tenaga pengamanan. Tapi apa segampang itu dia masuk Islam, tentu tidak mudah untuk diprediksi. Tapi yang penting, selama masih non muslim, dia tidak wajib shalat jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-989023319372185297?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/989023319372185297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=989023319372185297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/989023319372185297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/989023319372185297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/05/bolehkah-wanita-jadi-satpam.html' title='Bolehkah Wanita Jadi Satpam'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-7928677125400803006</id><published>2009-04-25T10:51:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T10:51:00.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kepada Anakku Yang Durhaka</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Imran Ahmad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Selasa, 07 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku yang tercinta, ibu sangat menyayangkan kalau surat ini menjadi sarana komunikasi antara kita, akan tetapi dialah satu-satunya cara yang tersisa padaku, yang memungkinkan bagiku untuk memberitahukanmu tentang hal-hal yang harus kamu dengar dariku sebelum ibu meninggalkan kefanaan ini. Ibu, semenjak kamu menipu dan membuat ibu masuk ketempat (rumah sakit) ini, walaupun ibu tidak menginginkannya .. ibu tidak melihatmu kecuali sedikit sekali, oleh karena itu sekarang ibu ingin berbicara dan kamu akan mendengarkannya tanpa bisa memotong perkataan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku tercinta … ketika surat ini sampai kepadamu berarti ibu telah meninggalkan kehidupan ini, dan mungkin saja kamu tidak akan membaca suratku ini selama-lamanya, oleh karena itu ibu merasa merasa perlu menyebar-luaskannya sehingga orang selainmu ikut membacanya, dengan demikian setiap anak yang durhaka adalah anakku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wahai anakku, sesungguhnya ibu merasa akan mati dalam waktu dekat, dokter telah memberitahukan bahwa kondisi kesehatan ibu kian melemah … dan keengganan ibu untuk mengkonsumsi obat membuat ibu membutuhkan darah tambahan dalam jumlah besar … ketika itu ibu berusaha untuk bersikeras agar tidak makan obat … akan tetapi kehendak dokter memaksaku untuk menyetujuinya karena ibu adalah seorang wanita yang mengimani bahwasanya darah-darah tersebut tidak akan mengembalikan sisa-sisa kehidupan ke-hati dan ruhku … karena pada detik-detik ini ibu melihat sayap-sayap malaikat maut didalam kamarku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku, janganlah mengira, bahwa ibu dengan kata-kata ini berusaha untuk menarik simpatimu agar datang kepadaku. Tidak, bukan ini tujuan dan maksudku, karena ibu telah wasiatkan kepada pembawa surat ini agar tidak menyerahkannya kepadamu kecuali setelah ibu meninggalkan kehidupan. Karena ibu tahu bahwasanya selama ibu masih hidup kamu tidak akan membacanya, akan tetapi mungkin kamu akan membacanya setelah kematianku, karena kamu tahu bahwa dengan membacanya setelah kematianku tidak akan memberikan tanggung jawab apa-apa .. akan tetapi ini bukan berarti ibu tidak berangan-angan untuk melihatmu terakhir kalinya sebelum ibu mati, bukan saja karena ibu merindukanmu … akan tetapi juga karena lain-lain hal …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : ibu tidak ingin melewatkan sa’at-sa’at terakhir umur ibu sendirian, hanya ditemani oleh ketakutan-ketakutan dan pikiran-pikiran. Ibu berangan-angan seperti seorang muslim lainnya, pada sa’at-sa’at seperti itu mendapatkan orang yang menghormati ke-manusiaan-ku dan memperhatikan urusanku, mengarahkan wajahku kekiblat, dan mentalkinkanku dua kalimat syahadat serta mendo’akan rahmat untukku … apakah berlebihan apabila ibu berangan mendapatkan hak ibu yang islam sendiri telah menjaminnya untukku?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kesendirian yang ibu perhatikan pada kebanyakan wanita sepertiku mendorongku mengangankan apa yang ibu angankan … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kematian ditempat ini tidak ada harganya .. karena si sakit tidak lebih dari tempat tidur yang kosong pada hari pertama untuk diisi pada hari berikutnya oleh pesakitan lain, menanti gilirannya diatas papan penantian! Karenanya ibu tidak terlalu bersedih mendengar kematian salah seorang pasien. Kesedihanku yang paling besar adalah ketika ibu tahu bahwa dia, disa’at-sa’at kematiannya sendirian, tidak ada orang disisinya yang mentalkinkannya .. tidak ada orang yang dicintainya yang meneteskan air mata sedih karena kapergiannya .. selain dari air mata teman-teman sesama pasien yang sama-sama meniti jalan kesedihan … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : sesungguhnya ibu ingin mema’afkanmu .. dan ini tidak bisa ibu lakukan apabila kamu tidak datang kepadaku dengan air mata penyesalan diwajahmu seraya kamu berkata, “Ma’afkan saya Ibu” … tahukah kamu, kalau kamu melakukan ini ibu akan melupakan semua masa lalumu, dan ibu akan berdo’a kepada Allah agar Ia mengampuni segala kesalahanmu terhadapku. Ibu akan memohon dengan merendahkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada-Nya agar akhir hayatmu tidak seperti akhirku … akan tetapi ibu yakin bahwa kamu tidak akan melakukannya … dan kamu tidak akan datang … oleh karena itu janganlah menanti ma’af dariku wahai anakku … karena ibu, walaupun mema’afkanmu .. ibu tidak akan menjamin bahwa kamu akan selamat dari azab Allah yang tidak pernah lupa dan tidak tidur … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibumu yang terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dapat dari Abuz Zubeir Al Hawaary, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-7928677125400803006?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/7928677125400803006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=7928677125400803006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/7928677125400803006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/7928677125400803006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/kepada-anakku-yang-durhaka.html' title='Kepada Anakku Yang Durhaka'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-1446664422243563368</id><published>2009-04-22T10:56:00.000+07:00</published><updated>2009-04-22T10:56:01.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Kecantikan Asma</title><content type='html'>Selasa, 24 Maret 2009 00:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin membelai wajahnya, terasa sejuk sapaan pagi itu. Langit masih tersaput kelabu yang malu-malu di intip sang surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah membuka jendela kamarnya tepat setelah shalat pagi ini. Dia menarik nafas dengan lembut, merona wajahnya di depan jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alangkah sempurnya sang Pencipta alam ini!". Suaranya lirih terdengar bagaikan bisikan dari syurgawi, dia sangat terpukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah aku tertinggal lagi?” Matanya mencari-cari. Dipandanginya langit yang mulai memerah, langit tak lagi nampak muram. Sang surya telah menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan untuk menyapa alam setiap pagi, terasa kurang lengkap bila belum menangkap segerombolan burung yang terbang melintasi halaman rumahnya. Pagi ini dia merasakan sedikit kekosongan. Burung pipit biasanya selalu bernyanyi untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin besok aku dapat melihatnya lagi”. Diayunkannya langkahnya keluar kamar. Suaminya terlihat segar. Habis mandi rupanya. Tercium wewangian kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah melebarkan langkah, takut terlambat ke dapur. “Beberapa minggu ini aku sering membuat nasi goreng. Bikin special aja ya?” Jahrah bergumam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya yang lincah membuat omelet telur dicampur jagung rebus. Tak lupa dia membakar roti yang dioles mentega. Sambil bersenandung kecil menyanyikan lagunya Aa Gym yang berjudul “Jagalah Hati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia melihat mesin cuci disudut dapur dekat dengan pintu kamar mandi, dia bergegas melangkahkan kaki dan menekan tombol “ON”. Tadi malam dia lupa mencuci pakaian. Jahrah sangat bersyukur dengan kemajuan tekhnologi sekarang yang sangat membantu pekerjaannya. Memasak sambil mencuci pakaian bisa dilakukan dalam satu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah menata meja makan serapi mungkin, dihidangkannya omlet dipiring yang berwarna hijau yang senada dengan seprai meja makan yang berwarna hijau pula. PIringnnya agak lebar, dihiasinya potongan tomat segar berwarna merah disekeliling piring. Tak lupa ditaburkannya potongan daun seledri diatas omlet kesukaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roti bakar hangat, ditambah teh wangi yang hangat, membuat suaminya bersemangat memakan sarapannya. Didampingi istrinya yang telah mengganti baju dapurnya dengan pakaian yang rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah tidak ingin kalah rapi dengan teman-teman kerja suaminya yang perempuan. Mereka pasti rapi dan wangi di kantor suaminya. Oleh karena itulah Jahrah tidak pernah lupa untuk menyemprotkan sedikit wewangian, agar suaminya merasa nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trim’s honey”, kata Harun suaminya sambil mengecup kening istrinya. Harun sangat mencintai istrinya. Harun sangat menghargai perhatian istrinya yang selalu membuatnya merasa nyaman. Dirangkulnya lama… seakan tidak ingin melepaskan dekapannya. Serasa daun-daun hijau ditetesi embun pagi, memberi kesejukan, ketenangan, rasa nikmat yang teramat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------ooo-------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun sampai di kantor dengan perasaan nyaman. Ketenangan yang tidak di dapatkan begitu saja. Istrinya selalu mengingatkannya berdo’a, dan selalu berpesan : “Bang, ingatlah jika kamu bekerja adalah ibadah. Bukan semata-mata hanya ingin mendapatkan materi.” Hatinya selalu sejuk dan bersyukur di anugerahi istri yang sholeha. Tak ada sedikit pun penyesalan dalam menentukan pilihan, walaupun banyak rekan yang tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kantornya, dia pun tak lupa mengucapkan puji dan syukur ke hadirat-Nya, bersyukur atas perjalanannya yang aman dan selamat sampai di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai.. lihat Harun nih! Temannya pada memperhatikannya dan melihat jam yang ada di dinding kantor ruang tunggu. Tepat jam 8 pagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya selalu meledeknya karena Harun terlalu “on time” jam kerjanya. Datangnya tepat jam 8. Pulang pun jam 4 sore, tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu seperti robot aja, masa  datang dan pergi seakan memakai remote control!” Rame! Kawannya berseloroh di suatu acara makan siang bersama di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Remote control apaan tuh! Jadi orang itu jangan ngaret! Datang dan pulang on time, menandakan aku telah bekerja maksimal. Bayangkan kalian semua, tiap hari lembur terus. Kasihan yang di rumah, dapat cape’nya aja. Iya nggak?! Dengan terkekeh Harun mencounter balik lawan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawannya sih, sudah tahu betapa belagunya si Harunn. Harun sosok yang seriusan dalam bekerja. Untuk urusan cari istripun dia termasuk yang  sangat selektif. Makanya umur 35 tahun baru dapat yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu nggak salah pilih ? Banyak yang lebih cantik. Misalnya Amy, Ninning, Jamilah dan….” Bakri terhuyung hampir jatuh. Harun mendorongnya agak kuat, untuk menghentikan ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu ini bagaimana sih? Masa cewe-cewe murahan begitu yang di sodorin! Nggak dimintapun mereka datang. Aku lelaki yang suka tantangan dan orisinil. Bukannya seperti mereka yang make up setebal satu meter, pakaian yang kurang kain, bicarapun mendesis-desis!” Monyong bibir Harun memperagakan cewe-cewe genit yang dibicarakannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun ingat ketika dia memutuskan untuk menikahi Jahrah, banyak sekali nada-nada sumbang yang mempertanyakan pilihan Harun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu khan seorang eksektuif?, mengapa pilih istri yang wajah maupun penampilannya biasa-biasa saja?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun biasanya hanya tersenyum dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Dia merasa tidak perlu menjelaskan bahwa istrinyalah yang membuat dia mendapat hidayah. Istrinya mampu menularkan semangat untuk selalu memperbaiki diri, mengingatkan untuk selalu mensyukuri apapun yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kalian pada sewot pada pilihanku? Yang akan nikah itu aku!” Ditunjuknya dadanya, Harun senyum simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huh…perjaka ting-ting!” Serempak suara temannya memberikan balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, teman-temannya semua pada nikah. Urusan mencarikan jodoh untuk  Harun semua pada kompak. Kompak untuk membandingkan, gadis mana yang cocok untuknya. Kelihatannya semua pada repot untuk menilai  : Apakah ada keluarganya yang masih gadis : Temannya punya teman yang masih gadis, ataupun penjelajahan di sekitar rumah. Seperti orang yang akan kampanye aja tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dunia ini hanya ada satu tempat yang selalu aku rindukan!” Dengan mimik wajah yang serius dia memelototi teman kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alah…kamu itu, semua orang udah tahu, kamu kan orang rumahan. Mau terus ngemong istri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------ooo--------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah siap menyambut suamiku!” Jahrah memperhatikan penampilannya. Berputar-putar di depan cermin. Kemudian sedikit tercenung. Wajahnya pias, tersirat kecemasan yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wajahku mulai berkerut. Ada kerutan kecil di sudut-sudut mata.” Dengan cemas dia mulai menyentuhnya. Dia merasa penuaan mulai mendatangi. Ada kebimbangan yang dalam. Hening sejenak. Tak tahu apa yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tahu, teman-teman suaminya sangat detail memperhatikannya. Bila acara kumpul bareng, seakan Jahrah ingin diterkamnya. Keinginan untuk menyatu, tertapis tatapan yang kurang bersahabat. Ada sejumput luka di relung hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia kasihan pada Harun. Berulang kali dia menolak dengan berbagai alasan, tapi Harun selalu mampu membuatnya takluk dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ponselnya berdering, Jahrah langsung meraih teleponnya yang telah diletakkan di meja didepannya. Mejanya bundar berwarna coklat dialas kain bundar yang berwarna hijau yang terbuat dari kayu jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam”, Jahrah menjawab telepon dengan santai menjulurkan kakinya dilantai teras, yang terbuat dari ubin yang berwarna hijau muda yang diberi ornament bunga-bunga kecil dan  berwarna merah campur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya bu, jika sore hari saya tidak bisa”, Jahrah menjawab dengan lembut untuk menolak permintaan rapat mendadak ibu-ibu majlis ta’lim di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya bu, saya tidak bisa hadir. Suamiku belum datang!” Dengan lembut Jahrah menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pergi dari rumah, dia akan selalu minta restu suaminya. Perasaannya akan bimbang, bila dia tidak yakin suaminya mengijinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum”, Harun menghampiri istrinya dan merangkul pundaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bidadariku, sambutlah kandamu yang lelah ini. Obatilah hati yang  rindu ini!” Senyuman Harun melebar, ketika dilihatnya Jahrah sedikit manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah… baru datang, udah godain! Malu didengar anak-anak.” Akhirnya bibir Jahrah merekah kembali. Senyumnya segar. Wajahnya bercahaya terpantul cahaya sore yang berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesegaran pada istrinya di sore ini dan membuat lelahnya seakan hilang. Inilah yang selalu dirindukannya. Pulang disambut istri. Wangi lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang cemburu hal biasa dalam rumah tangga. Kecemburuan adalah bumbu penyedap untuk kemesraan yang monoton. Kecemburuan sekali-kali diperlukan agar bisa survive menjalani bahtera yang bernama rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan perlu ada dan perlu dikelola. Kehangatan, rasa sayang, terutama cinta pada pasangan tetap dapat mekar. Seperti tanaman yang harus selalu disiram, dipangkas batang yang mengganggu, mengganti tanahnya agar tumbuhnya lebih subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan cemburu, Jahrah jauh dari sifat itu. Dia type wanita yang selalu berbicara dengan fakta. Kata orang, perempuan selalu bicara dengan hati, maka Jahrah pengecualiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cemburunya kadang selintas hadir bila suaminya berbincang-bincang dengan perempuan cantik di dekatnya. Kolega suaminya sepertinya nggak ada yang jelek di matanya. Mereka semua anggun dan professional. Dibanding dirinya? Orang rumahan, apa yang dapat dibanggakannya? Tapi kecemburuanya mampu dialihkan dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal pernikahan, Jahrah mengalami kecemburuan yang tak diinginkannya. Seperti mata tombak yang tak mau lepas dari ulu hati. Dalam, berdarah! Dibawa dalam tangis diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa aku ini? Kenapa aku menangis? Apa yang salah?” kata-kata itu selalu diucapkannya untuk menetralkan jantungnya yang ingin melompat. Badan serasa terhimpit berton-ton dinding batu. Mulutpun ingin mengeluarkan sumpah serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah tidak ingin merasakannya, tapi badannya tak ingin di ajak kompromi. Dia berontak dengan suara hatinya. Berusaha menghembuskan nafas berkali-kali. Dia pun pasrah. “Aku cemburu!” Desisnya di depan cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan sepupu Harun setiap minggunya, membuat jantungnya berdegub kencang. Ada keinginan untuk menolak kehadirannya, tapi tak mampu berucap. Hanya sesungging senyum, mengulurkan tangan. Menyambut kedatangan tamu yang tak diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma, begitulah nama tamu itu. Asma dan Harun sangat akrab. Menurut Jahrah, itu tidak etis. Mungkin sebelum Harun menikah, itu hal yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak suka dengan kedatangannya?” Berbisik Harun pada suatu senja. Jahrah terlihat sedikit kikuk, wajahnya bagai rembulan yang kehilangan cahaya. Matanya pun lebih sering memandangi ujung jemarinya yang lentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun baru sebulan pernikahan mereka, rupannya Harun sudah mengenal kondisi istrinya bila ada sesuatu yang kurang pas dihati. Istrinya bertype terbuka. Apapun suasana hatinya, akan terpancar pada wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma, yang matanya yang indah selalu berbinar-binar, wajahnya putih. Pipinya selalu bersemu merah jika disanjung. Badannya proposional, rambutnya hitam lurus sampai di pinggang. Bila dia mau, mungkin dia bisa jadi aktris sinetron yang terkenal. Dia menyukai pakaian yang agak tertutup, walaupun tidak berjilbab. BIcaranya lembut dan indah didengar ditelinga. Bicaranya santun. Jahrah selalu memperhatikan raut wajah suaminya yang juga bersinar bila bercakap-cakap dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sekali dia mengatakan pada suaminya :” Kedatangan Asma membuatku tak nyaman!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini, Asma kembali berkunjung. Membawakan kue pisang belanda kesukaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak nggak? Asma menanyakan pada Harun tentang kue olahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu yang bikin, pasti enak deh!” Dengan bercanda Harun melempar pandang pada Jahrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun tertegun sejenak, dia melihat rona mendung meliputi wajah istrinya. Pias, mungkin itulah kata yang tepat. Ada sedikit rasa bersalah pada dirinya. “ Bagaimana aku harus bersikap?”. Harun Membatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun pun terdiam sejenak, membuat Asma sedikit terheran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai…bisa-bisanya ngelamun sambil makan!” Asma menggoyangkan kedua telapak tangan di depan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak tuh, Cuma berusaha menikmati kuenya! Apa nggak boleh!?” Harun berusaha mengelak pertanyaan itu, takut ketahuan jika dia sedang mengalami rasa yang serba salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma saudara sepupu dan teman terdekat saat kecilnya. Rasa sayang itu, tidaklah mungkin bisa dihilangkan. Kenangan masa kecil yang indah bersama Asma membuatnya kadang tersenyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjugan Asma yang rutin, merupakan hal yang disenanginya. Tapi Harun tahu, istrinya menyimpan sebuah beban. Pilihan sulit untuk menentukan sikap. Melarang Asma datang, berarti membuatnya kangen. Kangennya sering dibawa dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kedekatan suaminya yang ditakutkan, tapi Jahrah takut pesona Asma akan melunturkan ikatan cinta mereka. Kedekatan sebagai seorang saudara, mungkin akan berbalik menjadi api asmara yang tak bisa dipadamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya Jahrah tidak menyukai kunjungan Asma ke rumahnya. Tapi Asma selalu rutin berkunjung setiap minggu ke rumahnya dan selain berbincang dengan suaminya juga akrab dengan kedua putrinya. Jadi ketika Asma di rumahnya, Jahrah berusaha tetap hangat walaupun jauh didasar hati dia sangat tersiksa. Jahrah selalu menekankan pada dirinya bahwa Asma adalah saudara suaminya. Asma tidak punya salah padanya. Asma sempurna dimatanya karena Allah yang memberikan kecantikan itu. Kenapa harus membenci Asma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Jahrah selalu mendinginkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cantik sekali hari ini. Semoga pernikahan ini langgeng sampai kakek nenek!” Jahrah menyalami Asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini dia begitu tulus berucap. Tidak ada beban. Serasa ikatan yang menghimpit kemudian lenyap bersama debu yang berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertemuan terakhir Jahrah dengannya. Hingga beberapa tahun, Jahrah seakan melupakan sosok yang sering membuat tidurnya terjaga di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------ooo-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa 3 tahun cukup lama dilewati. Serasa baru kemarin Asma mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang hanya menimbulkan beberapa goresan pada tubuhnya, tapi berakibat fatal pada syarafnya. Saat kecelakaan itu, Asma mengalami muntah-muntah dan pingsan beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama setelah Asma pulang kampung. Barulah Jahrah bertemu kembali dengan suasana yang sangat berbeda. Pertemuan yang membuat Jahrah tidak berkedip memandang Asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya kelu untuk menyapa. Jantungnya berdegup kencap. Bukan cemburu seperti yang pernah dialaminya diawal perkawinannya, tapi keterkejutan Jahrah  ketika Asma menyalaminya dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lama nggak ketemu ya…Asma kangen!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami juga kangen lho! Udah 3 tahun nggak ketemu.” Jahrah merangkul Asma dengan erat. Kecemburuan yang pernah singgah di hatinya, membuatnya sedikit bersalah. Kondisi Asma yang luarbiasa mengejutkan, membuatnya berfikir ulang tentang sebuah “kecantikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat kunci rumahku?”. Asma bertanya pada orang disekililingnya. Dia pun sibuk merogoh kantong roknya, lalu mencari di atas meja tamu. Bolak balik ke kamar, dapur dan halaman. Nggak ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang serumah memandang sedih padanya. Pikun Asma mulai lagi. Tidakkah dia menyadari dirinya tinggal di rumah ini, rumah orangtuanya. Ada setetes air bening jatuh di pangkuan Jahrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah melihat Asma seperti perempuan berumur 50an. Asma yang baru berusia 30 tahun, terlihat kurus dan kusam. JIka kita berbincang padanya sering tidak nyambung. Asma seringkali lupa dengan apa yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Oh… aku tinggal di sini ya?” Asma bergumam sendiri. Ada senyum lembut di sudut bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi, aku belum sholat dzuhur. Maaf aku tinggal.” Kesopanan yang dimiliknya tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan Asma memang memudar, tapi sifat dasar yang dimilikinya masih ada : Lembut, Sopan dan suka tersenyum tetap ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahrah pun mendapat pencerahan arti sebuah kecantikan. Kecantikan tidak ada yang abadi. Kepribadian seseoranglah yang akan dibawa mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma meninggal dalam usia 32 tahun, dengan memberikan pelajaran tentang bagaimana kita seharusnya memandang kehidupan yang hanya sekali ini, membuat Jahrah tambah dekat dengan sang Pencipta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Teriring salam untuk semua yang aku kasihi di kota Samarinda : Alika, Ecce, Ayi, Jirin, Yuni)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-1446664422243563368?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/1446664422243563368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=1446664422243563368' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/1446664422243563368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/1446664422243563368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/kecantikan-asma.html' title='Kecantikan Asma'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-7548761796406535357</id><published>2009-04-20T10:41:00.002+07:00</published><updated>2009-04-20T10:41:00.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Wanita Karir Kerja di Luar Rumah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: warnaislam.com, Ahad, 12 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum ust yang mulia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi ini banyak kita temukan wanita karir. yang ingin saya tanyakan, bagaimana jika wanita karir ini sudah menikah? Bukankah wanita harus taat kepada suaminya, wanita tidak boleh keluar rumah tanpa izin dari suaminya dan juga keluar rumah apabila ada keperluan saja.. Bagaimana menanggapinya ya ustaz? Syukran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Islam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita di dalam rumah. Tidak seperti yang banyak dipahami orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW melarang orang yang melarang wanita mau datang ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Umar dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu mencegah perempuan-perempuan untuk pergi ke Masjid, sedangkan rumah mereka itu lebih baik bagi mereka.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dan lafadz ini dari Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah Bin Umar dia berkata, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang perempuan di antara kamu minta izin (untuk berjama’ah di masjid) maka janganlah mencegahnya”. (HR Al-Bukhari dan Muslim, lafadz ini dari Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu mencegah kaum wanita untuk pergi ke masjid, tetapi hendaklah mereka keluar tanpa wangi-wangian.” (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di masjid sudah bisa dipastikan banyak orang laki-laki. Dan perjalanan dari rumah ke masjid serta begitu juga kembalinya, pasti akan bertemu dengan lawan jenis yang bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan masjid Nabawi di masa Rasulullah SAW tidak ada hijabnya. Tidak seperti masjid kita di zaman sekarang ini yang ada tabir penghalangnya. Di masa kenabian, posisi jamaah laki-laki dan jamaah wanita hanya dipisahkan tempatnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaf laki-laki di bagian depan dan shaf wanita di bagian belakang. Anak kecil yang laki di belakang shaf laki dan anak kecil perempuan berada di sfah terdepan dari shaf perempuan. Dan tidak ada kain, tembok, tanaman atau penghalang apapun di antara barisan laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau dikatakan bahwa wanita itu haram keluar rumah, harus lebih banyak dikurung di dalamnya, rasanya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masa Rasulullah SAW dan salafus-shalih. Boleh dibilang mengurung wanita di dalam rumah adalah sebuah perkara bid'ah yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Rasulullah SAW: Khadidjah radhiyallahu anha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi di dalam kamarnya. Sebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis. Bahkan sebelum beliau menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke negeri Syam. Setelah menikahinya, tidak berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan harta hasil jerih payah bisnis Khadijah ra itu amat banyak menunjang dakwah di masa awal. Di masa itu, belum ada sumber-sumber dana penunjang dakwah yang bisa diandalkan. Satu-satunya adalah dari kocek seorang donatur setia yaitu isterinya yang pebisnis kondang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak bisa dibayangkan kalau sebagai pebisnis, sosok Khadijah adalah tipe wanita rumahan yang tidak tahu dunia luar. Sebab bila demikian,&lt;br /&gt;bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya itu dengan baik, sementara dia tidak punya akses informasi sedikit pun di balik tembok rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk keluar rumah mengurus bisnisnya. Bahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab sejarah mencatat bahwa Khadijah ra. dikaruniai beberapa orang anak dari Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Rasulullah SAW: 'Aisyah radhiyallahu anha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Khadijah, Rasulullah beristrikan Aisyah radhiyallahu anha, seorang wanita cerdas, muda dan cantik yang kiprahnya di tengah masyarakat tidak diragukan lagi. Posisinya sebagai seorang isteri tidak menghalanginya dari aktif di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa Rasulullah masih hidup, beliau sering kali ikut keluar Madinah ikut berbagai operasi peperangan. Dan sepeninggal Rasulullah SAW, Aisyah adalah guru dari para shahabat yang memapu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Aisyah ra. pun tidak mau ketinggalan untuk ikut dalam peperangan. Sehingga perang itu disebut dengan perang unta (jamal), karena saat itu Aisyah radhiyallahu anha naik seekor unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Pekerjaan Yang Hanya Bisa Ditangani Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar rumahnya seorang wanita untuk bekerja pada hakikatnya memang dibenarkan dalam syariat Islam. Tapi memang tidak semua bentuk pekerjaan boleh dilakukan oleh para wanita. Hukumnya haram kalau wanita yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, realitas syariah menetapkan ada juga begitu banyak pekerjaan yang justru haram dilakukan oleh laki-laki. Harus dikerjakan oleh para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau sampai para wanita dilarang mengerjakan pekerjaan yang memang menjadi tugasnya secara syar'i, jelaslah kita telah menjerumuskan umat Islam ke dalam lembah yang diharamkan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya tugas membantu para wanita bersalin. Harusnya bukan dokter atau bidan laki-laki. Hukumnya justru haram kalau dokternya laki-laki. Dan sebaliknya, hukumnya fardhu bagi wanita untuk membantu proses persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sekian juta wanita muslimah wajib keluar rumah untuk menjadi dokter dan para medis di klinik, rumah sakit, lab, dan sejenisnya. Karena ada sekian ratus juta penduduk dengan jenis kelamin wanita. Mereka butuh pelayanan kesehatan yang terkait dengan fisik. Maka hanya para wanita saja yang boleh melayani mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih besar dari itu, Islam mewajibkan para wanita belajar dan bersekolah, bukan hanya sampai tingkat pendidikan wajib 9 tahun, tapi juga sampai posisi yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk itu wajib ada guru yang berjenis kelamin wanita. Karena idealnya, harus ada sekolah khusus untuk para wanita. Dan oleh karena itu dibutuhkan jutaan guru yang berjenis kelamin wanita. Mereka wajib keluar rumah untuk mengajar. Dan para murid yang wanita, juga wajib keluar rumah untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikatakan wanita tidak boleh keluar rumah, maka hukumnya bertentangan dengan realitas hukum fiqih yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pengurung Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia Islam memang ada sedikit kalangan yang punya kecenderungan ingin mengurung para wanita di dalam rumah. Alasannya karena para wanita sumber fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ini ada benarnya, namun pada batas tertentu sebenarnya sudah keterlaluan juga. Benar bahwa begitu banyak fitnah yang terjadi karena para wanita keluar rumah. Tidak ada yang menyangkal kebenaran hal itu. Dan kita pun cukup prihatin dengan berbagai kasus perzianaan yang begitu marak karena kita membiarkan para wanita keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi yang lain, tentu bukan pada tempatnya untuk begitu saja mengurung para wanita di dalam rumah. Sebab wanita bukan binatang peliharaan yang kerjanya hanya sekedar memuaskan nafsu seksual suami. Di sisi lain, wanita juga manusia, yang butuh berinteraksi dengan sesama jenisnya, juga dengan lingkungannya, termasuk dengan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik Keshahihan Hadits: Wanita Adalah Aurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang melarang wanita dengan menggunakan dalil merupakan hadits Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Umar marfu`an bahwa, "Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya." (HR Tirmizy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi matan, hadits ini memang cukup jelas menyebutkan tentang keluarnya wanita akan menjadikan para syetan beristisyraf. Sehingga secara sekilas di dalam kesan bahwa ketika seorang wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan menjadi sumber masalah baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan hadits ini sebagai hadits 'gacoan'. Ke mana-mana yang disebut-sebut adalah hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah benar hadits ini 100% shahih tanpa kritik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kalau Nashiruddin Al-Albani jelas menshahihkan hadits ini. Lihat kitab beliau Silsilah Ahadits Shahihah nomor 2688. Juga terdapat dalam Shahih At-Targhib 246, Shahih Tirmizy 936, Shahih Al-Jami' 6690, Shahih Ibnu Khuzaemah 1685.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab isi hadits ini sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan kedudukan hadits ini. Alasannya ada beberapa hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sesungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada Rasululah SAW, isnadnya munqathi' (terputus). Karena Hubaib bin Abi Tsabit, salah seorang di antara mata rantai perawinya dikenal sebagai mudallis. Dia tidak mendengar langsung dari Ibnu Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dikatakan hadits ini shahih terdapat dalam Al-Ausath-nya At-Tabrani. Padahal Mu'jam At-Thabrani Al-Awsath bukan kitab sunan. At-Thabarani sendiri tidak meniatkannya sebagai kitab shahih. Beliau justru hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang ma'lul (bermasalah). Agar orang-orang tahu kemunkarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ada orang-orang yang datang kemudian, malah menshahihkan hadits-hadits di dalamnya. Seandainya Imam At-thabarani masih hidup dan tahu apa yang dilakukan orang-orang sekarang ini, pastilah beliau tidak menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Imam At-Thabarani pada dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam Al-Awsathnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dikatakan bahwa Ibnu Khuzaemah juga menshahihkan hadits ini. Padahal perkataan itu tidak lain adalah tadlis. Ibnu Khuzaemah tidak pernah menshahihkan hadits ini. Bahkan beliau menjelaskan 'illatnya. Beliau menuliskan sebuah judul: Babu Ikhtiyari Shalatil Mar'ah fi Baitiha 'ala Shalatiha fil Masjid, in tsabatal hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan keshahihan hadits itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini. Sebagian bilang itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah dengan berdasarkan haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat dan Adab Wanita Keluar Rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pun tidak ada dalil yang qath'i tentang haramnya wanita keluar rumah, namun para ulama tetap menempatkan beberapa syarat atas kebolehan wanita keluar rumah. Sebab memang ada peraturannya, tidak asal keluar rumah begitu saja, sebagaimana para wanita di dunia barat yang tidak punya nilai etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup aurat adalah syarat mutlak yang wajib dipenuhi sebelum seorang wanita keluar rumah. Karena Allah SWT telah berfirman dengan tegas di dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka"(QS Al-Ahzaab 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak Tabarruj atau Memamerkan Perhiasan dan Kecantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang keluar rumah dan menutup auratnya, juga tetap harus menjaga dandanannya. Dia dilarang memamerkan perhiasan dan kecantikannya, terutama di hadapan para laki-laki. Karena Allah SWT telah berfirman di dalam Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah memamerkan perhiasan seperti orang jahiliyah yang pertama` (QS Al-Ahzaab 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak Melunakkan, Memerdukan atau Mendesahkan Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu para wanita yang keluar rumah juga diharamkan bertingkah laku yang akan menimbulkan syahwat para laki-laki. Seperti mengeluarkan suara yang terkesan menggoda, atau memerdukannya atau bahkan mendesah-desahkan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangaannya tegas dan jelas di dalam Al-Quran, tidak ada urusan shahih atau tidak shahih, karena semua ayat Quran hukumnya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melunakkan dan memerdukan suara atau sikap yang sejenis) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik` (QS Al-Ahzaab 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjaga Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang keluar rumah juga diwajibkan untuk menjaga pandangannya. Bukan hanya laki-laki saja yang haram jelalatan matanya, tetapi wanita juga haram lirak-lirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah pada orang-orang laki-laki beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ........"(QS An Nuur 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Aman dari Fitnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebolehan wanita keluar rumah akan batal dengan sendirinya manakala ada fitnah, atau keadaan yang tidak aman. Hal ini sudah merupakan ijma` ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ini didapat dari hadits Nabi SAW tentang kabar beliau bahwa suatu ketika akan ada wanita yan berjalan dari Hirah ke Baitullah sendirian tidak takut apa pun kecuali takut kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mendapatkan Izin Dari Orang Tua atau Suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah yang paling sering luput dari perhatian para muslimah terutama aktifis dakwah. Sebab sekali mereka ikut terjun dalam dunia aktifitas rutinitas, maka seolah-olah izin dari pihak orang tua maupun suami menjadi hal yang terlupakan. Padahal izin adalah hal yang perlu didapatkan dan tidak bisa disepelekan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya memang wanita harus mendapatkan izin suami untuk keluar rumah. Dan ini sebenarnya sangat manusiawi sekali. Tidak merupakan beban dan paksaan atau menjadi halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin dari suami harus dipahami sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian serta wujud dari tanggung-jawab seorang yang idealnya menjadi pelindung.&lt;br /&gt;Semakin harmonis sebuah rumah tangga, maka semakin wajar bila urusan izin keluar rumah ini lebih diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak harus juga diterapkan secara kaku yang mengesankan bahwa Islam mengekang kebebasan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wasalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-7548761796406535357?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/7548761796406535357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=7548761796406535357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/7548761796406535357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/7548761796406535357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/wanita-karir-kerja-di-luar-rumah.html' title='Wanita Karir Kerja di Luar Rumah'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-6327918342991223135</id><published>2009-04-14T03:46:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:01:47.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Seorang Polwan Muslimah di AS Dilarang Berjilbab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Eramuslim.com, Kamis, 09/04/2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab ternyata masih menjadi momok menakutkan bagi negara besar seperti AS yang mengklaim sebagai negara yang demokratis dan menghormati hak asasi manusia. Setidaknya ada tiga kasus jilbab yang terjadi di AS saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu kemarin, seorang polwan Muslim di Philadelphia harus menelan kekecewaan karena pengadilan menolak permohonannya agar diijinkan mengenakan jilbab saat bertugas. Hakim pengadilan menolak permohonan polwan muslimah itu dengan alasan seorang anggota polisi harus menjaga "netralitas"nya dalam masalah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan yang melibatkan polwan muslimah Kimberlie Webbs kemarin adalah pengadilan banding yang kedua. Namun Webbs tetap tidak boleh mengenakan jilbab. Kepolisian tempat Webb bekerja melarang polwan mengenakan simbol-simbol agama dan beralasan jika Webb diijinkan mengenakan jilbab, akan menimbulkan "persoalan panjang" di departemen kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus jilbab lainnya terjadi di Oklahoma. Namun akhir kasus ini cukup melegakan warga Muslim karena pihak legislatif Oklahoma menolak usulan peraturan yang isinya melarang orang mengenakan jilbab untuk keperluan foto yang akan dicantumkan dalam surat ijin mengemudi atau SIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak legislatif Oklahoma mengatakan bahwa larangan semacam itu bertentatangan dengan adanya pengecualian yang dibolehkan dalam masalah keagamaan dan bertentangan dengan hak-hak warga sipil yang tercantum dalam Amandemen Pertama konsitusi AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan legislatif Oklahoma ini disambut baik oleh warga Muslim. "Kami berterima kasih dengan para anggota legislatif atas kepemimpinan dan dukungan mereka terhadap pluralisme dalam hidup beragama dan terhadap Amandemen Pertama," kata Razi Hashmi, Direktur Eksekutif Council on American Islamic Relations (CAIR) cabang Oklahoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usulan untuk melarang penggunaan penutup kepala dalam foto SIM muncul, dewan legislatif Oklahoma menerima sekitar 600 surat penolakan terhadap usulan peraturan tersebut. Penentangan kebanyakan dari kalangan Muslim dan penganut agama Sikh di Oklahoma. Mereka menilai peraturan itu melanggar konstitusi dan kebebasan setiap orang untuk menjalankan ibadah agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAIR juga mengatakan peraturan semacam itu akan melukai seluruh pemeluk agama, bukan hanya Muslim tapi juga penganut agama Sikh dan para biarawati gereja yang juga mengenakan penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sebuah sekolah di distrik Nevada hari Rabu kemarin harus mengeluarkan biaya kompensasi sebesar 400.000 dollar dalam kasus gugatan hak sipil yang diajukan seorang siswi Muslim bernama Jana Elhifny. Elhifny menggugat sekolahnya karena merasa sudah dipermalukan dan didiskriminasikan oleh pihak sekolahnya sehingga ia terpaksa keluar dari North Valley High School.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elhifny, muslimah berjilbab keturunan Mesir ini menuding pihak sekolahnya gagal untuk mengatasi kasus ancaman pembunuhan dan pelecehan yang dialaminya. (ln/aby)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-6327918342991223135?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/6327918342991223135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=6327918342991223135' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6327918342991223135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6327918342991223135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/seorang-polwan-muslimah-di-as-dilarang.html' title='Seorang Polwan Muslimah di AS Dilarang Berjilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-6094110220003554593</id><published>2009-04-10T03:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T03:37:51.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Meniti Jejak Islam di Kokas</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Kompas, Senin, 6 April 2009&lt;br /&gt;Laporan wartawan KOMPAS.com Kristianto Purnomo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambangi Kokas, Fakfak, Papua Barat, nuansa kehidupan Islami akan terasa begitu kental. Tak heran, karena di sini sebagian besar masyarakatnya memang memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu pusat agama Islam di Kabupaten Fakfak maka Kokas menyimpan bukti sejarah yang mereka banggakan. Salah satu peninggalan sejarah Islam di Kokas adalah masjid tua di Kampung Patimburak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat setempat mengenal masjid ini sebagai Masjid Tua Patimburak. Menurut catatan sejarah, masjid ini telah berdiri lebih dari 200 tahun yang lalu, bahkan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fakfak. Bangunan yang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga saat ini dibangun pada tahun 1870, seorang  imam bernama Abuhari Kilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura tradisional muncul saat menyambangi lokasi masjid tua ini. Di kampung yang dihuni tak lebih dari 35 kepala keluarga tersebut anda akan mendapati kesederhanaan yang menyatu dari bangunan masjid dan kehidupan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas bangunan masjid seluas tidak lebih dari 100 meter persegi ini tampak biasa. Namun coba perhatikan lebih seksama. Masjid ini memiliki keunikan pada arsitekturnya, yaitu perpaduan bentuk masjid dan gereja. Musa Heremba, imam Masjid Patimburak mengaku bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Meski mempertahankan bentuk aslinya, namun material asli yang belum diganti adalah empat buah pilar penyangga yang terdapat di dalam masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa penjajahan, masjid ini bahkan pernah diterjang bom tentara Jepang. Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan lubang bekas peluru di pilar masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Musa Heremba, penyebaran Islam di Kokas tak lepas dari pengaruh Kekuasaan Sultan Tidore di wilayah Papua. Pada abad XV, Kesultanan Tidore mulai mengenal Islam. Sultan Ciliaci adalah sultan pertama yang memeluk agama Islam. Sejak itulah sedikit demi sedikit agama Islam mulai berkembang di daerah kekuasaan Kesultanan Tidore termasuk Kokas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pelataran masjid, sebuah pohon mangga kokoh berdiri. Namun, bukan sembarang pohon mangga. Dari ukuran batangnya, bisa dipastikan usia pohon raksasa ini tak terpaut jauh dengan usia masjid. Syahdan, perlu empat rentang tangan orang dewasa untuk merengkuh keseluruhan batang pohon ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik ziarah ke masjid ini? Untuk mencapai lokasi Masjid Tua Patimburak, anda sebelumnya harus menempuh perjalanan darat dari Fakfak ke Kokas. Tersedia angkutan luar kota dari terminal kota Fakfak. Selama 2 jam anda akan menyusur jalan berkelok dan segarnya udara pegunungan. Tiba di kota Kokas, perjalanan menuju Kampung Patimburak harus dilanjutkan menggunakan longboat sewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan selama 1 jam mengendarai long boat rasanya sayang jika dilewatkan. Anda bisa menikmati keindahan pulau-pulau karang yang masih perawan di sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-6094110220003554593?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/6094110220003554593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=6094110220003554593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6094110220003554593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6094110220003554593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/04/meniti-jejak-islam-di-kokas.html' title='Meniti Jejak Islam di Kokas'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-86874320158395709</id><published>2009-03-30T03:47:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T03:51:49.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Eramuslim.com, Senin, 23/03/2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://66.71.244.43/fckfiles/image/luna.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/luna.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luna Cohen, lahir di kota Tetouan, Maroko dari keluarga Yahudi. Pada usia 16 tahun, ia sudah meninggalkan rumah rumah keluarga di Maroko untuk melanjutkan sekolahnya di sekolah khusus perempuan Bet Yaakov di Washington Heights, Manhattan, Amerika Serikat. Bet Yaakov adalah sebuah sekolah Yahudi Ortodoks yang dikenal rasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 18 tahun ia memutuskan menikah lelaki yang sampai saat ini menjadi suaminya. Sejak menikah, Luna dan suaminya sampai tiga kali berpindah tempat tinggal di apartemen yang ada di Brooklyn, New York karena ia dan suaminya merasa tidak pernah bahagia tinggal di lingkungan masyarakat Yahudi di tempat tinggalnya. Pasangan suami isteri itu kemudian memutuskan untuk membangun masa depan di Israel. Luna beserta suami yang ketika itu sudah dikaruniai empat anak, akhirnya pindah ke Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di Israel, Luna dan keluarganya tinggal pemukiman Yahudi, Gush Qatif di wilayah Jalur Gaza. Luna mengaku menjalani masa-masa yang berat karena melihat "cara hidup" orang-orang Yahudi di tempat tinggalnya itu dan meminta pada suaminya agar mereka pindah saja ke Netivot, yang terletak sekitar 23 kilometer ke arah utara di wilayah pendudukan Israel di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itu, Luna lagi-lagi menyaksikan kehidupan masyarakat Yahudi Israel yang disebutnya tidak berpendidikan. "Mungkin cuma satu dari sejuta anak yang berperilaku baik," kata Luna. Ia menyaksikan bagaimana orang-orang Yahudi di Netivot, sama seperti di pemukiman Yahudi Gush Qatif, membenci orang-orang yang bukan Yahudi yaitu orang-orang Arab Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melihat tindakan mereka sebagai tindakan mereka yang buruk dan mau menang sendiri. Pada titik ini, saya dan suami tidak sepakat dengan sikap orang-orang Yahudi itu," ujar Luna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari suami Luna yang juga Yahudi tapi sekuler, pulang ke rumah dan mengatakan bahwa baru saja membaca al-Quran dan memutuskan untuk masuk Islam. Luna tidak tahu, bahwa suaminya selama ini banyak mempelajari Islam lewat dialog yang dilakukannya dengan seorang Muslim asal Uni Emirat Arab yang dijumpainya saat masih tinggal di pemukiman Gush Qatif. Selama dua tahun suami Luna dan kenalan Muslimnya itu berdiskusi tentang Yudaisme dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan suaminya ingin masuk Islam, Luna mengaku sangat-sangat syok. "Karena dalam Yudaisme, kami selalu diajarkan untuk membenci agama lain," kata Luna yang sebenarnya mempertanyakan ajaran yang dinilainya "mau menang sendiri" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sang suami cukup bijak dan mengatakan bahwa Luna boleh tetap memeluk agama Yahudi jika tidak mau masuk Islam, karena dalam Islam, seorang lelaki Muslim boleh menikah dengan perempuan ahli kitab. Suami Luna pun masuk Islam dan memakai nama Islam Yousef al-Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu setelah suaminya masuk Islam, Luna tertarik untuk membaca al-Quran dan ketika ia membacanya, Luna merasa semua pertanyaan yang mengganjal di kepalanya terjawab semua dalam al-Quran. Luna lalu menyusul suaminya mengucapkan dua kalimah syahadat dan menjadi seorang Muslimah. Luna memilih nama Qamar sebagai nama Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena situasi yang tidak memungkinan buat mereka untuk tinggal lebih lama wilayah Israel, keluarga mualaf itu lalu memutuskan pindah ke Maroko, negara asal Luna pada tahun 2006. Sampai saat ini, pasangan Yousef dan Qamar al-Khattab hidup bahagia di tengah saudara-saudara Muslim Maroko dan menemukan kehidupan sejati setelah menemukan kebenaran dalam jalan Islam. (ln/jewsforAllah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-86874320158395709?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/86874320158395709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=86874320158395709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/86874320158395709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/86874320158395709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/03/luna-cohen-yahudi-maroko-menemukan.html' title='Luna Cohen, Yahudi Maroko Menemukan Kebenaran Islam'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110877761508323932</id><published>2009-03-14T08:46:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T03:45:42.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kemudahan di Balik Kesulitan</title><content type='html'>Oleh: A Ilyas Ismail&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;(Sumber: RoL, 25 Januari 2005)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan, Ubaidah ibn al-Jarrah, jenderal yang memimpin tentara Islam dalam pertempuran melawan Romawi, pernah berkirim surat kepada Khalifah Umar ibn al-Khattab tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Dalam surat balasannya Khalifah Umar menyuruh Ubaidah agar bersabar dan tahan uji, karena Allah akan memberikan banyak kemudahan di balik kesulitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar di atas haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan. Allah berfirman, "Allah akan memberikan kelapangan setelah kesempitan." (Al-Thalaq: 7). Dalam ayat lain, kemudahan itu dikatakan datang bersama dengan kesulitan itu sendiri. Dengan kata lain, dicelah-celah setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Perhatikan firman Allah ini: "Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."(Al-Insyirah: 5-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan itu, tentu saja tidak datang secara cuma-cuma. Dibutuhkan sekurang-kurangnya tiga syarat untuk mendapatkannya. Pertama, usaha dan kerja keras dari setiap orang yang diterpa kesulitan. Kedua, sabar dan tahan uji dalam mengatasi dan menanggulangi kesulitan itu. Ketiga, penuh harap dan optimistik bahwa kesulitan itu akan segera berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah dikatakan bahwa pertolongan Allah pasti datang sebesar bantuan yang diperlukan (nazala al-ma'unah 'ala qadr al ma'unah) dan kesabaran pun datang sebesar musibah yang menimpa (nazal al-shabr la qadr al-mushibah). Sejalan dengan makna hadis ini, Imam Syafi'i pernah memberikan nasihat. Katanya, "Siapa yang meyakini kebesaran Allah, ia tidak pernah ditimpa kehinaan. Dan siapa yang menyandarkan harapan kepada-Nya, pastilah harapan itu menjadi kenyataan (wa man raja-hu yakunu haitsu raja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme seperti dikemukakan di atas sungguh penting agar manusia tidak gelap mata melihat masa depan. Manusia pada umumnya mengambil dua sikap dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Pertama, sikap patah semangat dan putus asa. Sikap ini tentu bukan sikap dan watak dari seorang yang beriman. "Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang sesat." (Alhijr: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sikap penuh harap (optimisme) disertai instrospeksi dan mawas diri. Orang yang mengambil sikap ini tidak pernah menimpakan kesalahan kepada pihak lain, apalagi kepada Tuhan. Ia tidak pernah berprasangka buruk (su'u al-dzan) kepada Allah meski doa yang setiap saat dipanjatkan belum juga terkabul. Ia justru mengevaluasi diri kalau-kalau perjuangan dan doa yang dilakukan belum optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal doa ini barangkali perlu disimak nasihat seorang pujangga. Katanya, "Kalau di tengah kegelapan malam Anda meminta siang hari datang, berarti permohonan Anda sia-sia. Tapi bila kepekatan malam telah mencapai puncaknya, pastilah fajar segera menyingsing, dan dalam kecerahan fajar itu, banyak hal bisa Anda lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selain berdoa kita harus jihad dan kerja keras dan terus bekerja keras tanpa kenal lelah. Ketika itu, kemudahan pasti akan datang, dan badai pun pasti berlalu. Semoga!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110877761508323932?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110877761508323932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110877761508323932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110877761508323932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110877761508323932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/02/kemudahan-di-balik-kesulitan.html' title='Kemudahan di Balik Kesulitan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-2190191205031146568</id><published>2009-03-13T03:53:00.002+07:00</published><updated>2009-04-10T03:55:47.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Hijab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Muhammad Nuh (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://66.71.244.43/fckfiles/image/tafakur/hijab.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 322px;" src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/tafakur/hijab.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang anak memperhatikan tingkah ibunya yang menurutnya aneh. Ia heran kenapa kalau akan keluar rumah, ibunya selalu menutup rapat seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan di dalam rumah pun, jika tamu datang, ibunya segera melakukan hal yang sama: berhijab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu aneh!” ucapnya sambil mencari-cari reaksi dari sang ibu. Ibu anak itu pun menoleh ke arah buah hatinya. Ia memeriksa dirinya untuk menemukan sesuatu yang agak lain. Tapi, tidak ia temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aneh? Apanya yang aneh, sayang?” sambut sang ibu ketika yakin kalau tak ada satu pun dari dirinya yang lain dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa ibu menutup rambut, tubuh, lengan, dan kaki kalau mau keluar? Padahal, ibu tidak cacat. Rambut ibu bagus, lengan dan kaki ibu pun tidak ada yang perlu disembunyikan!” ungkap sang anak begitu gamblang. Mungkin, inilah kesempatannya untuk bisa mengeluarkan kebingungannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu pun senyum. Ia mendekati anaknya perlahan. Sambil mengulum senyum itu, sang ibu mencari-cari jawaban yang pas buat si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, ibu tidak sedang menutupi kecantikan, apalagi keburukan. Justru, ibu mengenakan kecantikan baru untuk memperindah kecantikan fisik ibu yang tidak seberapa. Inilah busana kecantikan dari Yang Maha Sayang!” ucap sang ibu sambil menatap buah hati di depannya yang masih tampak bingung.&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari dinamika hidup anak-anak manusia adalah memproduksi sesuatu yang indah. Bagus. Paling baik. Keindahan akan semakin indah ketika karya anak manusia telah melalui berbagai halangan, ujian, cobaan; menggosok batu cincin keindahan amal menuju peringkat keindahan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu saja belum cukup. Karena keindahan yang bisa dihasilkan manusia tidak seperti kemolekan alam melalui birunya laut, keserasian cakrawala, dan liukan indah sebuah pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan amal manusia tidak berhenti pada sesuatu yang tampak. Justru, keindahan akan kian bernilai ketika ia tidak lagi mudah terlihat, tidak gampang terjamah. Itulah busana kecantikan amal dari Yang Maha Sayang, dan hanya untuk Yang Paling Penyayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Muhammad Nuh (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-2190191205031146568?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/2190191205031146568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=2190191205031146568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2190191205031146568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2190191205031146568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/03/hijab.html' title='Hijab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-8422861009960940526</id><published>2009-03-12T03:58:00.002+07:00</published><updated>2009-04-10T04:00:05.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Yvonne Ridley: Saya Kagum Dengan Hak-Hak Yang Diberikan Islam pada Kaum Perempuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Eramuslim.com, Kamis, 12/03/2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://66.71.244.43/fckfiles/image/ridley(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 173px;" src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/ridley(1).jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak orang yang menilai Islam tidak memberikan penghormatan terhadap kaum perempuan. Tapi tidak bagi Yvonne Ridley setelah ia mengenal Islam. Mantan wartawan asal Inggris yang pernah menjadi tawanan Taliban di Afghanistan ini, masuk Islam setelah ia mendalami al-Quran dengan harapan menemukan perintah-perintah Tuhan dalam Islam yang menempatkan perempuan pada posisi rendah. Apalagi ketika itu Ridley juga seorang aktivis feminisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semakin ia mendalami al-Quran, Ridley tidak menemukan apa yang dicarinya, ia malah menemukan ajaran Islam yang luhur tentang kaum perempuan, dimana Islam menempatkan kaum perempuan dalam derajat yang tinggi dan mulia. Inilah yang kemudian mendorong Yvonne untuk memilih menjadi seorang Muslim dan sekarang dikenal aktif berdakwah kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pengalaman Ridley menjadi seorang mualaf dan apa pandangannya tentang perempuan dalam Islam. Berikut petikan wawancara yang dilakukan situs Islamonline dengan Yvonne Ridley;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jauh Anda tahu tentang Islam sebelum menjadi seorang Muslimah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma tahu sedikit tentang Islam sebelum menjadi Muslim. Saya hanya tahu dari media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ceritanya Anda masuk Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya menjadi tawanan Taliban, seorang ulama mendatangi saya. Dia menanyakan beberapa pertanyaan tentang agama dan menanyakan apakah saya mau pindah agama. Saat itu, saya takut kalau saya salah memberikan respon, maka saya akan dibunuh. Setelah berpikir masak-masak, saya berterima kasih pada ulama tadi atas tawarannya yang baik itu dan saya bilang bahwa sulit bagi saya membuat keputusan untuk mengubah hidup saya saat saya sedang menjadi tawanan. Tapi saya berjanji, jika saya dibebaskan dan kembali ke London, saya akan mempelajari tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya bebas dan saya mulai membaca terjemahan al-Quran. Saya memilih surat-surat dalam al-Quran hanya yang ingin saya baca saja. Saya sangat kagum dengan hak-hak yang diberikan Islam pada kaum perempuan dan inilah yang paling membuat saya tertarik pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memeluk Islam, apakah Anda membutuhkan bantuan dari komunitas Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya dan tidak. Saya mendapat banyak dukungan dari sesama Muslimah. Saya merasa beruntung jika dibandingkan dengan banyak mualaf lainnya. Banyak mualaf yang benar-benar membutuhkan dukungan semangat dan pendampingan hampir setiap hari. Yang menyedihkan, banyak diantara kami yang diabaikan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya cuma ingin mengatakan, tahun-tahun pertama bagi para mualaf adalah saat-saat yang kritis bagi perkembangan mereka sebagai seorang Muslim, jadi sebaiknya para mualaf baru jangan diabaikan begitu ia usai mengucapkan syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan apa yang paling berat setelah Anda memeluk Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar menjadi orang yang lebih baik. Mungkin kedengarannya agak aneh, karena saya tidak merasa sebagai orang yang buruk sebelum memeluk Islam. Tapi setelah menjadi Muslim, saya harus belajar tentang etika Islam, misalnya tentang kesabaran dan toleransi. Buat mereka yang sudah mengenal baik siapa saya, pasti tahu betapa beratnya perjuangan saya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi keluarga dan teman-teman ketika tahu Anda masuk Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua syok. Bagaimana bisa seorang gadis yang doyan pesta meninggalkan gaya hidup Baratnya dan memeluk Islam? Tapi setelah beberapa waktu, mereka tahu bahwa saya bersungguh-sungguh! Saya lebih sehat dan bahagia, badan saya jadi agak langsing. Mereka melihat bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan saya, saya menjadi orang yang lebih baik. Mereka membantah bahwa ini semua karena Islam. Teman-teman perempuan saya apakah saya punya pacar sehingga terlihat lebih sehat dan bahagia, saya menjawab "Apakah kamu pikir untuk terlihat lebih baik seperti sekarang saya harus punya pacar? Tidakkah kalian bisa menerima bahwa saya telah menemukan sesuatu yang memberikan saya banyak kebahagiaan, kekuatan dari dalam dan spiritulitas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda menyesuaikan diri dengan Jilbab yang Anda kenakan di Inggris, sementara banyak orang meributkan jilbab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang sekali Anda menanyakan hal ini. Banyak orang berpendapat tentang jilbab, terutama kaum lelaki yang tidak perlu mengenakan jilbab. Mereka tidak tahu, betapa besar tantangan yang dihadapi perempuan berjilbab dan berniqab. Ketika seorang perempuan mengenakan jilbab, mereka memperjuangkan Islam, di baris terdepan. Mereka menjadi sasaran tindakan sewenang-wenang. Sedih rasanya melihat beberapa Muslimah yang diserang secara fisik gara-gara perdebatan jilbab terutama yang dipicu oleh para politisi dengan segala pernyataan-pernyataan buruk mereka tentang jilbab. Jilbab adalah kewajiban. Saya salut dengan para muslimah yang mengenakan jilbab, dengan kekuatan, semangat dan keimanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Muslimah yang tidak mengenakan jilbab, saya ingin bilang pada orang-orang di sekeliling mereka agar bersabar dan berilah mereka waktu. Kita semua dalam perjalanan spiritual, beberapa diantara kita mencapai level tertentu dengan cepat dibandingkan yang lainnya. Butuh waktu. Kita selayaknya tidak terlalu kritis terhadap sesama Muslimah yang belum berjilbab, kita sebaiknya mendukung dan menolong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak langsung mengenakan jilbab. Butuh waktu buat saya untuk mengenakannya, dan itu itu menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan saya sebagai seorang Muslim. Setiap harus selalu ada perbaikan. Jika pembicaraan ini dilakukan kembali 20 tahun mendatang, saya akan bilang bahwa saya masih belajar dan berkembang terus, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada non-Muslim yang ingin tahu tentang Islam, apa pesan penting yang harus disampaikan seorang Muslim pada non-Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menyampaikan pada Barat bahwa kaum perempuan tidak ditindas dalam Islam, kaum perempuan bukan makhluk kelas dua. Betul, ada sebagian perempuan yang berada di bawah kendali laki-laki. Tapi di kalangan non-Muslim di Barat, banyak juga perempuan yang tertindas. Masalah kekerasan dalam rumah tangga adalah isu global bagi perempuan, bukan isu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak isu yang mempengaruhi kaum perempuan Muslim dan Barat. Tapi akan saya katakan pada kaum perempuan non-Muslim bahwa banyak hal yang substansial dibalik jilbab. Jika mereka mau melihat, mereka akan menyadari bahwa banyak Muslimah berjilbab yang sukses, pintar, berbakat dan dikenal di level internasional. Jadi, daripada buang-buang waktu meributkan jilbab, berhentilah dan bicaralah pada para muslimah. (ln/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-8422861009960940526?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/8422861009960940526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=8422861009960940526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8422861009960940526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8422861009960940526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/03/yvonne-ridley-saya-kagum-dengan-hak-hak.html' title='Yvonne Ridley: Saya Kagum Dengan Hak-Hak Yang Diberikan Islam pada Kaum Perempuan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-2038327328100597625</id><published>2009-03-07T03:56:00.001+07:00</published><updated>2009-04-10T03:58:08.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat Mengejar Cita-Cita Jadi Pendeta</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Eramuslim.com, Jumat, 06/03/2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://66.71.244.43/fckfiles/image/jamilah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 173px;" src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/jamilah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Jamilah Kolocotronis, melalui jalan berliku untuk sampai menjadi seorang Muslim. Uniknya, ia mendapatkan hidayah dari Allah swt mengikrarkan dua kalimat syahadat, justeru saat ia menempuh pendidikan demi mewujudukan cita-citanya menjadi seorang pendeta agama Kristen Lutheran yang dianutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Jamilah berawal pada tahun 1976. Meski kuliah di sebuah universitas negeri, ia masih memendam keinginan untuk menjadi pendeta. Jamilah lalu mendatangi seorang pastor di sebuah gereja Lutheran dan menyampaikan keinginannya untuk membantu apa saja di gereja. Pastor itu kemudian meminta Jamilah untuk mewakilinya di acara piknik untuk para mahasiswa baru dari negara lain. Dalam acara ini, untuk pertamakalinya Jamilah bertemu dengan seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim itu bernama Abdul Mun'im dari Thailand. "Ia punya senyum yang manis dan sangat sopan. Saat kami berbincang-bincang, ia seringkali menyebut kata Allah," kata Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamilah mengaku agak aneh mendengar Mun'im menyebut nama Tuhan, karena sejak kecil ia diajarkan bahwa orang di luar penganut Kristen akan masuk neraka. Saat itu, Jamilah merasa bahwa Mun'im adalah golongan orang yang akan masuk neraka, meski Mun'im percaya pada Tuhan dan berperilaku baik. Jamilah bertekad untuk bisa mengkristenkan Mun'im.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamilah pun mengundang Mun'im datang ke gereja. Tapi betapa malu hatinya Jamilah ketika melihat Mun'im datang ke gereja dengan membawa al-Quran. Usai kebaktian, Jamilah dan Mun'im berbincang tentang Islam dan al-Quran. Selama ini, Jamilah hanya mendengar istilah "Muslim" dan memahaminya dengan hal-hal yang negatif. Kala itu, sejak era tahun 1960-an warga kulit putih di AS meyakini bahwa warga Muslim kulit hitam ingin menyingkirkan warga kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun, Jamilah tetap melakukan kontak dengan Mun'im. Lewat aktivitasnya di sebuah Klub International, Jamilah juga bertemu dengan beberapa Muslim lainnya. Jamilah tetap berusaha melakukan kegiatan misionarisnya untuk memurtadkan mereka dan masih punya keinginan kuat untuk menjadi pendeta meski waktu itu, di era tahun '70-an gereja-gereja belum bisa menerima perempuan di sekolah seminari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, kebijakan pun berubah. Setelah menyelesaikan studinya di universitas, sebuah seminari Lutheran mau menerimanya sebagai siswa. Jamilah pun langsung mengemasi barang-barangnya dan pergi ke Chicago untuk memulai pelatihan menjadi pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, cuma satu semester Jamilah merasakan semangat belajarnya di seminari itu. Jamilah sangat kecewa dengan kenyataan bahwa seminari itu tidak lebih sebagai tempat untuk bersosialisasi dimana pesta-pesta digelar dan minum-minuman keras sudah menjadi hal yang biasa. Jamilah makin kecewa ketika seorang profesor mengatakan bahwa para cendikiawan Kristen mengakui bahwa Alkitan bukan kitab suci yang sempurna, tapi sebagai pendeta mereka tidak boleh mengungkapkan hal itu pada para jamaah gereja. Ketika Jamilah bertanya mengapa, jawabannya tidak memuaskan dan ia diminta menerima saja keyakinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamilah akhirnya memutuskan meninggalkan seminari dan pulang ke rumah. Ia memutuskan untuk lebih meluangkan waktu untuk mencari kebenaran. Di tengah pencariannya itu, Jamilah diterima kerja sebagai sekretaris di daerah pinggiran St. Louis tak jauh dari rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Kesalahan al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Jamilah masuk ke sebuah toko buku dan menemukan al-Quran di toko buku itu. Jamilah tertarik untuk membelinya karena ia ingin mencari kelemahan dalam al-Quran. Jamilah berpikir, sebagai orang yang bergelar sarjana di bidang filosofi dan agama serta pernah mengenyam pendidikan di seminari, pastilah mudah baginya menemukan kelemahan-kelemahan al-Quran sehingga ia bisa mempengaruhi teman-teman Muslimnya bahwa mereka salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya baca al-Quran dan mencari kesalahan serta ketidakkonsistenan dalam al-Quran. Tapi saya sama sekali tak menemukannya. Saya malah terkesan saat membaca Surat Al-An'am ayat 73. Untuk pertama kalinya saya ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam," ujar Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamilah memutuskan untuk kembali ke universitasnya dulu dan mengambil gelar master di bidang filosofi dan agama. Pada saat yang sama, selain mengunjungi kebaktian di gereja, Jamilah juga datang ke masjid pada saat salat Jumat. Saat itu, Jamilah mengaku belum siap menjadi seorang Muslim. Masih banyak ganjalan pertanyaan memenuhi kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Jamilah tetap melanjutkan pencariannya tentang agama. Ia banyak mendapat penjelasan dari teman-temannya di universitas yang Muslim tentang berbagai keyakinan dalam Kristen yang selama ini ketahui. Selain mempelajari Islam, Jamilah juga mempelajari agama Budha. "Saya cuma ingin menemukan kebenaran," kata Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucap Dua Kalimat Syahadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, Jamilah merasakan kecenderungannya pada Islam pada musim panas 1980. Satu hal yang masih mengganggu pikirannya ketika itu adalah mengapa orang Islam harus berwudhu sebelum salat. Ia menganggap itu tidak logis karena manusia seharusnya bisa mengakses dirinya pada Tuhan kapan saja. Namun pertanyaan yang mengganggu itu akhirnya terjawab dan Jamilah bisa menerima jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, malam itu Jamilah membulatkan tekadnya untuk menerima Islam sebagai agamanya. Ia pergi ke sebuah masjid kecil dekat universitas. Kala itu, malam ke-9 di bulan Ramadhan, Jamilah mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan oleh sejumlah pengunjung masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Butuh beberapa hari untuk beradaptasi, tapi saya merasakan kedamaian. Saya sudah melakukan pencarian begitu lama dan sekarang saya merasa menemukan tempat yang damai," tukas Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi seorang Muslim, awalnya Jamilah menyembunyikan keislamannya dari teman-teman di kampus bahkan keluarganya. Menceritakan pada keluarganya bahwa ia sudah menjadi seorang Muslim bukan persoalan gampang buat Jamilah. Begitupula ketika ia ingin mengenakan jilbab. Tapi jalan berliku dan berat itu berhasil dilaluinya. Kini, Jamilah sudah berjilbab, ia tidak jadi pendeta tapi sekarang ia menjadi kepala sekolah di Salam School, Milwaukee. Di tengah kesibukannya mengurus enam puteranya, Jamilah mengajar paruh waktu dan menulis novel bertema Muslim Amerika. (ln/readingislam/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-2038327328100597625?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/2038327328100597625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=2038327328100597625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2038327328100597625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2038327328100597625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/03/jamilah-kolocotronis-menemukan-cahaya.html' title='Jamilah Kolocotronis, Menemukan Cahaya Islam Saat Mengejar Cita-Cita Jadi Pendeta'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110656214566850073</id><published>2009-02-25T17:21:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:10:52.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kalung Fatimah</title><content type='html'>Oleh : Muhammad Bajuri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sumber: RoL, 25 Juni 2002)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, kepada Rasulullah saw datang seorang tamu ibnu sabil yang kehabisan bekal. Karena di rumahnya tidak ada sesuatu yang layak untuk diberikan, maka nabi meminta Bilal agar mengantar tamu itu ke rumah Fatimah. Di rumah putri nabi itu juga tidak ada sesuatu, maka dengan hati tulus dan ikhlas, Fatimah memberinya kalung hadiah pernikahannya dengan Ali. ''Ambillah kalung ini dan juallah! Mudah-mudahan harganya cukup memenuhi keperluanmu!'' kata Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Berapa hendak kamu jual kalung itu?'' tanya Ammar bin Yasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aku akan menjualnya dengan tukaran roti dan daging sekadar untuk mengenyangkan perutku, sebuah baju penutup tubuhku, dan uang satu dinar untuk menemui istriku,'' kata si tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammar berkata, ''Baiklah, aku membeli kalung itu dengan harga 20 dinar, ditambah 200 dirham, ditambah sebuah baju, serta seekor unta agar kamu dapat menemui istrimu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Ammar berkata kepada budaknya, Asham. ''Wahai Asham, pergilah sekarang menghadap Rasulullah. Katakan bahwa aku menghadiahkan kalung ini dan juga kamu kepadanya. Jadi, mulai hari ini kamu bukan budakku lagi, tetapi budak Rasulullah.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Rasulullah pun berbuat sebagaimana Ammar. Ia menghadiahkan kalung itu dan juga Asham kepada Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah sangat bahagia menerima hadiah dari ayahandanya, sekalipun dia tahu bahwa kalung ini semula memang miliknya. Dia sadar, ternyata kebaikannya yang hanya sekadar memberi kalung mendapat balasan berlebih dari Tuhan, yaitu dengan ditambah seorang budak. Lalu Fatimah berkata kepada Asham, ''Wahai Asham, kamu sekarang bebas dari perbudakan dan menjadi manusia merdeka, aku melakukan semua ini karena Allah semata.''&lt;br /&gt;''Mengapa kamu tertawa seperti itu,'' tanya Fatimah yang merasa heran melihat Asham tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aku tertawa karena kagum dan takjub akan berkah kalung yang beriwayat ini. Ia telah mengeyangkan orang yang lapar. Ia telah menutup tubuh orang yang telanjang. Ia telah memenuhi hajat seorang yang fakir dan akhirnya ia telah membebaskan seorang budak,'' jawab Asham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, ''Siapa saja yang ingin doanya dikabulkan dan kesusahannya dihilangkan, maka bantulah orang yang sedang kesulitan.'' (HR Ibnu Abi ad-Dunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bis shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110656214566850073?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110656214566850073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110656214566850073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110656214566850073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110656214566850073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/01/kalung-fatimah.html' title='Kalung Fatimah'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110924158245970044</id><published>2009-02-20T17:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:15:41.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Taman Perdamaian</title><content type='html'>oleh: Miranda Risang Ayu*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;All the love we come to know in life springs from the love we knew as children &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;- Pepatah Denmark -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu menjelang akhir tahun 1988. Anak-anak kampung tetangga bermajelis seperti biasa di rumah saya yang terletak di pinggiran cekungan kota Bandung. Televisi tidak menyala. Koran-koran masuk laci dan bagi mereka, biar pun lusuh, cuma boleh cerita-cerita pastel yang termuat dalam buku-buku dongeng. Syukurlah temaram sore hanya meneteskan gerimis biasa, bukan air mata, apalagi darah. Anak-anak itu berlari ke serambi samping dan tersenyum kepada lampu-lampu kota Bandung nun di bawah sana yang mulai menyala, seperti mereka tersenyum kepada kunang-kunang yang masih hidup satu-dua ekor tidak jauh dari tempat mereka berdiri. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin sebetulnya, lampu-lampu itu tidak bercerita tentang cahaya, tetapi tentang api kepanikan sebagian warga kota yang rumahnya mulai tergenang curahan hujan. Mungkin juga, cahaya-cahaya itu tengah mempersaksikan gelap pakaian puluhan demonstran yang mengarak keranda pernyataan duka cita dalam kegalauan reformasi. Dari televisi atau radio, mungkin juga anak-anak ini sudah tahu bahwa tengah terjadi perubahan besar di tanah air tempat mereka dilahirkan, yang meminta korban. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mata bulat bening, salah seorang di antara mereka pun pernah bertanya, "Ribut-ribut di televisi itu di mana? Di Jakarta? Jakarta itu di mana? Di alun-alun?" &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan dengan kerusuhan yang sejenak menyesak di balik dada, saya hanya menjawab, "Bukan. Bukan di alun-alun. Jakarta itu jauh sekali dari sini. Di luar kota ini."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boleh jadi, saya sedang memanipulasi sebuah informasi tentang reformasi di hadapan mereka. Tetapi, anak-anak ini berhak atas dunia bermain yang bebas dari segala kelemahan orang dewasa. Menjelang malam pun, cahaya yang bersahaja masih berbinar pada mata mereka. Maka, maafkan bila saya tidak ingin ada air mata luka di sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, ..." (QS Luqman: 12). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak tahu, apakah saat sadar kegalauan adalah saat yang tepat untuk bersyukur. Tetapi bagi anak-anak, berkumpul, bermain dan belajar tidaklah berdasarkan alasan-alasan yang rumit selain untuk menikmati dan belajar dari dalamnya. Berkumpul, bermain dan belajar anak-anak tidak beralaskan apa-apa, kecuali berdasarkan nama-Nya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang sesungguhnya bergema dari mana saja; dari malam, lampu kota, kunang-kunang, buku-buku dongeng, keceriaan, hingga kesahajaan diri mereka sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adzan berkumandang melenyapkan ruang dan waktu. Bangun semua untuk shalat magrib berjama'ah. Kemudian, anak-anak itu duduk melingkar di hadapan sebuah tampah berisi aneka buah. Beberapa bilah pisau dapur kecil tersedia untuk mengiris dan mengukir buah-buahan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya kira mereka akan mulai membuat kegaduhan yang manis dengan spontan, seperti biasanya. Tetapi ternyata tidak. Seorang kawan penyayang anak mulai memancing ide anak-anak itu tentang suasana yang akan dibangun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ceritanya, sedang di mana kita ?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sedang di dalam taman," sahut anak-anak itu. Dan taman imajiner pun tercipta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi mereka kemudian membeku lagi. Beberapa detik hati saya jadi terganggu oleh kekhawatiran efek buruk reformasi yang jangan-jangan sudah menjadi monster betulan dan menembus ruang bermain anak-anak ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya sedang musuhan, Bu," tiba-tiba anak kandung saya berusia lima tahun angkat bicara. Sejenak belasan wajah kecil di sampingnya menegang. Dengan sedikit kata pancingan, unjuk rasa pun dimulai. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam taman-tamanan itu, di hadapan tampah berisi buah warna-warni dan aneka pisau dapur, setiap anak menceritakan perasaan negatifnya masing-masing. Ada yang sedang bermusuhan dengan teman yang duduk di depannya. Itulah sebabnya mereka selalu saling memalingkan muka. Keceriaan bermain mereka, beberapa hari sebelumnya, terpeleset ke dalam saling goda dan saling ejek. Ada juga beberapa anak yang sampai enggan datang malam itu, karena yang satu tinggal di rumah tembok sedang yang lain tinggal di rumah bambu. Uniknya, ada seorang anak yang bermusuhan dengan anak lain tidak dengan alasan apa pun selain karena ibu musuhnya, eh maksud saya, ibu kawannya itu, telah lama bermusuhan dengan ibu kandungnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Luka di atas kepolosan tentu amat nyata merahnya. Hanya pada anak-anak, mereka sering tidak tahu, kenapa. Kata-kata penghiburan terkadang jadi tidak banyak artinya. Jabatan tangan pun dilakukan masih sambil saling memalingkan muka. Ternyata, ada sisi diri anak-anak yang sama dengan semua manusia dewasa, yakni, harga diri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kita semua anak-anak yang baik, kan?" tanya saya akhirnya, terpaksa mulai berideologi. "Hanya, sedang ada yang sedih dan kecewa di antara kita. Mungkin karena kita tidak sengaja saling menyakiti. Tidak sengaja, kan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak-anak diam sejenak, lalu menggeleng-geleng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kita di sini sebetulnya kepingin sakit atau main senang-senang? " &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kepingin main senang-senang!" jawab anak-anak serentak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tampah berisi aneka buah dan benda tajam pun berkilat memancarkan makna kehadirannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Buah-buahan ini sama atau beda-beda?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Beda-beda!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Buah-buahan dan garpu-pisau sama atau beda?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Beda!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Koq mereka bisa diam tenang sama-sama di dalam tampah ya? Indah lagi susunannya .... "&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan anak-anak diam betulan. Saya pun jadi ikut terdiam. Tanpa kata manusia, di hadapan setampah buah-buahan. Semua benda mati itu memang telah bersenang-senang jauh sebelum seorang manusia dewasa yang angkuh seperti saya sadar, betapa kudus sesungguhnya kesenangan bertasbih dalam keseluruhan semesta alam. Dan senyum anak-anak pun mulai semburat seperti mata air mengalir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam bergulir pada tangan anak-anak. Ada perahu, rumah sampai batu-batuan dari buah pepaya. Ada taman biji konyal. Ada bangku buah pisang. Ada maket buah-buahan yang indah dipandang, enak dimakan dan bersahaja untuk dikenang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang anak tiba-tiba bertanya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bu, buah-buahannya kesakitan nggak kalau diiris pisau?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya balik bertanya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dia diiris dengan basmalah, dengan hati-hati dan rasa sayang, nggak?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya iya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya buah-buahan itu nggak sakit dong. Dia ikhlas. Dia tahu dia dibuat Tuhan untuk kita. Dan kita pun makan dia untuk bisa membuat perahu, rumah dan taman yang banyak dan bagus-bagus buat siapa saja. Supaya semua bisa berkata: alhamdulillah."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya, sebuah pertanyaan lagi meluncur dari bibir semesta seorang anak,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bu, ikhlas itu apa sih? "&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpaksa, jawaban seorang sufi harus saya sitir untuk memaafkan ketidaktahuan saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kata orang pintar, ikhlas itu seperti pisau dan buah-buahan ini: tidak berontak. "&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam turun dan anak-anak pulang. Mereka akan datang lagi esok hari, untuk menanam biji-bijian sisa buah-buahan yang telah bermain bersama mereka malam itu. Mungkin di kebun rumah saya, di kebun mereka, atau di tepi jalan. Ditinggal oleh kepolosan anak-anak itu, saya jadi berpikir, adakah sebuah sistem politik yang bernama sistem politik untuk memberi, seperti setampah pisau dan buah-buahan dalam taman imajiner ini, dengan tangan-tangan yang membongkar dan membangun dengan kasih sayang? Rindu saya, kepada pepohonan buah-buahan dan anak-anak, yang tidak pernah menyimpan prasangka buruk dalam tasbihnya.·&lt;/p&gt;&lt;p&gt;* &lt;i&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Ibu rumah tangga, tinggal di Bandung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber: http://www.hidayatullah.com/sahid/9812/kolom.htm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110924158245970044?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110924158245970044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110924158245970044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110924158245970044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110924158245970044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/02/taman-perdamaian.html' title='Taman Perdamaian'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-4901012430027531382</id><published>2009-02-17T16:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T16:22:33.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Istri Impian</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: H.N. Dewantara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Warnaislam.com, Senin, 16 Februari 2009 11:00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam ada film menarik di salah satu stasiun tivi, judulnya "Stepford Wives". Isinya tentang sebuah komunitas di perumahan Stepford dimana istri-istri mereka semua 'sangat ideal' menurut impian suami seorang Amerika. Saya suka nonton film ini karena.. justru kisah dibalik impian itu yang seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digambarkan bahwa seorang istri ideal adalah istri yang gemar membereskan rumah, selalu terlihat cantik, wangi dan ceria. Penurut dan tidak pernah mempertanyakan ke mana suaminya pergi. Selalu menyambut suaminya pulang, anak-anak mereka terawat dengan rapi dan bersih. Serta beberapa poin yang digambarkan dalam film itu seperti istri-istrinya cerdas tapi tidak punya otak, 'memuaskan' dalam segala hal dan soal cinta? Ini poin terakhir yang justru bukan poin penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senyum-senyum kalau nonton film ini (yang sudah kesekian kalinya).&lt;br /&gt;Antara istri ideal dan istri impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu saya sudah pernah menuliskan tentang percakapan dua orang istri dalam bis yang saya tumpangi saat menuju kantor. Dan kali ini dari film yang notabene bercerita tentang gambaran ideal Amerika tentang istri-istri mereka, tampaknya menarik juga untuk dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka istri ideal adalah seperti yang sudah saya ceritakan di atas tadi. Dan tiba-tiba saya teringat dengan FDA, seorang perempuan keturunan Dayak yang sangat kepingin jadi jadi perempuan Jawa. Hal ini karena bagi dia perempuan Jawa itu adalah gambaran seorang istri yang sangat ideal. Kurang lebih mirip dengan kriteria 'istri ideal' dalam gambaran film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, seperti kebanyakan perempuan dimanapun di dunia ini, cinta tetap nomor satu. Bagaimana mungkin seorang perempuan rela mengorbankan dirinya dan karirnya untuk mengikuti kemana saja suaminya jikalau bukan atas dasar cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seperti dalam tradisi di Jepang jaman dulu, walau suaminya pulang dalam keadaan mabuk karena habis minum-minum dengan rekan-rekannya, mereka tetap menyambut suaminya, membukakan sepatunya, menggantikan bajunya dengan baju tidur dan setelah itu ditinggal ngorok suaminya yang sudah 'terbang' ke alam mimpi akibat pengaruh minuman sake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan.. ini belum cerita soal istri-istri yang dipoligami.. Wah, bisa tambah panjang deh pembahasannya..&lt;br /&gt;Cerita dibalik istri impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dua pertiga film itu, barulah ketahuan seperti apa ternyata dibalik keidealan para istri-itri itu. Ternyata adalah seorang ahli genetika dan juga sibernetika dimana dia bukan cuma telah menjadi para istri yang tinggal di Stepford itu seperti robot yang menurut saja segala kemauan suami, tapi dia juga merekayasa robot untuk menjadi suami impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, memang suaminya sendiri kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya, yang melihat bahwa istrinya adalah seorang 'wonder woman', seorang 'supergirl', yang bisa segalanya, gajinya lebih besar, lebih pintar darinya, punya kekuasaan, malah merasa bahwa dia hanyalah 'suami status'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah jawanya, 'suami tandonan' atau suami serep, suami cadangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang terjadi? Bukan bangga dan bahagia punya istri yang 'serba lebih' begitu. Malahan akhirnya dia memilih asisten istrinya yang cerdas dan cantik serta lebih 'menggairahkan' dibanding istrinya yang selalu sibuk dan penuh dengan pikiran. Tapi tetap cantik sih.. dan kelewat cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, karena dia sangat mengidamkan punya suami yang ideal menurut dia, yang tidak pernah selingkuh, selalu setia dan sayang padanya, dari pada susah-susah mencari satu di antara seribu atau mungkin malah sejuta yang seperti itu, dia bikin saja robot yang bisa dia program sesuai dengan keinginannya. Lalu dengan kecanggihan teknologi, bisa dibuat semirip mungkin sehingga manusia pun menganggap dia adalah manusia juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, karena dia merasa 'bersalah' telah mengabaikan suaminya sehingga suami aslinya malah kabur dengan asistennya, dia terapkan teknologi pengendali otak bagi para istri-istri hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, yang datang ke perumahan itu tadinya adalah pasangan suami istri dimana istrinya memegang tampuk tertinggi suatu perusahaan dan suaminya hanya seorang pegawai rendahan atau tidak setinggi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si suami merasa bahwa dirinya telah diabaikan oleh istrinya yang karena sibuk dengan pekerjaannya, jadi tidak bisa dimintai 'sedikit' saja kasih sayangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar sih, sebetulnya para suami tidaklah butuh seorang perempuan yang 'serba segalanya'. Yang mereka butuhkan seperti yang tertuang dalam Quran, yaitu qurrota a'yun atau 'menyenangkan mata'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pulang, suami disambut dengan wajah berseri, sudah wangi dan penuh keceriaan. Bukan apa-apa, pastilah sepulang kerja badan penat dan penuh pikiran bisa membuat suasana jadi kacau bila pulang mendapatkan istri yang.. 'kacau' juga dalam penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First look is important kata orang bule sana. Dan saya setuju itu. Begitu pula Mamah Dedeh (tau kan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal-hal yang seperti itu yang menimbulkan rasa cinta, yang lalu berimplikasi dengan mudahnya 'dana taktis' mengalir dari kocek suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saya mengajarkan para istri jadi materialistis, tapi memang wajarlah istri jadi 'cewe matre' sama suami sendiri. Toh bukan sama suami orang lain, ya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan begitu, sodare-sodare?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trims sudah membacanya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-4901012430027531382?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/4901012430027531382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=4901012430027531382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/4901012430027531382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/4901012430027531382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2009/02/istri-impian.html' title='Istri Impian'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111354050235730807</id><published>2009-02-09T11:44:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T16:16:11.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Kemantapan Hati Untuk Memakai Jilbab</title><content type='html'>(Sumber: www.syariahonline.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammualakum wr.wb.&lt;br /&gt;Pak Ustadz, saya hamba Allah yang saat lagi bingung dan masih ada sedikit keraguan didalam hati kecil saya untuk memakai Jilbab. Alhamdulilah saya hingga saat ini masih memakai Jilbab, kira-kira 1 bulanan ini saya baru memakai Jilbab cuma kok kenapa ya Ustadz timbul keraguan dan ingin melepas Jilbab lagi padahal Insyaallah saya sudah niat dan mantep untuk menggunakan Jilbab selamanya. Disamping itu juga saya belajar untuk lebih mengerti dan mempelajari agama Islam apalagi suami saya juga sangat mendukung saya untuk selalu memakai Jilbab, dan selalu mengajak saya untuk shaolat berjama'ah dan mengajai sampai-sampai suami saya selalu membelikan pakaian muslim, buku-buku agama dan bahkan Jilbab juga suami saya belikan buat saya. Yang jadi pertanyaan saya. Mengapa hati dan perasaan saya saat ini jadi berubah dan ada sedikit rasa ragu keraguan padahal sebelum saya memakai Jilbab niat saya dan keinginan saya untuk memakai Jilbab sangatlah besar mana lagi sang suami sangat mendukung. Apakah saya harus trus berjuang untuk tetep memakai Jilbab apapun alasannya,atau dengan kata lain walaupun terpaksa hanya karena demi membahagiakan suami, saya harus tetep memakai Jilbab. Tapi saya takut kalo sangat berdosa karena saya memakai Jilbab hanya demi seseorang seolah-olah saya mempermainkan Agama. Saya mohon penjelasan Ustadz masalah ini karena jujur saja beberapa hari ini saya jadi bingung dan merasa tidak nyaman kalo trus memakai Jilbab hanya karena terpaksa. Apalagi saat ini bulan ramadhan dan Insyaallah saat ini saya masih menjalankan Puasa dan sholat. Atas jawaban Ustadz saya ucapkan banyak terima kasih dan saya berharap jawaban ini jangan dimuat tapi bisa dialamatkan ke email saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diniek Anggraini&lt;br /&gt;Yogykarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa rasa ragu dan ketidaktetapan yang bergejolak di hati Anda merupakan bisikan syetan. Syetan sekarang ini sedang berjuang mati-matian untuk menghembuskan rasa ragu dan syak ke dalam hati Anda. Dia membuat Anda menjadi gamang dan bingung dalam melangkahkan kaki ke dalam sinar cahaya dari Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu segeralah beristighfar, sucikan diri dan hati, datangilah orang-orang yang shalih dan mintalah petunjuk dan nasihat mereka. Perbanyaklah mengingat dosa dan amal buruk yang selama ini sudah Anda lakukan, lalu bayangkan bagaimana Anda harus mempertanggung-jawabkan semua itu kelak di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun?" (QS. Al-Hadid : 16) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sampai saat ini Anda masih tetap ingin menumpuk dosa dan menjalankan maksiat sementara lingkungan sekeliling Anda sudah menunjukkan jalan yang lurus terbentang di depan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. Al-Ahzab : 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Anda bersyukur punya suami yang memberikan jalan untuk Anda menutup aurat. Apalagi beliau sudah membelikan pakaian penutup yang sangat sopan dan baik itu. Lalu kalau di hati Anda masih ada keraguan, ketahuilah di dalam hati Anda itu ada syetan yang bercokol. Dia tidak akan mengizinkan Anda untuk menjalankan agama Allah SWT, lalu meniupkan serangkaian rasa ragu ke dalam dada Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia."' (QS. An-Naas : 1-6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus Anda lakukan sekarang ini adalah mengusir syetan itu dan musuhilah dia, karena dia adalah musuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Fathir : 6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang segeralah mantapkan hati Anda. Jalan di depan Anda sudah benar, tinggal apakah Anda mau melangkah saat ini atau masih mau menunda-nundanya lagi. Bukankah kita semua tidak tahu bahwa ajal itu bisa datang kapan saja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111354050235730807?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111354050235730807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111354050235730807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111354050235730807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111354050235730807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/08/kemantapan-hati-untuk-memakai-jilbab.html' title='Kemantapan Hati Untuk Memakai Jilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110764629549487411</id><published>2009-02-04T06:26:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:12:47.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Yang Menutupi Mata Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;(sumber: sebuah milis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya dengan sifat dan sikap ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pertama, selalu memperturutkan hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hawa nafsu telah mendorong untuk melakukan semua yang dilarang Allah. "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya mereka menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka, apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada." (QS al-'Aadiyaat: 6-10). Dalam kondisi batin manusia seperti ini penting kiranya diobati dengan senantiasa beristigfar, berzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kedua, cinta dunia dan takut mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ujian bagi kaum Muslimin mengenai hal ini tergambar dalam surat Ali-Imran: 142. Pada waktu itu pasukan pemanah yang telah ditempatkan Nabi di atas bukit tergoda hatinya oleh harta dunia yang berserakan di bawah sehingga mereka meninggalkan tugas dari Nabi. Mereka akhirnya luluh-lantah. Saat ini fragmen serupa tapi tak sama senantiasa berulang dan terjadi menerpa manusia. Sebetulnya dengan terus-menerus melakukan zikir, maka manusia akan sampai pada pola hidup zuhud; suatu sikap yang menganggap bahwa dunia harus dikuasai bukan dunia yang menguasai manusia. Seorang yang zuhud tak lagi berambisi terhadap dunia, tidak cinta dunia, dan tak takut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Ketiga, setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang dikuasai setan pandai sekali menghiasi perbuatan buruk dengan menjadi (seolah-olah) baik. Ia hipokrit tulen. Tabiat setan ini bisa diredam dengan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Keempat, tabiat buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan suatu perbuatan yang memang sudah menjadi tabiat (kebiasaan) dan telah mentradisi dalam individu maupun masyarakat. Untuk meruntuhkan tabiat buruk tersebut, lagi-lagi dibutuhkan zikir yang banyak kepada Allah. Kelak zikir akan menukar tabiat buruk menjadi tabiat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kelima, dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia diperintahkan untuk beristighfar, memohon ampun kepada Allah (QS Nuh: 10-12). Dosa kita selama ini telah menghalangi turunnya musim yang teratur, rezeki yang merata, anak-anak yang saleh, dan kesejukan dan keharmonisan hidup antarsesama. Ampunan dan pertolongan Allah pasti akan datang jika kita memintanya (QS Al-Baqarah: 186). Karena itu, marilah kita bersama-sama memohon ampun kepada Allah ihwal perbuatan khilaf dan dosa yang selama ini kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan berkepanjangan dan kenistaan tak bertepi. Pun Allah buka mata hati kita hingga mampu menangkap realitas absolut dan gerak-Nya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110764629549487411?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110764629549487411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110764629549487411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110764629549487411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110764629549487411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/02/yang-menutupi-mata-hati.html' title='Yang Menutupi Mata Hati'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110689070710907177</id><published>2009-01-27T12:21:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:10:05.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Wanita Shalihah</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber: Friendster Bulletinboard)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalihah...&lt;br /&gt;Ia merupakan sosok makhluk lembut yang menjadi idaman bagi setiap muslim yang shaleh. Karena pada dirinya terdapat perhiasan terindah di dunia ini sebagaimana disinyalir oleh Sang pembawa kabar gembira Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalehah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas seperti apasih wanita shalehah itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah adalah wanita yang benar-benar mengahambakan diri kepada Allah dan beribadah hanya kepadaNya. Ia menjauhkan diri dari perbuatan syirik baik kecil apalagi besar, tidak menyembah kecuali kepada Allah, tidak minta kepada kuburan atau pohon beringin, tidak memberi sesaji kepada Ratu Laut Selatan atau ratu-ratu lainnya, tidak kedukun, nggak make jimat dan banyak lagi perbuatan syirik yang dapat meluluh lantakan amal shaleh Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada Nabi-nabi sebelummu: 'Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tetulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sambah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur'”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih gawat lagi Allah tidak akan mengampuni dosa syirik sebagaimana termaktub dalam firmanNya yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa saj yang di kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka ia telah tesesat sejauh-jauhnya”.(QS 4 : 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah adalah wanita yang taat, patuh dan berbakti kepada kedua orang tuanya, Allah SWT menyelaraskan perintah beribadah hanya kepadanya dengan perintah berbuat baik dengan orang tua. Perhatiakan firman Allah dalam Qs Al-Israa’ ayat 23-24 yang artinya: “Dan Tuhanmu telah memrintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka da n ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Lihat juga Qs 31 : 13-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalihah adalah wanita yang menjadikan shalat sebagai kebahagian tersendiri baginya, seperti yang dilalkukan oleh idolanya, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i dari Anas Ra: “Dan kujadikan shalat sebagai permata hatiku”. Ia tidak lalai mendirikan shalat tepat pada waktunya, khusu’ dalam shalat-shalatnya, gemar berpuasa dan bersedekah, sungguh- sungguh dalam do’anya antara takut dan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah&lt;br /&gt;Jilbab adalah pakaiannya, busana muslimah yang menutup rapat seluruh auratnya, pakaian yang disyariatkan oleh Sang Penguasa jagad raya kepadanya. Allah berfirman yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: 'hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Jilbab adalah syi’ar islam, hanya jilbab yang menjadi pembeda antara muslimah dan wanita kafir di tempat umum. Wanita shalehah tahu apapun yang disyari’atkan Allah kepada manusia, tidak lain untuk kebaikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Dalam dirinya terkumpul kebaikan akhlak, adab baginya lebih baik dari zahab (emas), penghias bibirnya adalah zikrullah dan bacaan Al-Qur’an, pemerah pipinya adalah rasa malu, eye shadawnya gahdul bashar dan ia selalu menjaga kesuciannya sebagai aplikasi dari firman Allah yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar- saudara leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung'”. (Qs 24 : 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menjaga dirinya dari sentuhan laki-laki yang bukan muhrim, baik melalui bersalaman apalagi diraba-raba. (Iiii ngeriii). Rasul SAW bersabda yang artinya : “Sekiranya ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang diantara kamu, itu lebih baik dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR At-Thabroni dan Baihaqi dari mi’qol bin yasaar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah adalah wanita yang terdidik dengan tarbiyah islamiyah, terus memperdalam ilmu syar’i, aktif dalam kegiatan dakwah beramar makruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Ia senantisa berusaha menghindari ikhtilat, berkhalwat, apalagi pacaran. Pacaran? makhluk apaan tuh? Tidak la yau. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat (berdua-duaan) kecuali yang ketiganya adalah setan”.(Hr Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Hari-hari libur dari ritualnya ia ganti dengan dangan hal-hal yang bermanfaat, membaca buku-buku islam, mendengar kaset-kaset ceramah, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan perintah Allah, sungguh- sungguh terhadap kewajiban dan hirs terhadap nawafil, sehingga ia dapat menggapai cintaNya sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya: Rasul bersabda: "Allah berfirman: 'Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang ia gunakan untuk m endengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan, apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta perlindungan niscaya Aku lindungi.'" (Hr Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan meninggalkan laranganNya, berusaha menghindari yang makhruh dan sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW yang artinya: “Setiap anak Adam pernah melakukan perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana termaktub dalam firmanNya yang artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya. Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. So pemuda muslim akan ngiler, trus ngincer untuk selanjut nguber. Nah lho.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Ketika di khitbah oleh seorang muslim yang shaleh dan multazim, ia tidak menolaknya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jika datang kepadamu (mengkhitbah) orang yang kamu ridha dien dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, bila tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar”. Ia memprioritaskan dua syarat dien dan akhlak, namun tidak terlalu ghulu (berlebihan) dalam menyaring dan menentukan pilihan, sebab ia tahu tidak ada orang zaman sekarang yang imannya setaraf dengan Abu Bakar atau Umar. Cukuplah baginya pemuda yang shaleh dan multazim, itulah yang ia nantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami, ah gadis mana yang tidak mengenangkan suami, pendamping dan pasangan hidup, yang akan memberikan kebahagiaan dan keceriaan? Rasanya semua gadis mengimpikannya. Akan dinantinya saat-saat kedatangan sang pujaan hati dengan debar bahagia di dada, dengan rona memerah dipipi, terlambunglah angan dan teruntailah harapan: “Akankah kumiliki suami idaman nan shaleh? Suami yang dapat dijadikan tempat berbagi, tempat belajar, tempat mencurahkan isi hati , tempat bermanja, juga tempat menyerahkan ketaatan agar tercapai ridha Ilahi, suami yang menjadi qowam yang dapat menggandeng tangan pasangannya menuju syurga Allah, suami yang menjadi teladan, suami yang menjadi pendidik, suami yang menjadi kecintaan, aah pantas kiranya tak boleh sembar angan memilih suami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Saat memasuki jenjang pernikahan, terbetik azam dalam hatinya, untuk mengoptimalkan diri dalam mencurahkan ketaatan kepada suaminya, terngiang di telinganya nasehat seorang ibu Umamah binti Harits kepada putrinya dimalam pernihkahan sang putri tercinta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai putriku tersayang… Sesungguhnya nasehat ini jika ditinggalkan karena keagungan adab maka kutinggalkan ia untukmu. Nasehat ini merupakan peringatan bagi orang yang lalai (lupa) dan petunjuk bagi yang berakal, jika seorang wanita tidak butuh terhadap pernikahan, niscaya kedua orang tuanya lebih tidak membutuhkannya, akan tetapi keduanya sangat membutuhkannya, karena wanita diciptakan untuka lelaki dan laki-laki diciptakan untuk wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku sayang... kini engkau akan berpisah dari udara dan dunia remaja yang akupun telah melaluinya. Kini engkau akan menjalani hidup baru yang juga pernah kujalani, menuju&lt;br /&gt;kehidupan yang belum engkau ketahui dan teman yang belum engkau pahami, dia akan menjadi raja dan pelindung bagimu. Jadilah engkau budaknya, niscaya dia akan menjadi budak yang&lt;br /&gt;dekat denganmu, ingat dan peliharalah sepuluh point yang akan menjadi modal dan simpanan bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama dan kedua adalah: Tunduk berkhidmat kepadanya disertai dengan qona’ah. Memperhatikan ucapannya disertai dengan to’ah (taat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga dan ke empat: menjaga persaan mata dan hidungnya, jangan sampai matanya&lt;br /&gt;melihat sesuatu yang jelek darimu dan jangan tercium olehnya kecuali sesuatu yang harum dan&lt;br /&gt;wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang kelima dan enam: perhatikanlah watu makan dan tidurnya, karena rasa lapar dapat menimbulkan emosi dan kurang tidur bisa mengundang amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ke tujuh dan delapan: menjaga hartanya serta menaruh hormat terhadap keluarganya,&lt;br /&gt;aturlah hartanya dengan baik dan pergauilah keluarganya sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang ke sembilan dan sepuluh: jangan engkau maksiat dan menentangnya, jangan pula engkau beberkan rahasianya, bila engkau menentangnya maka engkau telah mengobarkan kemarahannya dan jika engkau membeberkan rahasianya niscaya engkau tidak akan merasa aman akan kepergiannya. Kemudian jangan sampai engkau menampakkan kegembiraan jika ia sedang bersedih dan jangan pula menampakkan kesedihan bila ia sedang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Ia tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak melulu berjalan mulus,  berbentangkan permadani. Kehidupan rumah tangga tak ubahnya sebuah kapal yang berlayar di tengah samudra, terkadang tenang dengan ombak dan riak-riak kecil, namun dilain waktu angin kencang melanda, badai menghantam, ombak bergulung seakan ingin menenggelamkan kapal dan seluruh isinya. Saat seperti itulah peranan suami istri teruji, jika mereka kompak, bahu-membahu dengan saling pengertian, InsyaAllah biduk akan selamat sampai ketepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Ia menjadi sesuatu yang paling berharga bagi suaminya setelah ketakwaannya kepada Allah, bila dipandang oleh sang suami menimbulkan rasa bahagia dihati. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits yang artinya: “tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang muslim setelah takwa kepada Allah dan lebih baik baginya selain dari istri yang shalehah, apabila ia memerintahnya dia akan mentaatinya, jika ia melihat kepadanya dia membahagiakannya, jika bersumpah kepadanya dia menepatinya dan bila ia tidak berada di dekatnya dia menjaga dirinya juga harta suaminya”. (HR Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak memasukkan lelaki kerumahnya tanpa seizin sang suami dan selalu menjaga harga diri dan kepercayaan suaminya. Allah berfirman yang artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan kerena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (Qs 4 : 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu ridha dengan apa yang diberikan suami, betapapun kecilnya pemberian itu dan tidak pernah menuntut sesuatu yang tidak tergapai oleh penghasilan sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Ia sabar saat-saat sang suami meninggalkannnya untuk menuntut ilmu, mencari rizki, atau kepentingan dakwah dan menyambut kepulangan suami dengan senyum mengembang dan wajah ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Apabila suaminya dilanda futur, semangatnya mengendur, ia tampil menegur “Mas kok loyo”, memberikan motivasi dan mengobarkan semangat juangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalehah...&lt;br /&gt;Ia selalu melahirkan generasi robbani, mengenalkan putra-putrinya kepada Allah sejak dini, bahkan sebelum sang anak itu terlahir kedunia. Mengasuhnya dengan sabar dan penuh keibuan, mendidiknya dengan pendidikan islami, mengajari Sunnah-sunnah Nabi, akhlakul karimah dan lain sebagainya. Ibu adalah madrasatul Ula bagi putra-putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ia akan menjadi mar’ah shalehah, zaujah muti’ah dan ummu madrasah. Singkatnya, wanita shalehah adalah gambaran sosok hamba Allah, pengikut Rasul, anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang baik dan menjadi uswah hasanah bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah nian alunan nasyid yang berbunyi: “Sungguh indah permata dunia, intan mutu manikam, emas dan berlian yang memikat hati. Namun tiada seindah bunga wanita shalehah harapan agama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa sifat dan karakter wanita shalehah yang menjadi dambaan setiap muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah aku mendapatkannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110689070710907177?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110689070710907177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110689070710907177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110689070710907177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110689070710907177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/01/wanita-shalihah.html' title='Wanita Shalihah'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110402402537527422</id><published>2009-01-26T09:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T15:53:35.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pribadi Berdzikir</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam album Tausiyah Dzikir &amp; Nasyid, 2004. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi berdzikir&lt;br /&gt;Zikir menjadi kepribadiannya&lt;br /&gt;Alloh tujuannya&lt;br /&gt;RasuluLlah Saw teladan dalam hidupnya&lt;br /&gt;Dunia inipun menjadi surga sebelum surga sebenarnya&lt;br /&gt;Bumi menjadi mesjid baginya&lt;br /&gt;Rumah, kantor bahkan hotel sekalipun menjadi musholla baginya&lt;br /&gt;Tempat ia berpijak meja kerja, kamar tidur hamparan sajadah baginya&lt;br /&gt;Kalo dia bicara, bicaranya dakwah&lt;br /&gt;Kalo dia berdiam, diamnya berzikir&lt;br /&gt;Napasnya tasbih&lt;br /&gt;Matanya pernuh rahmat Alloh, penuh kasih sayang&lt;br /&gt;Telinganya terjaga&lt;br /&gt;Pikirannya baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis  dan tidak suka&lt;br /&gt;memvonis&lt;br /&gt;Hatinya SubhanaLlah diam-diam berdoa&lt;br /&gt;Doanya diam-diam&lt;br /&gt;Tangannya bersedekah&lt;br /&gt;Kakinya berjihad&lt;br /&gt;ia tidak mau melangkah sia-sia&lt;br /&gt;kekuatannya silaturahim&lt;br /&gt;Kerinduannya tegaknya syariat Alloh&lt;br /&gt;Kalo memang haq tujuannya, maka sabar dan kasih sayang strateginya&lt;br /&gt;Asma amanina cita-cita tertinggi teragung syahid di jalan Alloh&lt;br /&gt;Dan..&lt;br /&gt;Sungguh menarik&lt;br /&gt;Kesibukannya ia hanya asyik memperbaiki dirinya&lt;br /&gt;Tidak tertarik mencari kekurangan apalaagi aib orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirilah majelis-majelis zikir&lt;br /&gt;Raihlah kepribadian berzikir&lt;br /&gt;Dengan selalu hadir menikmati hidangan hidayah Alloh terlezat…&lt;br /&gt;ZikruLlah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110402402537527422?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110402402537527422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110402402537527422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110402402537527422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110402402537527422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2004/12/pribadi-berdzikir.html' title='Pribadi Berdzikir'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111171110603184042</id><published>2009-01-26T07:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:37:14.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Khaulah Binti Tsa’labah</title><content type='html'>Khaulah Binti Tsa’labah&lt;br /&gt;Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: www.alsofwah.or.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, "Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku." Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah berkata, "Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah saw, lalu dia duduk di hadapan beliau dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut. Rasulullah saw bersabda, "Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita mukminah ini mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada Rasulullah saw apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah saw tetap menjawab, "Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu wanita mukminah ini senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Pada kedua matanya nampak meneteskan air mata dan semacam ada penyesalan, maka beliau menghadap kepada Yang tiada akan rugi siapapun yang berdoa kepada-Nya. Beliau berdo’a, "Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bagusnya seorang wanita mukminah semacam Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah saw dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan untuk Allah Ta`ala. Ini adalah bukti kejernihan iman dan tauhidnya yang telah dipelajari oleh para sahabat kepada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada henti-hentinya wanita ini berdo`a sehingga suatu ketika Rasulullah saw pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah saw sadar kembali, beliau bersabda, "Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan al-Qur`an tentang ditimu dan suamimu kemudian beliau membaca firman-Nya (artinya), "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan [halnya] kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,…sampai firman Allah: "dan bagi oranr-orang kafir ada siksaan yang pedih."(Al-Mujadalah:1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) Zhihar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Perintahkan kepadanya (suami Khansa`) untuk memerdekan seorang budak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah : Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah : Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah : Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Aku bantu dengan separuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah : Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaulah dengan anak pamanmu itu secara baik.” Maka Khaulah pun melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada pemimpin anak Adam a.s yang mengandung banyak pelajaran di dalamnya dan banyak hal yang menjadikan seorang wanita yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan bangga dan perasaan mulia dan besar perhatian Islam terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul mukminin Aisyah ra berkata tentang hal ini, "Segala puji bagi Allah yang Maha luas pendengaran-Nya terhadap semua suara, telah datang seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada Rasulullah saw, dia berbincang-bincang dengan Rasulullah saw sementara aku berada di samping rumah dan tidak mendengar apa yang dia katakan, maka kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat, "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah…" (Al-Mujadalah: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wanita mukminah yang dididik oleh Islam yang menghentikan Khalifah Umar bin Khaththab r.a saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Beliau berkata, "Wahai Umar aku telah mengenalmu sejak namamu dahulu masih Umair (Umar kecil) tatkala engkau berada di pasar Ukazh engkau mengembala kambing dengan tongkatmu, kemudian berlalulah hari demi hari sehingga memiliki nama Amirul Mukminin, maka bertakwalah kepada Allah perihal rakyatmu, ketahuilah barangsiapa yang takut akan siksa Allah maka yang jauh akan menjadi dekat dengannya dan barangsiapa yang takut mati maka dia kan takut kehilangan dan barangsiapa yang yakin akan adanya hisab maka dia takut terhadap Adzab Allah." Beliau katakan hal itu sementara Umar Amirul Mukminin berdiri sambil menundukkan kepalanya dan mendengar perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi al-Jarud al-Abdi yang menyertai Umar bin Khaththab tidak tahan mengatakan kepada Khaulah, "Engkau telah berbicara banyak kepada Amirul Mukminin wahai wanita.!" Umar kemudian menegurnya, "Biarkan dia…tahukah kamu siapakah dia? Beliau adalah Khaulah yang Allah mendengarkan perkataannya dari langit yang ketujuh, maka Umar lebih berhak untuk mendengarkan perkataannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka aku akan mengerjakan shalat kemudian kembali mendengarkannya sehingga selesai keperluannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SUMBER: buku Mengenal Shahabiah Nabi SAW., karya Mahmud Mahdi al-Istanbuly dan Musthafa Abu an-Nashar asy-Syalaby, h.242-246, penerbit AT-TIBYAN)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111171110603184042?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111171110603184042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111171110603184042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111171110603184042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111171110603184042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/khaulah-binti-tsalabah.html' title='Khaulah Binti Tsa’labah'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111442542934080814</id><published>2009-01-22T17:35:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T09:57:12.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Berbusana Muslimah, Betulkan Lebih Mahal?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.eramuslim.net)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr. wb.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ibu tiga anak putri yang mulai dewasa. Di bulan penuh berkah ini saya ingin memulai mengenakan busana muslimah. Tapi ada yang mengganjal pikiran saya ketika saya berbelanja busana muslimah beberapa hari lalu. Saya lihat harga busana muslimah ready to wear umumnya relatif mahal. Maklum saya cuma istri seorang pegawai negeri. Saya jadi ingat komentar seorang teman yang mengatakan bahwa berbusana muslimah itu butuh dana besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saya minta saran Anda. Bagaimana caranya agar berbusana muslimah tidak mahal? Apalagi saya juga ingin anak-anak saya kelak bisa berjilbab pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmah&lt;br /&gt;Bukit Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rahmah di tanah seberang. Saya ikut bergembira karena ibu akhirnya berkenan memenuhi kewajiban berbusana muslimah. Tentu, saya tidak ingin ibu ragu-ragu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran busana, bagi sebagian keluarga, memang bisa menjadi anggaran yang besar. Apalagi untuk wanita yang bekerja atau sehari-harinya beraktivitas di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula orang yang beranggapan bahwa berbusana muslimah itu mahal dan boros. Pernyataan itu mungkin ada benarnya kalau dilihat dari lebarnya bahan yang digunakan. Karena baju itu menutup mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, berlapis-lapis pula. Tak sedikit pula diantara muslimah yang mengenakan dua lapis kerudung, baju atas dua sampai tiga lapis, begitu pula rok bawahannya. Ini masih pula ditambah dengan kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya itu memang tampak besar kalau kita hanya melihat dari segi banyaknya bahan yang dipakai. Tapi coba hitung harganya dari banyaknya koleksi yang dimiliki, kemudian bandingkan dengan pakaian wanita biasa. Tentu Anda tidak serta merta menganggapnya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak apa yang dikatakan para ahli busana jika mereka ditanya: "Apa kunci berbusana secara hemat?" Mereka sering mengatakan bahwa kuncinya adalah kombinasi. Ya, kombinasi antar berbagai komponen pakaian yang dapat ditukar-tukar sehingga akan tampak selalu tampil berbeda meski jumlah koleksi busananya terbatas. Semakin banyak komponen suatu busana, semakin banyak pula kemungkinan kombinasi yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busana muslimah ternyata memiliki kompenen busana lebih banyak sehingga akan lebih mudah menghasilkan kombinasi. Jadi Anda tak perlu memiliki koleksi pakaian bertumpuk-tumpuk untuk bisa tampil beda setiap hari. Cukup miliki bebarapa potong pakaian dengan warna-warna yang cantik jika dipadu-padankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci hemat berbusana muslimah juga pada pemakaian aksesories dan perhiasan yang sederhana. Wanita berbusana muslimah, karena tidak menampakan perhiasan di luar, bisa mengurangi hasrat berlebihan dalam memiliki perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan make-up dan salon. Kebutuhan ini bisa menghabiskan anggaran tidak sedikit. Wanita berbusana muslimah tidak perlu pergi ke salon untuk menata rambut sebelum menghadiri suatu acara penting. Wanita muslim juga tidak memakai make-up berlebihan saat keluar rumah, karena mereka memilih menampakan kecantikan hanya pada suami tercinta di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian di luar negeri membuktikan seorang wanita berbusana muslimah tidak membutuhkan anggaran lebih besar daripada wanita tidak berbusana muslimah. Memang, sepengetahuan saya, di Indonesia belum diadakan penelitian resmi mengenai ini. Tapi beberapa wanita berbusana muslimah yang saya kenal mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak percaya? Coba saja memakainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111442542934080814?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111442542934080814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111442542934080814' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111442542934080814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111442542934080814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/05/berbusana-muslimah-betulkan-lebih.html' title='Berbusana Muslimah, Betulkan Lebih Mahal?'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110984041714345167</id><published>2009-01-12T15:59:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T16:06:07.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Perbandingan Wanita Islam dan Barat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: www.kotasantri.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Publikasi : 28-02-2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memperbandingkan lingkungan hidup Islam dengan barat, akan dapat kita saksikan suatu kerumunan di sekitar wanita yang hanya terjadi pada kemerekahan dalam kecantikan wajahnya. Disaat itu dia diperebutkan, dimanja, dan diberi kedudukan yang menarik dan menggiurkan. Namun setelah masa memoles keputihan rambutnya, dengan goresan kerut wajah semakin mendalam yang beriring dengan kepudaran daya tariknya, maka bergeserlah fungsi sang primadona menjadi pelengkap kebutuhan dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekitarnya kini, sudah tidak ditemukan orang yang memperhatikan lagi, bahkan putra-putrinya pun tidak menyayanginya. Mereka selama ini memandangnya sebagai hiasan belaka, setelah kesegaran dan kecantikannya memudar, maka usailah semuanya. Sang anak pun tidak memperdulikannya lagi bahkan tidak tahu bagaimana cara hidupnya kini, mungkin ia pergi ke panti jompo untuk mengakhiri masa hidupnya disana. Mengapa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa usia muda belia, ia terayu bisikan setan yang menasihatkan, "Manfaatkan masa remajamu demi kesenangan diri sendiri," dan kepada anak-anaknya pun diserukan, "Belajar dan berusaha mandiri." Sang anak tidak berkesempatan mendapat belaian kasih dan rindu ibu. Mereka hidup dalam krisis kasih sayang, maka wajarlah kalau mereka menyelenggarakan "hari ibu" setahun sekali yang mempertemukan ibu dan putranya untuk mempertautkan hati dalam kegersangan dan kebekuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat Islam tidak mengenal hari ibu, disini kita menyelenggarakan hari ibu setiap saat. Pada waktu ibu sudah tua, dengan ditandai oleh rambutnya yang memutih, justru pada saat inilah kecantikannya semakin mempesona, jasanya semakin agung, kewibawaannya pun semakin menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak memanjakannya, dengan penuh rasa kasih sayang dan dikatakan kepada ibunya, "Ibu kini tidak usah bekerja, cukup shalat, berdo'a pada Allah untuk kesejahteraan keluarga." Segenap keluarga mengharap do'a dan ridhonya, ia ditempatkan sebagai sesepuh yang diagungkan dalam rumah tangga. Islam mendidik umatnya untuk mencintai, menghormati, dan mengagungkan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan wanita barat yang menuntut diadakannya hari ibu, untuk mengingatkan anak-anaknya bahwa mereka masih punya ibu, dan bahwa sang ibu membutuhkan hadiah dan kado dari anak cucunya. Sedang dalam Islam, hari ibu terjadi setiap saat dan sepanjang hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dengan segenap anggota keluarga baru keluar rumah setelah mencium tangan ibu dan meminta do'anya. Setiap saat kita bersimpuh dihadapanNya, memohonkan panjang usianya kepada Allah SWT. Semakin bertambah putih rambutnya bertambah pula rasa cinta, rindu, dan penghargaan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kedudukan kaum wanita dalam masyarakat Islam, dan demikianlah pandangan kita terhadap kaum wanita menurut ajaran agama Islam. Ingat syurga itu ada di bawah telapak kaki ibu. Maka sayangilah ibu yang telah melahirkan kita. (m1ta)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110984041714345167?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110984041714345167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110984041714345167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110984041714345167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110984041714345167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/perbandingan-wanita-islam-dan-barat.html' title='Perbandingan Wanita Islam dan Barat'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110326302464406371</id><published>2008-12-26T15:53:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T15:59:19.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Rindu Sang Nenek</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(sumber: dari sebuah mailing list, maaf lupa mailing list mana, sudah lama)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuantua itu datang. Pada hari itu, sang nenek datang dan langsung masuk masjid. Usai shalat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian kasihankepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: 1. Hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; 2. Rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dituturkan oleh seorang Kiai Madura, D. Zawawi Imran, yang membuat bulu kuduk kita merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh SAW?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110326302464406371?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110326302464406371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110326302464406371' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110326302464406371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110326302464406371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2004/11/rindu-sang-nenek.html' title='Rindu Sang Nenek'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-6484361466810482677</id><published>2008-12-20T16:08:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T16:10:19.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Itali Rancang Undang-Undang Pemakaian Jilbab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://eramuslim.com/fckfiles/image/1itali.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://eramuslim.com/fckfiles/image/1itali.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber: Eramuslim.com, Rabu, 17/12/2008 01:51 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meloloskan undang-undang kebebasan pemakaian jilbab ini akan menjadi sebuah rogres yang besar,” ujar Mohamed Al-Zayyat dari Islamic Relief, Itali, “Undang-undang ini akan memberikan perlindungan legal kepada pemakai jilbab.” Kassab Boshti, wakil ketua Serikat Muslim Itali (Union of Italian Muslims), menimpali, “Undang-undang ini akan menjadi sebuah kemenangan dakwah di Itali jika sudah final.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senator Silvana Amati, seorang senator khusus yang menangani konstitusi, telah membeberkan sebuah draft undang-undang pemakaian jilbab di Itali. Dalam draft itu, yang dilarang hanya menutupi seluruh wajah, artinya dengan memakai cadar. Langkah ini menunjukan sebuah sikap toleransi pemerintah Itali kepada warga Muslim. Saat ini muslim di Itali berjumlah lebih dari 1,2 juta jiwa. 20.000 orang di antaranya adalah mereka yang asalnya kembali memeluk Islam. Golongan ini sempat beralih agama, karena lama tinggal di negeri itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya kendala, dikhawatirkan akan datang dari oposisi sayap kanan Itali. Kelompok ini aktif mengumpulkan suara dari parlemen untuk menolak undang-undang tentang jilbab. Sejak tahun 2004, di negara-negara Eropa bermunculan muslimah yang mengenakan jilbab di sekolah dan wilayah public lainnya. Prancis, setelah berbagai insiden, menjadi negara Eropa pertama yang memelopori kebebasan memakai jilbab. (sa/iw)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-6484361466810482677?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/6484361466810482677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=6484361466810482677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6484361466810482677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6484361466810482677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/12/itali-rancang-undang-undang-pemakaian.html' title='Itali Rancang Undang-Undang Pemakaian Jilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111303333591031966</id><published>2008-12-17T17:49:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:10:48.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Sepuluh anugerah Ilahi</title><content type='html'>Mutiara Berserak (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra. mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang telah dianugerahi&lt;br /&gt;Sepuluh anugerah dari Ilahi&lt;br /&gt;Sungguh ia telah dilindungi&lt;br /&gt;Dari malapetaka yang menyelimuti&lt;br /&gt;Dan termasuk hamba yang dekat dengan Ilahi&lt;br /&gt;Serat memperoleh penghargaan "orang suci"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kejujuran abadi disertai ketulusan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kesabaran sempurna disertai&lt;br /&gt;rasa syukur sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kondisi fakir disertai sikap zuhud&lt;br /&gt;yang selalu hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tafakur tentang mahluk&lt;br /&gt;disertai lapar yang mengetuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kegelisahan jiwa disertai ketakwaan&lt;br /&gt;pada Sang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, kesungguhan hati disertai&lt;br /&gt;sifat rendah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, ramah tamah disertai dayang&lt;br /&gt;dan penuh kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, cinta sejati disertai upaya mawas diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, ilmu manfaat disertai&lt;br /&gt;kemauan ntuk berbuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, iman yang teguh disertai akal yang kukuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Quoted from:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Menuju Pintu Tuhan, Mutiara Berserak",&lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqalani,&lt;br /&gt;A. Nasikhin Syaba (terj),&lt;br /&gt;Risalah Gusti, Surabaya, Agustus 2000, cet i.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111303333591031966?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111303333591031966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111303333591031966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111303333591031966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111303333591031966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/sepuluh-anugerah-ilahi.html' title='Sepuluh anugerah Ilahi'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-112205201018587061</id><published>2008-11-22T10:05:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:21:32.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sesungguhnya Cinta Itu (Tidak) Kontroversial</title><content type='html'>Oleh: Vita Sarasi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah saat Anda dulu jatuh cinta? Atau mungkin saat ini Anda tengah mengalaminya? Itulah yang sedang terjadi pada salah seorang sahabat saya. Akhir-akhir ini tingkah lakunya berubah drastis. Ia jadi suka termenung dan matanya sering menerawang jauh. Jemari tangannya sibuk ketak-ketik di atas tombol telpon genggamnya, sambil sesekali tertawa renyah, berbalas pesan dengan pujaan hatinya. Di lain waktu dia uring-uringan, namun begitu mendengar nada panggil polyphonic dari alat komunikasi kecil andalannya itu, wajahnya seketika merona. Lagu-lagu romantis menjadi akrab di telinganya. Penampilannya pun kini rapi, sesuatu yang dulu luput dari perhatiannya. Bahkan menurutnya nuansa mimpi pun sekarang lebih berbunga-bunga. Baginya semuanya jadi tampak indah, warna-warni, dan wangi semerbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mencengangkan lagi, di apartemennya bertebaran buku-buku karya Kahlil Gibran, pujangga Libanon yang banyak menghasilkan masterpiece bertema cinta. Tak cuma menghayati, kini dia pun menjadi penyair yang mampu menggubah puisi cinta. Sesekali dilantunkannya bait-bait syair. "Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut, mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercenung melihat cintanya yang begitu mendalam. Namun, tak urung menyeruak juga sebersit kontradiksi yang mengusik lubuk hati. Sebagai manusia, wajar jika saya ingin merasakan totalitas mencintai dan dicintai seseorang seperti dia. Tapi bukankah kita diwajibkan untuk mencintai Allah lebih dari mencintai makhluk dan segala ciptaan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah kita tidak boleh mencintai seseorang seperti sahabat saya itu? Bagaimana menyikapi cinta pada seseorang yang tumbuh dari lubuk hati? Apakah cinta itu adalah karunia sehingga boleh dinikmati dan disyukuri ataukah berupa godaan sehingga harus dibelenggu? Bagaimana sebenarnya Islam menuntun umatnya dalam mengapresiasi cinta? Tak mudah rasanya menemukan jawaban dari kontroversi cinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, suatu hari ada pencerahan dari tausyiah dalam sebuah majelis taklim bulanan. Islam mengajarkan bahwa seluruh energi cinta manusia seyogyanya digiring mengarah pada Sang Khalik, sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk. Justru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata karena mencintai-Nya. Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah 165, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Allah SWT telah menyampaikan pesan gamblang mengenai perbedaan dan garis pemisah antara orang-orang yang beriman dengan yang tidak beriman melalui indikator perasaan cintanya. Orang yang beriman akan memberikan porsi, intensitas, dan kedalaman cintanya yang jauh lebih besar pada Allah. Sedangkan orang yang tidak beriman akan memberikannya justru kepada selain Allah, yaitu pada makhluk, harta, atau kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menyajikan pelajaran yang berharga tentang manajemen cinta; tentang bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioritas cintanya. Urutan tertinggi perasaan cinta adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada Rasul-Nya (QS 33: 71). Cinta pada sesama makhluk diurutkan sesuai dengan firman-Nya (QS 4: 36), yaitu kedua orang ibu-bapa, karib-kerabat (yang mahram), anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sedangkan harta, tempat tinggal, dan kekuasaan juga mendapat porsi untuk dicintai pada tataran yang lebih rendah (QS 9: 24). Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cinta adalah abstrak. Namun perasaan cinta bisa diwujudkan sebagai perilaku yang tampak oleh mata. Di antara tanda-tanda cinta seseorang kepada Allah SWT adalah banyak bermunajat, sholat sunnah, membaca Al Qur’an dan berdzikir karena dia ingin selalu bercengkerama dan mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya. Bila Sang Khaliq memanggilnya melalui suara adzan maka dia bersegera menuju ke tempat sholat agar bisa berjumpa dengan-Nya. Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk berduaan (ber-khalwat) dengan Rabb kekasihnya melalui shalat tahajjud. Betapa indahnya jalinan cinta itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Apa yang difirmankan oleh Sang Khaliq senantiasa didengar, dibenarkan, tidak dibantah, dan ditaatinya. Kali ini saya baru mengerti mengapa iman itu diartikan sebagai mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seluruh ayat-Nya dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa sehingga seseorang yang mencintai-Nya merasa sanggup berkorban dengan jiwa, raga, dan harta benda demi membela agama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitas rasa cinta kepada Allah SWT juga merasuk hingga sekujur roh dan tubuhnya. Dia selalu mengharapkan rahmat, ampunan, dan ridha-Nya pada setiap tindak-tanduk dan tutur katanya. Rasa takut atau cemas selalu timbul kalau-kalau Dia menjauhinya, bahkan hatinya merana tatkala membayangkan azab Rabb-nya akibat kealpaannya. Yang lebih dahsyat lagi, qalbunya selalu bergetar manakala mendengar nama-Nya disebut. Singkatnya, hatinya tenang bila selalu mengingat-Nya. Benar-benar sebuah cinta yang sempurna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur ya Allah, saya menjadi lebih paham sekarang! Cinta memang anugerah yang terindah dari Maha Pencipta. Tapi banyak manusia keliru menafsirkan dan menggunakannya. Islam tidak menghendaki cinta dikekang, namun Islam juga tidak ingin cinta diumbar mengikuti hawa nafsu seperti kasus sahabat saya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja dia mencintai Allah SWT melebihi rasa sayang pada kekasihnya. Bila saja pujaan hatinya itu adalah sosok mukmin yang diridhai oleh-Nya. Dan andai saja gelora cintanya itu diungkapkan dengan mengikuti syariat-Nya yaitu bersegera membentuk keluarga sakinah, mawaddah, penuh rahmah dan amanah... Ah, betapa bahagianya dia di dunia dan akhirat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, lebih murni, dan lebih abadi. Cinta seperti ini diilustrasikan dalam sebuah syair karya Ibnu Hasym, seorang ulama sekaligus pujangga dan ahli hukum dari Andalusia Spanyol dalam bukunya Kalung Burung Merpati (Thauqul Hamamah), "Cinta itu bagaikan pohon, akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak buah." Wallahua’lam bish-showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-112205201018587061?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/112205201018587061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=112205201018587061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/112205201018587061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/112205201018587061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/08/sesungguhnya-cinta-itu-tidak.html' title='Sesungguhnya Cinta Itu (Tidak) Kontroversial'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111409217581643585</id><published>2008-11-20T22:01:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T09:44:55.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kado Bagi Wanita, Bertolak dari Pertarungan Ideologi Kartini</title><content type='html'>Oleh: Prembayun Miji Lestari, S.S&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dalam tinta sejarah tidak akan pernah kering disebut dalam pembentukan sebuah peradapan dunia. Dari jaman dahulu kala hingga detik sekarang wanita menjadi buah pembicaraan yang laris manis, dari jaman Hawa sampai jaman Mega, wanita menjadi soroton utama yang melegendaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flash back, kembali membuka memori kita pada sejarah lama. Wanita dulu terkenal dengan kelemah-lembutan dan keibuannya, bersifat pemalu, terkungkung adat tidak memiliki sebuah ‘kebebasan’ karena terpasung oleh sebuah tradisi ‘pingitan’ yang menyebabkan wanita terbelakang dalam pemikiran. Wanita terperosok dalam ‘penjara’ yang dibuat oleh para pendahulunya, kekolotan dan keluguan menjadi ikoniknya. Ya begitulah kurang lebih gambaran wanita jaman lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita komparasikan dengan wanita sekarang. Atas nama emansipasi, banyak wanita yang rela meninggalkan tugas utamanya sebagai ibu peradapan demi sebuah karier. Memang tak ada yang melarang wanita berkarier, tapi perlu diperhatikan konsep norma yang ada. Wanita sekarang banyak yang menanggalkan atribut ‘malunya’. Sudah bukan barang langka lagi, kian hari emansipasi kian mirip dengan liberalisasi dan feminisasi. Banyak wanita yang terjebak pada pemikiran modern dan liberal, wanita sejajar dengan pria dalam apapun. Pemikiran barat (westernisasi) menjadi parameter keberhasilan wanita sekarang. Fenomena itu dapat kita temukan setiap saat dimanapun dan kapanpun. Di televisi banyak sekali kita temukan wanita sebagai obyek komersil yang menguntungkan para ‘pecundang materi’, bisa kita lihat salah satunya adalah Inul Daratista dengan goyangan erotisnya memberikan sebuah ‘hiburan baru’ bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak yang terjadi, banyak anak kecil yang menirukan aksi ngebornya tanpa mempedulikan adanya rasa ewuh dan kesopansantunan. Rasa malu sudah tercerabut dari nurani. Eksploitasi menjadi kepentingan disana, tanpa disadari secara tidak langsung oleh pelakunya. Modernisasi, apologinya. Itu baru sebagian kecil sebuah deskripsi wanita sekarang. Wanita kini telah maju ke belakang. Artinya secara outlook maju, tetapi pemikiran mengalami sebuah penurunan kemajuan. ‘Kemajuan’ yang terjadi dianggap sebagai bentuk emansipasi atau modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah kondisi Indonesia. Kembali pada sejarah lama, kita tengok perjalanan Kartini. Kartini dalam kumpulan suratnya: Door Duisternis Tot Licht, yang diartikan Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Armin Pane, dapat dijadikan salah satu tumpuan dalam mencermati sebuah pertarungan ideology yang terjadi saat ini. Setiap manusia memiliki derajat yang sama dan berhak mendapat perlakuan sama, Kartini mengenal prinsip tersebut melalui semboyan Revolusi Perancis Liberty, Egalite dan Fraternite (kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan), yang pada dasarnya itu adalah prinsip Islam. Waktu itu terjadi adanya diskriminasi perlakuan karena adanya diskriminasi keningratan, semakin tinggi keningratan seseorang maka semakin tinggi pula rasa hormat manusia lain kepadanya. Hal yang terjadi saat sekarangpun tidak jauh beda, status sosial masih menjadi pertimbangan yang sulit dihapuskan dalam memperlakukan orang lain. Kartini dalam sebuah suratnya (18 Agustus 1899) kepada Stella mengatakan bahwa “Bagi saya hanya ada dua macam keningratan : keningratan pikiran (fikroh) dan keningratan budi (akhlaq). Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah orang yang beramal sholeh, orang yang bergelar Graaf atau Baron?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral yang terkandung sangat dalam dari petikan surat tersebut. Ada beberapa hal yang bisa diambil dari petikan surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Kartini secara tidak langsung meletakkan dasar agama dalam petikan surat tersebut, artinya agama hendaknya menjadi perhatian utama dalam kehidupan wanita khususnya dan manusia umumnya. Faktor fikroh dan akhlaq yang pada dasarnya bermuara pada agama menjadi penentu utama dalam kehidupan manusia (terkhusus bagi wanita). Dengan pegangan agama yang kuat, wanita akan mampu bertahan dalam menghadapi berbagai pergolakan hidup, godaan dan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, maju dan tidaknya sebuah peradaban tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aplikasi westernisasi/budaya barat, tetapi substansi maju yang sesungguhnya adalah dari sisi ideologi atau pemikiran. Hal tersebut diperkuat dengan surat Kartini yang ditujukan kepada Ny. Abendanon 27 Oktober, 1902, yang berbunyi: “…. Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna?. Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradapan?” Artinya bahwa budaya barat bukanlah menjadi parameter keberhasilan dalam membentuk sebuah peradapan baru yang bermutu.&lt;br /&gt;Ketiga, wanita dalam kehidupannya dituntut untuk lebih jeli dan peka dalam menentukan sebuah pilihan, moral dan religi hendaknya menjadi tumpuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, wanita harus mampu memainkan peran dan tugas utamanya sebagai wanita ‘yang sesungguhnya’. Hendaknya wanita berorientasi dan berpikir jauh ke masa depan, sehingga generasi-generasi yang terlahir dari rahimnya menjadi manusia unggulan yang mampu membentuk sebuah peradapan baru yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, untuk memiliki pemikiran yang berperadapan tinggi dibutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang sebagaimana proses yang telah dialami oleh wanita pejuang kita ; Kartini. Kita ingat kembali pesan moral yang disampaikan dalam surat Kartini tentang perjuangan. “Hidup ini patut kita hayati! Bagaimana kita mau menang kalau kita tidak berjuang lebih dahulu?” Perjuangan tidak akan pernah berhenti untuk mewujudkan sebuah mimpi , cita-cita dan kepentingan yang sejati dan hakiki. Penderitaan akan senantiasa mengiringi sebuah perjuangan, kepada wanita: ‘SELAMAT, MARI KITA TETAP BERJUANG!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, wanita memiliki bargaining position yang tinggi dalam membentuk sebuah peradaban baru. Untuk membentuk manusia beradab, harus dimulai dari seorang ibu selaku pendidik manusia pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Kartini yang merupakan salah satu representasi dari wanita memiliki keberanian untuk mendobrak adat yang pada dasarnya bertentangan dengan HAM dan Islam. Sebuah pemikiran maju yang diungkapkan oleh wanita produk jaman dulu. Luar biasa. Bagaimana dengan pemikiran wanita sekarang yang mengaku ‘berperadapan maju’ dalam memaknai sebuah modernisasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup dalam tulisan ini, terkhusus bagi saudariku para kaum wanita, pertarungan ideologi dalam kehidupan kita akan senantiasa bergolak. Perlu kita pikirkan dan perhitungkan ketika pilihan sebuah ideologi itu telah menjadi pilihan bagi kita. Wanita yang cerdas tidak belajar sejarah an-sich, tetapi dari sejarah dia belajar. Kembali ke fitroh menjadi wanita sepenuhnya, sebuah bargaining yang perlu kita perhatikan agar menjadi ‘manusia sepenuhnya’. Pilihan adalah sebuah konsekuensi, gimana para ibu dan calon ibu? Siap meretas sebuah perdapan baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*) Penulis adalah Mahasiswi S2 Progdi Linguistik UNS dan aktivis KAMMI Daerah Solo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111409217581643585?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111409217581643585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111409217581643585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111409217581643585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111409217581643585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/kado-bagi-wanita-bertolak-dari.html' title='Kado Bagi Wanita, Bertolak dari Pertarungan Ideologi Kartini'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110326266118502178</id><published>2008-11-18T19:49:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T16:00:17.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kegelapan dan penerangnya...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Mutiara Berserak (2)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra. berkata :&lt;br /&gt;Ada lima kegelapan dan lima penerangnya,&lt;br /&gt;Kegelapan pertama cinta harta,&lt;br /&gt;penerangnya dengan bertakwa&lt;br /&gt;Kegelapan kedua laku maksiat,&lt;br /&gt;penerangnya dengan bertobat&lt;br /&gt;Kegelapan ketiga di alam kubur,&lt;br /&gt;penerangnya dengan berdzikir&lt;br /&gt;Kegelapan keempat alam akhirat,&lt;br /&gt;penerangnya dengan bertaat&lt;br /&gt;Kegelapan kelima jembatan shirath,&lt;br /&gt;penerangnya dengan i'tiqad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Quoted from :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Menuju Pintu Tuhan, Mutiara Berserak",&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibnu Hajar Al Asqalani,A. Nasikhin Syaba (terj),&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Risalah Gusti, Surabaya, Agustus 2000, cet i.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110326266118502178?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110326266118502178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110326266118502178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110326266118502178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110326266118502178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2004/11/kegelapan-dan-penerangnya.html' title='Kegelapan dan penerangnya...'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111365240409143573</id><published>2008-11-02T18:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:04:20.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Sumayyah binti Khayyat</title><content type='html'>Sumayyah binti Khayyat -radhiallaahu 'anha-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.alsofwah.or.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughiroh. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah sehingga tidak ada kabilah yang dapat membela, menolak dan mencegah kezaliman atas dirinya, karena dia hidup sebatang kara. Posisinya menjadi sulit dibawah naungan aturan yang berlaku pada masa Jahiliyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Yasir mendapatkan dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Huzaifah. Dia akhirnya dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini. Beliau hidup bersamanya dalam suasana yang tenteram. Tidak berselang lama dari pernikahan tersebut, merekapun dikaruniai dua orang anak, yaitu ‘Ammar dan Ubaidullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala ‘Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah shallallâhu 'alaihi wa sallam kepada beliau. Maka berfikirlah ‘Ammar bin Yasir sebagaimana yang difikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau di dalam berfikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk Dienul Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya sehingga Sumayyah menjadi orang ketujuh yang masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah dimulai sejarah yang agung bagi Sumayyah yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena ‘Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam bahkan mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir menyikapinya dengan menentang dan memusuhi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari dien mereka. Mereka memaksa dengan cara menyeret mereka ke padang pasir tatkala cuaca sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan diatas dadanya sebongkah batu yang berat, akan tetapi tiada terdengar rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan Ahad….Ahad…., beliau ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang diucapkan juga oleh Yasir, ‘Ammar dan Bilal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah tersiksa secara kejam, maka beliau menengadahkan tangannya ke langit dan berseru : &lt;br /&gt;“Bersabarlah keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumayyah mendengar seruan Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam, maka beliau bertambah tegar dan optimis dengan kewibawaan imannya. Dia mengulang-ulang dengan berani: “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang sepele dalam rangka memperjuangkan aqidahnya. Di hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah ‘Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para Thaghut yang zhalim, yang mana mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya sekalipun hanya satu langkah semut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya. Sumayyah pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala para Thaghut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah maka musuh Allah, Abu jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkannya sangkur yang berada dalam genggamannya ke tubuhnya. Maka terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan bersih. Dan beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh yang baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, yang mana beliau telah mengerahkan segala apa yang beliau miliki, dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal dalam rangka meraih keridhaan Rabb-nya. “Dan mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111365240409143573?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111365240409143573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111365240409143573' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111365240409143573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111365240409143573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/05/sumayyah-binti-khayyat.html' title='Sumayyah binti Khayyat'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111365245434775989</id><published>2008-10-19T14:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:01:51.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Ummu Sulaim binti Malhan</title><content type='html'>Ummu Sulaim binti Malhan -radhiallaahu 'anha-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.alsofwah.or.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bernama Rumaisha’, Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin ‘Ady bin Najjar al-Anshariyyah al-Khazrajiyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang wanita yang memiliki sifat keibuan dan cantik, dirinya dihiasi pula dengan ketabahan, kebijaksanan, lurus pemikirannya, dan dihiasi pula dengan kecerdasan berfikir dan kefasihan serta berakhlak mulia, sehingga nantinya cerita yang baik ditujukan kepada beliau dan setiap lisan memuji atasnya. Karena beliau memiliki sifat yang agung tersebut sehingga mendorong putra pamannya yang bernama Malik bin Nadlar untuk segera menikahinya. Dari hasil pernikahannya ini lahirlah Anas bin Malik, salah seorang shahabat yang agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala cahaya nubuwwah mulai terbit dan dakwah tauhid muncul sehingga menyebabkan orang-orang yang berakal sehat dan memiliki fitrah yang lurus untuk bersegera masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim termasuk golongan pertama yang masuk Islam awal-awal dari golongan Anshar. Beliau tidak mempedulikan segala kemungkinan yang akan menimpanya didalam masyarakat jahiliyah penyembah berhala yang telah beliau buang tanpa ragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun halangan pertama yang harus beliau hadapi adalah kemarahan Malik suaminya yang baru saja pulang dari bepergian dan mendapati istrinya telah masuk Islam. Malik berkata dengan kemarahan yang memuncak, “Apakah engkau murtad dari agamamu?”. Maka dengan penuh yakin dan tegar beliau menjawab: ”Tidak, bahkan aku telah beriman”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika beliau menuntun Anas (putra beliau) sembari mengatakan: “Katakanlah La ilaha illallah.” (Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah). Katakanlah, Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.” (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah) kemudian Anas mau menirukannya. Akan tetapi ayah Anas mengatakan, “Janganlah engkau merusak anakku”. Maka beliau menjawab: “Aku tidak merusaknya akan tetapi aku mendidik dan memperbaikinya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan gengsi dengan dosa-dosa menyebabkan Malik bin Nadlar menentukan sikap terhadap istrinya yang –menurutnya- keras kepala dan tetap ngotot berpegang kepada akidah yang baru, maka Malik tidak memiliki alternatif lain selain memberi khabar kepada istrinya bahwa dia akan pergi dari rumah dan tidak akan kembali hingga istrinya mau kembali kepada agama nenek moyangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala Malik mendengar istrinya dengan tekad yang kuat karena teguh terhadap pendiriannya mengulang-ulang kalimat “Ashadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, maka Malik pergi dari rumah dalam keadaan marah dan kemudian bertemu dengan musuh sehingga akhirnya dia dibunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ummu Sulaim mengetahui bahwa suaminya telah terbunuh, beliau tetap tabah mengatakan: “Aku tidak akan menyampih Anas sehingga dia sendiri yang memutusnya, dan aku tidak akan menikah sehingga Anas menyuruhku”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ummu Anas menemui Rasulullah yang dicintai dengan rasa malu kemudian beliau mengajukan agar buah hatinya, Anas dijadikan pembantu oleh guru manusia yang mengajarkan segala kebaikan. Rasulullah menerimanya sehingga sejuklah pandangan Ummu Sulaim karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang-orang banyak membicarakan Anas bin Malik dan juga ibunya dengan penuh takjub dan bangga. Begitu pula Abu Thalhah mendengar kabar tersebut sehingga menjadikan hatinya cenderung cinta dan takjub. Kemudian dia beranikan diri melamar Ummu Sulaim dan menyediakan baginya mahar yang tinggi. Akan tetapi, tiba-tiba saja pikirannya menjadi kacau dan lisannya menjadi kelu tatkala Ummu Sulaim menolak dengan wibawa dan penuh percaya diri dengan berkata: “Sesungguhnya tidak pantas bagiku menikah dengan orang musyrik. Ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa tuhan-tuhan kalian adalah hasil pahatan orang dari keluarga fulan, dan sesungguhnya seandainya kalian mau membakarnya maka akan terbakarlah tuhan kalian”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah merasa sesak dadanya, kemudian dia berpaling sedangkan dirinya seolah-olah tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat dan dia dengar. Akan tetapi cintanya yang tulus mendorong dia kembali pada hari berikutnya dengan membawa mahar yang lebih banyak, roti maupun susu dengan harapan Ummu Sulaim akan luluh dan menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Ummu Sulaim adalah seorang da`iyah yang cerdik yang tatkala melihat dunia menari-nari dihadapannya berupa harta, kedudukan dan laki-laki yang masih muda, dia merasakan bahwa keterikatan hatinya dengan Islam lebih kuat dari pada seluruh kenikmatan dunia. Beliau berkata dengan sopan: “Orang seperti anda memang tidak pantas ditolak, wahai Abu Thalhah, hanya saja engkau adalah orang kafir sedangkan saya adalah seorang muslimah sehingga tidak baik bagiku menerima lamarnmu”. Abu Thalhah bertanya: “lantas apa yang anda inginkan?”, beliau balik bertanya: “Apa yang saya inginkan?”. Abu Thalhah bertanya: “apakah anda menginginkan emas atau pera?”. Ummu Sulaim berkata: “Sesungguhnya aku tidak menginginkan emas ataupun perak akan tetapi saya menginginkan agar anda masuk Islam”. “Kepada siapa saya harus datang untuk masuk Islam?”, tanya Abu Thalhah. Beliau berkata: “Datanglah kepada Rasulullah untuk itu!”. Maka pergilah Abu Thalhah untuk menemui Nabi yang tatkala itu sedang duduk-duduk bersama para sahabat. Demi melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah datang kepada kaliaan Abu Thalhah sedang sudah tampak cahaya Islam dikedua matanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Abu Thalhah menceritakan kepada Nabi tentang apa yang dikatakan oleh Ummu Sulaim, maka da menikahi Ummu Sulaim dengan mahar keislamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Ummu sulaim berkata: &lt;br /&gt;“Demi Allah! orang yang seperti anda tidak pantas untuk ditolak, hannya saja engkau adalah orang kafir sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta yang selain dari itu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ungkapan tersebut mampu menyentuh perasaan yang paling dalam dan mengisi hati Abu Thalhah, sungguh Ummu Sulaim telah bercokol dihatinya secara sempurna, dia bukanlah seorang wanita yang suka bermain-main dan takluk dengan rayuan-rayuan kemewahan, sesungguhnya dia adalah wanita cerdas, dan apakah dia akan mendapatkan yang lebih baik darinya untuk diperistri, atau ibu bagi anak-anaknya?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terAsa lisan Abu Thalhah mengulang-ulang: “Aku berada diatas apa yang kamu yakini, aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq kecuali Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim lalu menoleh kepada putranya, Anas dan beliau berkata dengan suka cita karena hidayah Allah yang diberikan kepada Abu Thalhah melalui tangannya: “Wahai Anas! Nikahkanlah aku dengan Abu thalhah”. Kemudian beliaupun dinikahkan dengan Islam sebagai mahar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Tsabit meriwayatkan hadits dari Anas : &lt;br /&gt;“Aku belum pernah mendengar seorang wanitapun yang paling mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim hidup bersama Abu Thalhah dengan kehidupan suami-istri yang diisi dengan nilai-nilai Islam yang menaungi bagi kehidupan suami istri, dengan kehidupan yang tenang dan penuh kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim adalah profil seorang istri yang menunaikan hak-hak suami isteri dengan sebaik-baiknya, sebagaimana juga contoh terbaik sebagai seorang ibu, seorang pendidik yang utama dan seorang da`iyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Abu Thalhah mulai memasuki madrasah imaniyah melalui istrinya yang utama yakni Ummu Sulaim sehingga pada gilirannya beliau minum dari mata air nubuwwah hingga menjadi setara dalam hal kemuliaan dengan Ummu Sulaim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita dengarkan penuturan Anas bin Malik yang menceritakan kepada kita bagaimana perlakuan Abu Thalhah terhadap kitabullah dan komitmennya terhadap al-Qur`an sebagai landasan dan kepribadian. Anas bin Malik berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abu Thalhah adalah orang yang paling kaya di kalangan Anshar Madinah, adapun harta yang paling disukainya adalah kebun yang berada di masjid, yang biasanya Rasulullah masuk ke dalamnya dan minum air jernih didalamnya. Tatkala turun ayat : &lt;br /&gt;“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu nafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Q,.s. آli’ Imran: 92). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika Abu Thalhah berdiri menghadap Rasulullah dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah berfirman di dalam kitab-Nya (yang artinya), “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” Dan sesungguhnya harta yang paling aku sukai adalah kebunku, untuk itu aku sedekahkan ia untuk Allah dengan harapan mendapatkan kebaikan dan simpanan di sisi Allah, maka pergunakanlah sesuka kamu, wahai Rasulullah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : &lt;br /&gt;“Bagus …..bagus.. itulah harta yang menguntungkan…. Itulah harta yang paling menguntungkan…..aku telah mendengar apa yang kamu katakan dan aku memutuskan agar engkau sedekahkan kepada kerabat-kerabatmu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Thalhah membagi-bagikannya kepada sanak kerabat dan anak-anak dari pamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memuliakan kedua suami-istri ini dengan seorang anak laki-laki sehingga keduanya sangat bergembira dan anak tersebut menjadi penyejuk pandangan bagi keduanya dengan pergaulannya dan tingkah lakunya. Anak tersebut diberi nama Abu ‘Umair. Suatu ketika anak tersebut bermain-main dengan seekor burung lalu burung tersebut mati. Hal itu menjadikan anak tersebut bersedih dan menangis. Pada waktu itu, Rasulullah melewati dirinya maka beliau berkata kepada anak tersebut untuk menghibur dan bermain dengannya: “Wahai Abu Umair! Apa yang dilakukan oleh anak burung pipit itu?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berkehendak untuk menguji keduanya dengan keduanya dengan seorang anak yang cakap dan dicintai, suatu ketika Abu Umair sakit sehingga kedua orang tuanya disibukkan olehnya. Sudah menjadi kebiasaan bagi ayahnya apabila kembali dari pasar, pertama kali yang dia kerjakan setelah mengucapkan salam adalah bertanya tentang kesehatan anaknya, dan beliau belum merasa tenang sebelum melihat anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu Thalhah keluar ke masjid dan bersamaan dengan itu anaknya meninggal. Maka ibu Mu`minah yang sabar ini menghadapi musibah tersebut dengan jiwa yang ridla dan baik. Sang ibu membaringkannya ditempat tidur sambil senantiasa mengulangi kalimat: “Inna lillahi wa inna ilahi raji`un”. Beliau berpesan kepada anggota keluarganya: “Janganlah kalian menceritakan kepada Abu Thalha hingga aku sendiri yang menceritakan kepadanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Thalhah kembali, Ummu Sulaim mengusap air mata kasih sayangnya, kemudian dengan bersemangat menyambut suaminya dan menjawab pertanyaannya seperti biasanya: “Apa yang dilakukan oleh anakku?”. Beliau menjawab: “dia dalam keadaan tenang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah mengira bahwa anaknya sudah dalam keadaan sehat, sehingga Abu Thalhah bergembira dengan ketenangan dan kesehatannya, dan dia tidak mau mendekat karena khawatir mengganggu ketenangannya. Kemudian Ummu Sulaim mendekati beliau dan mempersiapkan malam baginya, lalu beliau makan dan minum sementara Ummu Sulaim bersolek dengan dandanan lebih cantik daripada hari-hari sebelumnya, beliau mengenakan baju yang paling bagus, berdandan dan memakai wangi-wangian, kemudian keduanyapun berbuat sebagai mana layaknya suami istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Ummu Sulaim melihat bahwa suaminya sudah kenyang dan mencampurinya serta merasa tenang dengan keadaan anaknya maka beliau memuji Allah karena tidak membuat risau suaminya dan beliau biarkan suaminya terlelap dalam tidurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala diakhir malam beliau berkata kepada suaminya: “Wahai Abu Thalhah! bagaimana pendapatmu seandainya suatu kaum menitipkan barangnya kepada suatu keluarga kemudian suatu ketika mereka mengambil titipannya tersebut, maka bolehkah bagi keluarga tersebut untuk menolaknya?”. Abu Thalhah menjawab: “Tentu saja tidak boleh”. Kemudian Ummu Sulaim berkata lagi: “Bagaimana pendapatmu jika keluarga tersebut berkeberatan tatkala titipannya diambil setelah dia sudah dapat memanfaatkannya?”. Abu Thalhah berkata: “Berarti mereka tidak adil”. Ummu Sulaim berkata: ”Sesunggguhnya anakmu titipan dari Allah dan Allah telah mengambilnya, maka tabahkanlah hatimu dengan meninggalnya anakmu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah tidak kuasa menahan amarahnya, maka beliau berkata dengan marah: “kau biarkan aku dalam keadaan seperti ini baru kamu kabari tentang anakku?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ulang-ulang kata-kata tersebut hingga beliau mengucapkan kalimat istirja` (Inna lillahi wa inna ilahi raji`un) lalu bertahmid kepada Allah sehingga berangsur-angsur jiwanya menjadi tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinnya beliau pergi menghadap Rasulullah dan mengabarkan kapada Rasulullah tentang apa yang terjadi, kemudian Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua”. &lt;br /&gt;Mulai hari itulah Ummu Sulaim mengandung seorang anak yang akhirnya diberi nama Abdullah. Tatkala Ummu Sulaim melahirkan, beliau utus Anas bin Malik untuk membawanya kepada Rasulullah selanjutnya Anas berkata: “Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sulaim melahirkan tadi malam”. Maka Rasulullah mengunyah kurma dan mentahnik bayi tersebut (menggosokan kurma yang telah dikunyah ke langit-langit mulut si bayi). Anas berkata: “Berilah nama baginya, wahai Rasulullah!”. Beliau bersabda: “namanya Abdullah” . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubbabah, salah seorang rijal sanad berkata: “Aku melihat dia memiliki tujuh anak yang kesemuanya hafal al-Qur`an”. &lt;br /&gt;Diantara kejadian yang mengesankan pada diri wanita yang utama dan juga suaminya yang mukmin adalah bahwa Allah menurunkan ayat tentang mereka berdua dimana umat manusia dapat beribadah dengan membacanya. Abu Hurairah berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah dan berkata: “Sesungguhnya aku dalam keadaan lapar”. Maka Rasulullah menanyakan kepada salah satu istrinya tentang makanan yang ada dirumahnya, namun beliau menjawab: “Demi Dzat Yang mengutusmu dengan haq, aku tidak memiliki apa-apa kecuali hanya air, kemudian beliau bertanya kepada istri yang lain, namun jawabannya tidak berbeda. Seluruhnya menjawab dengan jawaban yang sama. Kemudian Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah yang akan menjamu tamu ini, semoga Allah merahmatinya”. &lt;br /&gt;Maka berdirilah salah seorang Anshar yang namanya Abu Thalhah seraya berkata: “Saya wahai Rasulullah”. Maka dia pergi bersama tamu tadi menuju rumahnya kemudian sahabat Anshar tersebut bertanya kepada istrinya (Ummu Sulaim): “Apakah kamu memiliki makanan?”. Istrinya menjawab: “Tidak punya melainkan makanan untuk anak-anak”. Abu Thalhah berkata: ”Berikanlah minuman kepada mereka dan tidurkanlah mereka. Nanti apabila tamu saya masuk maka akan saya perlihatkan bahwa saya ikut makan, apabila makanan sudah berada di tangan maka berdirilah. Mereka duduk-duduk dan tamu makan hidangan tersebut sementara kedua sumi-istri tersebut bermalam dalam keadaan tidak makan. Keesokan harinya keduanya datang kepada Rasulullah lalu Rasulullah bersabda: “Sungguh Allah takjub (atau tertawa) terhadap fulan dan fulanah”. Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh Allah takjub terhadap apa yang kalian berdua lakukan terhadap tamu kalian” . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir hadits disebutkan: “Maka turunlah ayat (artinya): &lt;br /&gt;“Dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).” (Q,.s. al-Hasyr :9). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah tidak kuasa menahan rasa gembiranya, maka beliau bersegera memberikan khabar gembira tersebut kepada istrinya sehingga sejuklah pandangan matanya karena Allah menurunkan ayat tentang mereka dalam al-Qur`an yang senantiasa dibaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim tidak hanya cukup menunaikan tugasnya untuk mendakwahkan Islam dengan penjelasan saja, bahkan beliau antusias untuk turut andil dalam berjihad bersama pahlawan kaum muslimin. Tatkala perang Hunain tampak sekali sikap kepahlawanannya dalam memompa semangat pada dada mujahidin dan mengobati mereka yang luka. Bahkan beliau juga mempersiapkan diri untuk melawan dan menghadapi musuh yang akan menyerangnya. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam shahihnya dan Ibnu Sa`ad di dalam Thabaqat dengan sanad yang shahih bahwa Ummu Sulaim membawa badik (pisau) pada perang Hunain kemudian Abu Thalhah berkata: “Wahai Rasulullah! ini Ummu Sulaim berkata: “Wahai Rasulullah apabila ada orang musyrik yang mendekatiku maka akan robek perutnya dengan badik ini”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas berkata: “Rasulullah berperang bersama Ummu Sulaim dan para Wanita dari kalangan Anshar, apabila berperang, para wanita tersebut memberikan minum kepada mujahidin dan mengobati yang luka”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Ummu Sulaim memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Rasulullah, beliau tidak pernah masuk rumah selain rumah Ummu Sulaim bahkan Rasulullah telah memberi kabar gembira bahwa beliau termasuk ahli surga. Beliau bersabda : &lt;br /&gt;“Aku masuk ke surga, tiba-tiba mendengar sebuah suara, maka aku bertanya: “Siapa itu?”. Mereka berkata: “Dia adalah Rumaisha` binti Malhan ibu dari Anas bin Malik”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat untukmu wahai Ummu Sulaim, karena anda memang sudah layak mendapatkan itu semua, engkau adalah seorang istri shalihah yang suka menasehati, seorang da`iyah yang bijaksana, seorang pendidik yang sadar sehingga memasukkan anaknya ke dalam madrasah nubuwwah tatkala berumur sepuluh tahun yang pada gilirannya beliau menjadi seorang ulama diantara ulama Islam, selamat untukmu…..selamat untukmu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN, Hal. 204)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111365245434775989?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111365245434775989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111365245434775989' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111365245434775989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111365245434775989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/ummu-sulaim-binti-malhan.html' title='Ummu Sulaim binti Malhan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110587290610615388</id><published>2008-10-15T15:52:00.001+07:00</published><updated>2009-02-20T16:14:02.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Wanita Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.kotasantri.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;www.kotasantri.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini bukan saja tanggung jawab kaum lelaki. Dan pahala-pahalanya bukan saja diberikan kepada kaum lelaki. Tetapi kaum wanita juga mempunyai tanggung jawab, merujuk kepada ayat Al-Qur'an. Dan juga sahabiyah-sahabiyah, isteri para sahabat juga berperan dalam agama. Kita bisa melihatnya dari kisah-kisah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang jahil mempunyai konsep atau pengertian yang salah mengenai Islam. Mereka tidak mengerti Islam. Dan mereka berpikir bahwa Islam sangat mendiskreditkan, merendahkan perempuan, tidak memberikan kesempatan kepada perempuan, mengekang wanita dengan tidak membolehkan bercampur, perempuan menjadi tidak bebas, dianggap rendah, dan sebagainya. Padahal agama adalah tanggung jawab wanita dan lelaki. Kita semua bersama-sama. Kita dapat melihat ini melalui sejarah Islam, saat tersebarnya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah RA, adalah contoh, teladan untuk kita ikuti, perhatikan, dan mengerti bagaimana peranan wanita. Saat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT, dengan segera Rasulullah berjumpa dengan Khadijah. Dan saat itu Rasulullah SAW dalam keadaan ketakutan, ketidaknyamanan, karena ini adalah saat pertama Beliau berjumpa dengan Jibrail AS. Ini pertama kali Beliau melihat Jibrail dalam bentuk sebenarnya. Jadi Beliau sangat takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Beliau menggigil, ketakutan, Khadijah lah orang pertama yang menenangkan Beliau, Khadijah lah orang yang meneduhkan Nabi SAW. Menghilangkan ketakutan nabi SAW. Karena Khadijah tahu betul bagaimana akhlaq mulia suaminya yang tak pernah melakukan sesuatu yang buruk. Tidak mungkin Allah akan menyusahkan Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah lah orang pertama yang masuk Islam. Khadijah lah orang pertama di dunia yang membenarkan Nabi SAW. Khadijah lah orang pertama yang menerima pesan dakwah, pesan Islam. Khadijah saat itu juga menolong Rasulullah SAW. Beliau kemudian menjumpai pamannya Waraqah bin Naufal. Lalu menceritakan semuanya seperti yang diceritakan nabi SAW padanya. Kemudian Waraqah berkata, "Itulah Namus seperti yang dilihat oleh Musa AS. Suamimu benar, jangan khawatir. Suamimu adalah seorang nabi." Jadi kita lihat saat pertama, wanita sudah memainkan peranan. Begitu Khadijah mendengar cerita Rasulullah SAW, saat itu juga ia terus menolong Rasulullah SAW, langsung mengadakan dakwah. Dia bukan perempuan yang hanya tinggal di rumah, tidur, rehat. Tapi dia langsung berfikir bagaimana menolong suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat orang pertama yang mati untuk Islam. Kita tahu, para sahabat mengalami penyiksaan yang begitu berat, kehilangan tangan, kaki, dan semua penderitaan yang maha hebat lainnya. Tapi orang pertama yang Allah tentukan untuk mati di Jalan Allah adalah wanita, yaitu Sumayyah. Ini adalah suatu hal yang mesti diterima kaum lelaki. Allah mentakdirkan orang yang pertama syahid adalah wanita. Dia dibunuh karena kalimah Laa Ilahaa Ilallah, Muhammadurasulullah. Padahal kalau dia terima saja, murtad, maka dia akan dibebaskan dan akan dapat keduniaan. Tapi dia tetap teguh kepada keyakinannya. Jadi kita mesti pahami, bahwa Allah sengaja mengatur semua ini untuk menjadi suatu teladan, satu pesan, yang patut diambil berat di dalam sejarah Islam, yang wanita mempunyai peranan penting, bukan saja menerima agama Islam, tapi mati dalam mempertahankan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilihat bahwa orang pertama yang masuk slam adalah perempuan. Orang pertama yang mati syahid juga perempuan. Satu lagi yang Allah mau tunjukkan adalah pertama perempuan, pertama guru hadits adalah isteri Rasulullah SAW. Setelah Khadijah, muncullah 'Aishah RA. 'Aishah RA pernah mengajar para sahabat tentang hadits. Dikabarkan ada 2220 hadits yang diriwatkan oleh 'Aishah RA. Banyak hadits yang kita baca adalah dari 'Aishah RA. Dan Rasulullah SAW ketika hampir wafat mengatakan, aku meninggalkan dua hal untukmu yang jika engkau benar-benar berpegang teguh padanya, dengan kedua tanganmu erat-erat maka engkau akan selamat. Itulah Kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Jadi kita boleh melihat bahwa 'Aishah RA menyumbang peranan penting dalam meriwayatkan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat berikutnya, setelah 'Aishah, juga isteri-isteri Baginda SAW yang lain. Dan juga para sahabiyah. Mereka mengajar masyarakat, mengajar anak-anaknya, mengajar tetangganya. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang-orang. Mereka bukan hanya masak, basuh pakaian, tetapi mereka mengajarkan generasi, mengajarkan agama. Dulu tidak ada sekolah Islam. Merekalah sekolah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah membawa 'Aishah untuk berjihad. Mereka pergi bukan untuk urusan bisnis, mereka bukan pergi untuk kepentingan lainnya, bersenang-senang, makan angin, jalan-jalan, mengunjungi orang- orang, tetapi mereka pergi untuk berjihad. Mereka pergi untuk menyebarkan Islam. Dalam peperanganpun mereka ikut mengambil bagian. Mereka menolong para sahabat membawa senjata, mereka memainkan peranan aktif dalam usaha menyebarkan dan mempertahankan agama Islam. Jadi ini adalah satu hakekat yang tidak boleh diingkari bahwa wanita memainkan peranan aktif, bersama dalam menyebarkan agama, dalam berdakwah sama-sama dengan lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lihat Ummu Salamah. Ummu Salamah dibawa Nabi saat perjanjian Hudaibiyah dibuat. Banyak sahabat yang tidak merasa puas dengan perjanjian yang mereka rasa berat sebelah dan merugikan umat Islam. Tapi Rasulullah SAW tetap melaksanakan perjanjian itu. Maka melihat keadaan para sahabat, Rasulullah merasa bersusah hati. Beliau pergi menemui Ummu Salamah RA, dan memberitahu tentang sikap para sahabat, yang tidak mau mencukur rambut dan kembali ke Medinah. Maka Jawab Ummu Salamah, "Mudah saja Rasulullah. Anda cukur saja rambut anda sekarang, mereka akan mengikuti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saat para sahabat melihat Rasulullah SAW telah mencukur rambutnya, merekapun merasa terpukul, mereka merasa telah tidak mengikuti perintah Rasulullah SAW. Maka saat itu juga semua sahabat mengikuti apa yang diperbuat Rasulullah SAW. Disinilah Allah telah mengaruniakan kelebihan terhadap kaum wanita. Yaitu ketajaman firasatnya. Dan inilah bukti sumbangan kaum wanita dalam dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat bahwa bukan saja isteri-isteri Rasulullah SAW, tetapi juga sahabiyah, isteri-isteri. Adek perempuan, ibu dari para Sahabat memainkan peranan penting. Saat masuk Islam, mereka langsung faham bahwa saat mereka menerima Islam itu artinya mereka tidak hanya pasif di rumah, tetapi juga langsung aktif membuat dakwah untuk anak perempuan, kaum wanita lain, tetangga. Dalam satu riwayat, Nabi SAW bersabda, dalam satu peperangan, ketika saya melihat ke kanan, kekiri, saya nampak satu sahabiyah bernama Nusaibah (Ummu Amarah). Dia tengah berperang, memegang pedang, memotong dengan pedang, melawan bersama-sama kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masa Ummar RA, perempuan menyumbang peranan besar dalam segala aspek, baik politik, ekonomi dan sebagainya. Saat itu kekayaan Islam sedang berlimpah ruah, menyebabkan terjadinya inflasi. Maka Ummar RA memutuskan untuk menentukan batas mahar. Maka dalam satu syuro (perwakilan rakyat) yang terdiri dari wakil-wakil baik lelaki maupun perempuan Ummar memberitahu cadangannya. Maka bangkitlah seorang perempuan dan berkata, "Siapakah dia Ummar yang mau merubah apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah peranan wanita. Wanita diikutsertakan dalam perwakilan rakyat, tapi menurut cara Islam. Bukan seperti yang terjadi sekarang, dimana bercampur baur antara lelaki dan perempuan. Tapi cara Islam yaitu wanita terpisah tempatnya dari lelaki di sebelah belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa melihat dalam segala bidang wanita memegang peranan yang penting. Mereka langsung mengetahui apa yang mesti dimainkan saat menerima Islam. Mereka segera tahu apa kewajibannya dalam Islam. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Peranan Kaum Wanita Dalam Islam, Brother Mahfudz, Uganda (Bayan Dalam Bahasa English), Penterjemah DR. S. Qadir)[geocities.com/ad_dakwah]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110587290610615388?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110587290610615388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110587290610615388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110587290610615388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110587290610615388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/01/wanita-dalam-islam.html' title='Wanita Dalam Islam'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-112104790380918809</id><published>2008-10-11T09:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:25:35.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Wanita bagi Pahlawan</title><content type='html'>Oleh : M. Anis Matta, Lc.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: dian-erika.blogspot.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik setiap pahlawan besar selalu ada seorang wanita agung. Begitu kata pepatah Arab. Wanita agung itu biasanya satu dari dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu atau sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah itu merupakan hikmah psiko-sejarah yang menjelaskan sebagian dari latar belakang kebesaran seorang pahlawan. Bahwa karya-karya besar seorang pahlawan lahir ketika seluruh energi didalam dirinya bersinergi dengan momentum diluar dirinya; tumpah ruah bagai banjir besar yang tidak terbendung. Dan tiba-tiba sebuah sosok telah hadir dalam ruang sejarah dengan tenang dan ajek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah dijelaskan oleh hikmah psiko-sejarah itu adalah sumber energi bagi para pahlawan; wanita adalah salah satunya. Wanita bagi banyak pahlawan adalah penyangga spiritual, sandaran emosional; dari sana mereka mendapat ketenangan dan kegairahan, kenyamanan dan keberanian, keamanan dan kekuatan. Laki-laki menumpahkan energi di luar rumah, dan mengumpulkannya lagi didalam rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan besar yang dimiliki para wanita yang mendampingi para pahlawan adalah kelembutan, kesetiaan, cinta dan kasih sayang. Kekuatan itu sering dilukiskan seperti dermaga tempat kita menambatkan kapal, atau pohon rindang tempat sang musafir berteduh. Tapi kekuatan emosi itu sesungguhnya merupakan padang jiwa yang luas dan nyaman, tempat kita menumpahkan sisi kepolosan dan kekanakan kita, tempat kita bermain dengan lugu dan riang, saat kita melepaskan kelemahan-kelemahan kita dengan aman, saat kita merasa bukan siapa-siapa, saat kita menjadi bocah besar. Karena di tempat dan saat seperti itulah para pahlawan kita menyedot energi jiwa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabanya Umar bin Khattab mengatakan, "Jadilah engkau bocah di depan istrimu, tapi berubahlah menjadi lelaki perkasa ketika keadaan memanggilmu'. Kekanakan dan keperkasaan, kepolosan dan kematangan, saat lemah dan saat berani, saat bermain dan saat berkarya, adalah ambivalensi-ambivalensi kejiwaan yang justru berguna menciptakan keseimbangan emosional dalam diri para pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya selamanya ingin menjadi bocah besar yang polos." kata Sayyid Quthub. Para pahlawan selalu mengenang saat-saat indah ketika ia berada dalam pangkuan ibunya, dan selamanya ingin begitu ketika terbaring dalam pangkuan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang pertama kali ditemui Rasulullah SAW setelah menerima wahyu pertama dan merasakan ketakutan luar biasa? Khadijah! Maka ketika Rasulullah ditawari untuk menikah setelah Khadijah wafat, beliau mengatakan; "Dan siapakah wanita yang sanggup menggantikan peran Khadijah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah keajaiban dari kesederhanaan. Kesederhanaan yang sebenarnya adalah keagungan; kelembutan, kesetiaan, cinta an kasih sayang. Itulah keajaiban wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-112104790380918809?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/112104790380918809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=112104790380918809' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/112104790380918809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/112104790380918809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/07/wanita-bagi-pahlawan.html' title='Wanita bagi Pahlawan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111277447508319431</id><published>2008-10-06T14:54:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:36:32.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Peran Wanita dalam Dakwah Rasulullah Saw.</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Sumber: sebuah posting di sebuah milis)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Saw. diutus ke dunia, beliau bersabda, “Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud). Sejak saat itu paradigma pemikiran dan perlakuan terhadap wanita berubah seratus delapan puluh derajat. Derajat wanita diangkat dan dimuliakan. Wanita dikatakan sebagai pendamping pria karena pada setiap kesuksesan seorang pria, pasti ada peran wanita yang sangat signifikan. Apakah peran sebagai seorang ibu atau seorang istri. Banyak tokoh-tokoh menjadi penting dan terkenal lantaran ditopang oleh peran wanita. Maka, atas perannya yang demikian, wanita sering disebut sebagai tokoh penting di belakang layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran wanita Muslimah dalam jihad Rasulullah Saw. amat signifikan. Sebagian besar mereka yang berhijrah ke Habasyah adalah bersama istri-istri mereka. Bahkan sejarah Islam mencatat bahwa manusia yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Dan manusia pertama yang syahid di jalan Allah juga seorang wanita, yaitu Sumayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Khadijah Ra. dan Sumayyah, masih banyak wanita-wanita Islam yang namanya abadi. Di antara mereka ada Aisyah Ra., Ummu Sulaim, Sumayyah, Nusaibah, Asma binti Abu Bakar, dan masih banyak wanita lain yang memegang peranan penting dalam perintisan dakwah Rasulullah Saw. di Mekkah dan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab sirah (sejarah) dikisahkan, setelah Rasulullah Saw. menerima wahyu pertama di gua Hira, beliau pulang dalam keadaan menggigil. Tubuhnya gemetar ketakutan. Setibanya di rumah, Beliau meminta istrinya, Khadijah Ra., menyelimuti tubuhnya. Lalu, Khadijah menyelimuti dan mendekap tubuh Rasulullah Saw. dengan penuh kasih sayang, hingga hilang rasa takutnya. Khadijah tidak langsung menanyakan apa yang telah terjadi pada suaminya, hingga Rasulullah Saw. sendiri berkata, “Wahai Khadijah, tahukah engkau mengapa tubuhku tadi gemetar?” Belum sempat Khadijah menjawab, Rasulullah berkata lagi, “Sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku sendiri.” Khadijah menjawab, “Tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuat anda kecewa. Anda seorang yang bersikap baik kepada kaum kerabat, selalu berbicara benar, membantu yang lemah, menolong yang sengsara, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.” Mendengar ucapan itu, Nabi menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Khadijah bukanlah sekadar untuk membesarkan hati Nabi, tapi merupakan pengungkapan fakta yang sesungguhnya. Nabi Muhammad Saw. sejak kecil telah menginvestasikan kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Sebuah fakta perlu medapatkan pengakuan dari orang lain agar menjadi nilai universal yang didukung oleh masyarakat luas. Rasulullah Saw. bukan tidak yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah semata-mata atas bimbingan wahyu. Tapi beliau ingin tahu apakah dakwahnya diterima masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai istri, Khadijah Ra. telah mengambil sikap cerdas, yaitu memberikan dukungan total terhadap dakwah sang suami. Bagaimana jika Khadijah memberikan pernyataan yang tidak menenangkan jiwa? Tentu Nabi Saw. akan merasa sedih. Karena bagaimanapun, seorang Rasul adalah manusia juga yang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat yang dicintainyainya. Dan Khadijah Ra. telah memberi andil besar dalam membangun dakwah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain, suatu ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq didampingi Rasulullah Saw. mendatangi tokoh-tokoh musyrikin Quraisy yang sedang berkumpul dekat Ka’bah. Setelah duduk di tengah-tengah mereka, Abu Bakar berbicara mengajak para hadirin untuk beriman dan beribadah kepada Allah dan Rasul-Nya serta tidak mempersekutukan Allah dengan yang selain-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah diduga, pidato Abu Bakar membuat wajah pemuka musyrikin Quraisy memerah. Hati mereka panas menggelegak. Seolah-olah mereka dihina. Seketika itu juga, para pemuka Quraisy dan pemudanya menyerang Abu Bakar dengan pukulan bertubi-tubi. Rasulullah Saw. berusaha melindungi Abu Bakar. Namun, banyaknya tinju yang mengarah ke wajah Abu Bakar sulit dibendung. Salah seorang pemuda Quraisy bernama ‘Atabah bin Rabi’ah menanggalkan sepatunya, lalu memukulkannya ke wajah Abu Bakar. Darah pun mengalir dari hidung dan mulut Abu Bakar. Luka memar membiru menghiasi pipi dan matanya. Banu Tamim, kabilah Abu Bakar, datang melerai dan menarik orang-orang yang menganiaya Abu Bakar. Empat pemuda Banu Tamim lalu membawa Abu Bakar pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anaknya terkapar berlumuran darah dan tak bergerak, Salma, ibunda Abu Bakar menangis dan memanggil-manggil nama kecil Abu Bakar. “Atiq…Atiq…Atiq!” Abu Bakar tidak menjawab panggilan ibunya. Dia masih tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Abu Bakar membersihkan luka-luka diwajah anaknya dengan penuh kasih sayang. Tangannya memijat-mijat telapak tangan Abu Bakar agar anaknya itu segera siuman. Tubuh Abu Bakar mulai bergerak. Salma bertanya, “Bagaimana perasaanmu sekarang, Abu Bakar?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar balik bertanya, “Bagaimana keadaan Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak tahu,” jawab Salma. Abu Quhafah, sang ayah, hanya diam saja mendengarkan percakapan istri dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergilah ibu temui Fathimah binti Khaththab, tanyakan kepadanya kabar Rasulullah,” pinta Abu Bakar. Salma segera menemui Fathimah dan menjelaskan apa yang menimpa Abu Bakar. Keduanya lalu menemuinya dan duduk di samping Abu Bakar yang masih terkapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah selamat dan kini berada di rumah Ibnul Arqam,” jelas Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar berkeras untuk bertemu Rasulullah Saw. Malam itu juga, ibunya dan Fathimah memapah Abu Bakar menemui Rasulullah. Rasulullah bangkit dan menyambut Abu Bakar sambil mendoakannya. Salma, ibunda Abu Bakar mengucapkan syahadat di hadapan Rasulullah Saw. Penggalan kisah ini menggambarkan betapa besar peran Salma dan Fathimah dalam menyelesaikan “masalah” yang dihadapi Abu Bakar. Di saat Abu Quhafah, ayah Abu Bakar, dan para pemuda Banu Tamim bingung melihat kondisi yang menimpa Abu Bakar, Salma dan Fathimah tampil sebagai “decision maker”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislaman Utsman bin ‘Affan pun tak luput dari peran seorang wanita, Su’da binti Kariz, bibinya. Suatu ketika Su’da bertamu ke rumah saudara perempuannya Arwa binti Kariz, ibunda Utsman, untuk menceritakan kabar kelahiran seorang Rasul dengan membawa agama yang lurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman menyambut hangat kedatangan bibinya, dan menanyakan berita yang akan disampaikannya. Dengan senang hati Su’da menceritakan tentang Muhammad Rasulullah yang membawa agama kebenaran. Utsman sebenarnya tertarik dengan berita itu, tapi ia cepat mengalihkan pembicaraan ke seputar keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya Utsman tak bisa tidur lantaran kabar tentang Muhammad yang diceritakan bibinya terus terngiang di telinga. Ia heran, mengapa kabar itu terus mengganggu pikirannya. Ternyata Su’da amat baik dan runut dalam menceritakan kabar kerasulan Muhammad Saw. sehingga amat membekas di pikiran Utsman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, ketika berangkat ke kebun, Utsman bertemu teman akrabnya, Abu Bakar. Melihat wajah Utsman yang agak lain, Abu Bakar bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan, Utsman?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada,” jawabnya. “Hanya saja kemarin bibiku menceritakan tentang kehadiran seorang Rasul di tengah-tengah kita. Sejak itu, berita itu terus mengganggu pikiranku,” lanjut Utsman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar membenarkan berita yang disampaikan Su’da kepada Utsman, lalu mengajaknya menemui Rasulullah Saw. Tak berpanjang kata, Utsman menyatakan diri masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamnya Hamzah bin Abdul Mutholib juga tak lepas dari peran seorang wanita, yaitu ibunya. Pada suatu hari ibunda Hamzah menceritakan kasus penghinaan dan penganiayaan yang menimpa Nabi Muhammad oleh Abu Jahal. “Hai Abu Imarah (nama panggilan Hamzah)! Apa yang hendak kau perbuat seandainya engkau melihat sendiri apa yang dialami kemenakanmu, Muhammad. Muhammad dimaki-maki dan dianiaya oleh Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), lalu ditinggal pergi sementara Muhammad tidak berkata apa-apa kepadanya,” ujar ibunda Hamzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita itu, raut muka Hamzah memerah dan pergi menemui Abu Jahal yang saat itu tengah berkumpul bersama teman-temannya. Tanpa ba-bi-bu Hamzah memukul Abu Jahal dengan busurnya hingga berdarah. Hamzah berkata, “Engkau berani memaki Muhammad? Ketahuilah aku telah memeluk agamanya!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun keislaman Umar bin Khaththab tak lepas dari peran adik perempuannya Fathimah. Waktu itu Umar sedang marah dan mencari Muhammad untuk dibunuh. Di tengah jalan ada orang yang memberitahu bahwa adiknya Fathimah sudah masuk Islam. Umar pun mengurungkan niat mencari Rasulullah dan berbalik ke rumah Fathimah yang dinilainya telah berkhianat dari agama nenek moyang. Umar menyerbu ke dalam rumah adiknya lalu memukul Fathimah hingga berdarah. Ternyata darah yang mengucur dari wajah Fathimah meluluhkan hati Umar. Saat itu Umar melihat secarik kertas yang berisi ayat Al-Qur’an. Ia amat terpesona dan berkata, “Alangkah indahnya dan mulianya kalimat ini.” Setelah itu Umar menemui Rasulullah Saw. dan menyatakan keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah-kisah di atas, tampak bahwa wanita dengan segala kelebihannya mampu berperan penting dalam perjalanan dakwah di masa Rasulullah Saw. Saat ini Islam membutuhkan wanita-wanita yang memiliki semangat seperti Khadijah, ‘Aisyah, Sumayyah, Ummu Sulaim, Asma, dan Fathimah untuk memperbaiki umat dan bangsa yang tengah meradang. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111277447508319431?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111277447508319431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111277447508319431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111277447508319431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111277447508319431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/peran-wanita-dalam-dakwah-rasulullah.html' title='Peran Wanita dalam Dakwah Rasulullah Saw.'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111070031830710349</id><published>2008-09-14T14:48:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T09:55:14.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Only For Allah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Source: www.jannah.org)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the morning of Thursday, November 6, 1997 my identity became clear not only to me, but to every person I would encounter from that day forward. I decided to wear the hijab and begin to develop myself as a more conscientious Muslim woman. It was on that very day that I revealed to the world that I am a Muslim and that I was no longer afraid to be who I was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For those of you who are unfamiliar with the term, hijab, it literally means 'barrier' or 'something that covers or conceals completely'. In today's non-Islamic societies, the true meaning of the hijab is often replaced with such notions as scarves, kerchiefs, or 'head-pieces' - as one of my co-workers eloquently put it. Many people are simply uneducated about the why Muslims must dress modestly and because of this profound lack of knowledge and understanding many stereotypes and misconceptions arise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am not going to go into the intricate details about the purpose of the hijab or submerse myself in the ongoing debate as to whether or not the hijab is an obligatory practice for Muslim men and women. There are many fabulous books available that go through the ins-and-outs of appropriate Muslim dress. Better yet, I implore all of you to pick up a Qur'an, and read over the verses concerning modesty and dress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In surah 24: Al Nur (or The Light), verses 30-31 it says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Say to the believing men that they should lower their gaze and guard their modesty: that will make for greater purity of them: And Allah is well acquainted with all that they do. And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty: they should not display their ornaments except what must ordinarily appear thereof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, I am simply here to share with you my personal experiences in hope that you may find some meaning and sense of inspiration in what I have to say.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raised in a Muslim family, I was brought up with the basic, fundamental principles and values that Islam instills. I was taught to pray, to fast, to be kind-hearted, generous and to share the deen of Allah graciously with those around me. The thought of one day 'covering my head' occasionally popped into my mind, but the thought that almost always followed was - "Not until I'm ready!" I never really understood what hijab meant. I often thought that it was man's clever way of keeping woman under his control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I soon came to realize that I very wrong. In fact, the hijab was the perfect outlet for women to seek liberation, respect and ultimate freedom from sexual harassment and the liking. For years and years I would wake up extra early to style my hair according to what was 'in' at the time. I would spend over an hour caking make-up onto my face, trying to look beautiful - but never quite sure for who? Each morning I would eventually make my way out into the world - not really prepared to be judged, solely on my physical appearance, by every person I was to encounter along my path.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now that I look back at who I was then, it makes me grateful to Allah (SWT) to see how far he has brought me. For a time, I was confused and somewhat lost, as are many young women in non-Islamic nations - trying desperately to fit in to a society that dictates that beauty is naked, emaciated teenagers on a billboards selling perfume and underwear. I recently read that some of those models and actors that I once adored, practically have to kill themselves to look the way they do. From face-lifts to lipo-suction. Some even go as far as having their ribs removed so they can have tiny waists!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The harder I tried to fit in, the more frustrated I became. It finally dawned on me that the images being flashed in front of me 24 hours a day could not possibly be true representations women's liberation. I was convinced that there had to be a simpler answer somewhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was at this point that I decided it was time to put some more thought into this whole 'hijab' issue. And I did. For 3.5 years I contemplated the thought of wearing hijab, but the fear inside of me was overwhelming. I was afraid of what my friends would say. I was afraid of what my professors and colleagues might think. I was terrified that I would be harassed at work, or even worse - fired! All of these thoughts raced through my mind, day in and day out. Each time I seriously though about doing it I would say, "But, I'm not ready yet!" A very convenient excuse I must say!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I finally said to myself, "Jennifer, look at the big picture!" Now, when I say big picture, I don't mean next week, or in a few months or even 25 years down the road. I mean the akhira - the hear-after. I asked myself a very straightforward question. Who am I going to fear? These strangers who I know not or Allah? I finally convinced myself that it was time for me to take this step closer to Allah, as difficult as it may have seemed at the time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I was having my very last doubt the verse in Surah Al Baqarah (verse 286, I believe), continued to penetrate my heart: "La yukalif Allah nafsin ila was3ha". "On no soul doth Allah place a burden greater than it can bear". These are the very words that gave me the courage to finally make the right choice. It was at that very moment that I said, "Allah, I will wear this hijab because I believe in my heart that you have asked me to do so. Please guide me and give me the strength to do this."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just over a year has gone by now and I can honesty tell you that I have never felt more free or more at peace with myself and the world around me. In all fairness I will be honest and tell you that it wasn't an easy thing to do. Quite frankly, it was probably the most difficult challenge I've had to face in my life. Isn't it ironic how that works? The things that will benefit us most and that make the most sense are often those we fail to realize or have difficulty accepting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've had to deal with a variety of off-the-wall comments. But what it all boils down to is me making a personal decision to increase my faith and become what I believe to be a better Muslim. To me the hijab not only represents modesty, purity, righteousness and protection but truly is the ultimate state of respect and liberation. Alhamdou lilah, I am free!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am a Muslim woman&lt;br /&gt;Feel free to ask me why&lt;br /&gt;When I walk&lt;br /&gt;I walk with dignity&lt;br /&gt;When I speak&lt;br /&gt;I do not lie&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I am a Muslim woman&lt;br /&gt;Not all of me you'll see&lt;br /&gt;But what you should appreciate&lt;br /&gt;Is that the choice I make is free&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I'm not plagued with depression&lt;br /&gt;I'm neither cheated nor abused&lt;br /&gt;I don't envy other women&lt;br /&gt;And I'm certainly not confused&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Note, I speak perfect English&lt;br /&gt;Et un petit peu de Francais aussie&lt;br /&gt;I'm majoring in Linguistics&lt;br /&gt;So you need not speak slowly&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I run my own small business&lt;br /&gt;Every cent I earn is mine&lt;br /&gt;I drive my Chevy to school &amp; work&lt;br /&gt;And no, that's not a crime!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;You often stare as I walk by&lt;br /&gt;You don't understand my veil&lt;br /&gt;But peace and power I have found&lt;br /&gt;As I am equal to any male!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I am a Muslim woman&lt;br /&gt;So please don't pity me&lt;br /&gt;For God has guided me to truth&lt;br /&gt;And now I'm finally free!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reprinted with Permission&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Jenn Zaghloul 1998 [only4allah@hotmail.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111070031830710349?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111070031830710349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111070031830710349' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111070031830710349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111070031830710349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/only-for-allah.html' title='Only For Allah'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111001080709291552</id><published>2008-09-07T15:18:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:35:03.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Nyaman Dengan Berjilbab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sumber: KotaSantri.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama saya Nakata Khaula. Saya seorang pelajar dari Jepang yang menimba ilmu di Perancis. Sebelum saya berkunjung ke sebuah masjid di Paris, sebetulnya saya tidak tertarik sama sekali dengan Islam, termasuk tentang shalat dan penggunaan jilbab. Namun setelah mendengarkan khutbah di sebuah Masjid di Paris, tentang makna pemakaian jilbab pada wanita, saya mulai tertarik dengan Islam dan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya kembali ke pangkuan Islam, agama asli semua manusia, perdebatan sengit tengah terjadi di sekolah-sekolah Perancis tentang jilbab di kalangan pelajar perempuan terutama keturunan imigran Timur Tengah hingga beberapa waktu lamanya. Saya melihat bahwa sebagian orang menganggap jilbab adalah bagian dari budaya yang dapat dilepas jika kita berada di dunia Barat dan dipakai ketika kita berada di negara Muslim. Ini salah besar! Seorang muslim bukanlah bunglon yang harus menyesuaikan dirinya dimana ia berada; menanggalkan jilbabnya dan mengganti prinsipnya dalam berpakaian. Jilbab adalah pakaian, sama halnya dengan orang Barat menggunakan jaket dimana terserah mereka akan menanggalkannya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama, saya hanya mengenakan jilbab kecil yang saya gunakan setiap saya memasuki masjid. Kemudian saya merasakan kenyamanan dan menggunakannya tiap hari, kapan saja dan dimana saja. Di Paris, saya menggunakan jilbab modis yang ala kadarnya, sekedar penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pekan sesudah saya masuk Islam, saya pulang ke Jepang untuk menghadiri pernikahan keluarga. Setelah itu saya memutuskan untuk tidak meneruskan pendidikan sastra Perancis, dan sebagai gantinya saya memilih kajian Arab dan Islam. Ternyata, Jepang masih awam perihal Islam dan Muslim. Kembalinya saya ke Jepang membuat saya nampak dikucilkan. Herannya, ini justru membuat keislaman saya semakin meningkat dan saya semakin bersemangat untuk mendalami Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang saya lakukan begitu tiba di Jepang adalah membuang pakaian lama saya yang ketat dan buka-bukaan. Kemudian, bersama teman saya, kami membuat rancangan pakaian sederhana yang mirip dengan pakaian Pakistan. Mulailah saya mengenakan pakaian Muslim Pakistan, kemana saya pergi. Saya juga tidak merasa terganggu dengan pandangan orang yang tertuju kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah enam bulan di Jepang, hasrat untuk mempelajari Islam dan Arab semakin meningkat dan akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Kairo. Disana, pakaian saya yang tergolong sangat sopan di Jepang menjadi biasa-biasa saja atau malah sedikit ketat di Mesir. Seorang saudari Muslim di tempat dimana saya tinggal, mengajarkanku untuk berpakaian yang lebih pantas. Tadinya saya menganggap wanita itu berlebihan karena memakai penutup wajah (cadar). Akan tetapi setelah saya bercermin, saya sadar bahwa saya yang kelihatan aneh, karena memakai jilbab dengan pakaian yang tidak pantas untuk dipakai diluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun membeli beberapa bahan baju dan membuat pakaian wanita dalam ukuran yang lebih panjang, yang menutup sempurna bagian pinggul ke bawah dan tangan. Saya bahkan siap untuk menutup wajah saya, meski saya tahu bahwa menutup wajah bukan kewajiban dalam ajaran Islam, melainkan sebagai tradisi etnis semata. Dulu sebelum mengenal Islam, saya begitu akrab dengan pakaian model celana yang memungkinkan saya bergerak aktif. Namun, tak disangka, long-dress yang saya pakai di Kairo ini begitu nyaman dipakai dan saya masih tetap bisa aktif, bahkan lebih anggun dan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya Barat, warna hitam adalah warna favorit untuk acara makan malam, karena menguatkan kecantikan pemakainya. Saya melihatnya juga demikian ketika sekumpulan saudari-saudari baruku di Kairo, berpakaian hitam. Saya pun juga demikian. Namun, ketika saya kembali ke Jepang, saya sedikit demi sedikit menyamarkan pakaian hitam dan tidak terlalu sering memakainya. Saya menganggap bahwa setiap budaya memiliki cirinya sendiri. Di Jepang, memakai pakaian hitam akan sedikit mengejutkan. Kemudian, saya membuat beberapa pakaian putih dan beberapa warna yang cerah. Ternyata, orang Jepang lebih mudah menerima warna-warna ini dan mengira saya seorang suster Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali saya ditanya mengenai alasan saya mengenakan baju yang tidak biasa dipakai banyak orang. Saya lalu menjelaskan bahwa saya memakai pakaian seperti ini untuk kenyamanan diri saya. Tubuh yang tersembunyi dalam balutan baju yang longgar dan tertutup akan membuat saya jauh dari godaan pria yang tidak tahan godaan. Dan sering pula, orang yang menanyakan hal itu menjadi tertarik dengan Islam dan ingin bercakap-cakap lagi tentang Islam. Dengan sekejap jilbab ternyata mampu membuat orang secuek orang Jepang terpancing keingintahuannya tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, ayah saya sempat cemas dengan keislaman diri saya. Pakaian longgar dan kepala tertutup rapat itu sempat membuatnya khawatir. Namun setelah saya jelaskan bahwa saya melakukan hal ini dengan senang hati, ia mulai mengerti dan menghargai pilihan saya. Saya sendiri justru merasa tidak nyaman ketika melihat adik perempuan saya hanya memakai celana pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, perempuan hanya memakai make up saat keluar rumah dan sedikit sekali memperhatikan penampilan mereka ketika di rumah sendiri. Padahal, Islam mengajarkan agar perempuan selalu cantik di depan suaminya dan tidak berdandan terlalu mewah ketika keluar dari rumah. Ini sebuah tatanan yang indah dan anggun, sehingga melanggengkan hubungan suami istri di dalam kehidupan rumah tangga. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(diedit dari fosmil.org) (wida)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111001080709291552?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111001080709291552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111001080709291552' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111001080709291552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111001080709291552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/nyaman-dengan-berjilbab.html' title='Nyaman Dengan Berjilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-6399515793459805373</id><published>2008-09-03T12:56:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T12:57:33.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Bacaan Saat Shalat Tarawih</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum ustad, ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya gimana tata cara shalat tarawih jika ingin shalat sendiri di rumah, ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bacaan dan niatnya sih saya sudah mengerti, hanya jika selesai shalat biasanya imam suka membaca ayat-ayat yang saya masih kurang mengerti. Apa lagi doa di antara shalat tarawih n witir saya sangat tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong beri saya petunjuk cara shalat tarawih yang baik, mulai dari awal shalat hingga shalat tarawih benar-benar selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung Catur Prasetio&lt;br /&gt;agungcprasetio@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Rasulullah SAW, pernah dilakukan shalat tarawih, walau pun hanya dua kali. Karena Rasulullah SAW takut shalat itu diwajibkan. Sehingga sebagian orang kemudian berpendapat bahwa shalat tarawih itu boleh dikerjakan sendirian di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun afdhalnya tetap di masjid, berjamaah dan bersama-sama dengan kaum muslimin. Karena di zaman para shahabat, apa yang pernah ditinggalkan kemudian dihidupkan lagi. Bukan hanya Umar bin Al-Khattab yang tarawih berjamaah, tetapi seluruh shahabat di Madinah saat itu, semua ikut tarawih berjamaah, di masjid, bukan sendiri-sendiri di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafadz dan Bacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaa niat serta lafadz-lafadz bacaan lainnya sebenarnya tidak ada yang baku ditetapkan dalam syariah Islam. Jangankan lafadz-lafadz, lha wong berapa jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAWpun, para ulama masih berdebat tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu karena dahulu Rasulullah SAW disinyalir pernah melakukan shalat sunnah setelah shalat Isya' di malam bulan Ramadhan. Namun beliau hanya melakukan dua kali saja, dengan berjamaah bersama para shahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sunnah berjamaah setelah shalat Isya' di masjid inilah yang kemudian dijadikan landasan shalat tarawih. Bahkan saat itu juga belum dinamakan shalat tarawih. Pokoknya para shahabat pernah melakukan shalat sunnah di malam bulan Ramadhan, dilakukan secara berjamaah, bukan tengah malam tapi setelah shalat Isya', dan dilakukan di masjid bersama Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berapa jumlah rakaatnya, dan apa bacaan-bacaannya, gelap dan tidak jelas. Gelap dan tidak jelas inilah yang kemudian menjadi bahan silang pendapat tentang jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW. Bahkan sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau kita saksikan sebagian umat Islam melakukan shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat, sama sekali bukan karena mereka tidak mau mengikuti sunnah nabi, tetapi karena pada sumbernya sendiri, yaitu praktek Rasulullah SAW, terdapat ketidak-jelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah rakaatnya saja tidak jelas, apalagi bacaan-bacaannya. Sehingga kita juga saksikan di tempat lain, misalnya di masjid al-Haram Makkah dan Madinah, meski mereka shalat tarawih 23 rakaat, tapi mereka tidak membaca lafadz-lafadz atau doa tertentu, seperti yang banyak dilakukan orang di sekeliling kita di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lafadz seperti ini seorang pemberi aba-aba:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul mukminina sayyiduna Abi Bakrin As-Shiddiqi taradhdhau 'anhu, lalu lafadz itu disambut jamaah dengan lafadz: radhiyallahu 'anhu, wanafana fiddini waddunya wal akhirah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan kebiasaan membaca lafadz itu di sela-sela shalat tarawih itu dilakukan, yang pasti kita tidak menemukan ketentuan ini di zaman Rasulullah SAW, bahkan tidak juga di zaman khilafah rasyidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau anda tidak bisa membaca lafadz itu, sebenarnya tidak apa-apa. Toh dalam shalat tarawih, yang penting shalatnya, bukan lafadz-lafadz bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan lafadz niat dan doa khusus yang dibaca saat shalat tarawih, semuanya tidak bersumber dari rujukan yang baku, artinya bukan bersumber dari Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka boleh dibaca dan boleh ditinggalkan, sama sekali tidak mengurangi kekhusyuan qiyam Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-6399515793459805373?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/6399515793459805373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=6399515793459805373' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6399515793459805373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6399515793459805373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/09/bacaan-saat-shalat-tarawih.html' title='Bacaan Saat Shalat Tarawih'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-6025696933844633842</id><published>2008-08-30T13:03:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T13:04:55.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Doa di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangkaian ayat Al-Qur’an mengenai puasa di bulan Ramadhan terselip suatu ayat yang secara khusus membicarakan soal berdoa. Di dalamnya Allah subhaanahu wa ta’aala perintahkan orang beriman untuk berdoa kepadaNya. Dan Allah subhaanahu wa ta’aala berjanji untuk mengabulkan doa siapapun asalkan memenuhi tiga syarat: (1) Memohon hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, bukan selainNya. (2) Memenuhi segala perintahNya dan (3) Beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan permintaan dan menetapkan taqdir segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan Allah) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak Allah subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaAllah. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan Allah subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta'aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakahlafal khususNabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dhahabazh-zhoma-u wab tallatil-'uruq wa tsabbatal-ajru insyaa Allah “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa di dalam doa berbuka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan: ”...dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya yang sangat diharapkan bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka di dunia, melainkan yang lebih diharapkan orang beriman ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu Allah ta’aala di hari berbangkit kelak. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa Allah ta’aala karena puasanya sewaktu di dunia diterima olehNya. Demikianlah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda dalam hadits sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Maka selama bulan Ramadhan khususnya, marilah kita membaca yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam biasa baca ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melazimkan kalimat istighfar sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan kita membaca sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً&lt;br /&gt;فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَاهُ أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang yang diberi karunia Allah ta'aala lalu ia membaca ‘Alhamdulillah’, maka Allah ta’aala akan berikan yang lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah 3795)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Amin ya rabb...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-6025696933844633842?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/6025696933844633842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=6025696933844633842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6025696933844633842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6025696933844633842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/08/doa-di-bulan-ramadhan.html' title='Doa di Bulan Ramadhan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111457754098432568</id><published>2008-08-29T03:51:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:00:51.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Peranan Kaum Wanita</title><content type='html'>Oleh: Vivi Apriyani Mulyana&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: Republika Online)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, seorang wanita datang menghadap Baginda Rasulullah SAW dan berkata, ''Wahai Rasulullah, saya mewakili kaum wanita ingin bertanya kepadamu. Mengapa berperang itu hanya Allah wajibkan atas kaum laki-laki? Jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala, dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah, lagi dicukupkan rezekinya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhenti sejenak, wanita itu lalu melanjutkan, ''Sedangkan kami, kaum wanita, selalu hanya melakukan kewajiban terhadap mereka (suami). Apakah kami boleh ikut (perang) agar memperoleh pahala berperang?'' Mendengar pengaduan wanita itu, Rasulullah SAW pun bersabda, ''Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran dan keihklasan, maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi, amat sedikit dari kamu yang menjalankannya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas menggambarkan bahwa adanya perbedaan peranan antara laki-laki dan perempuan merupakan sunatullah. Perbedaan tersebut, dalam pandangan Islam, bukanlah untuk melecehkan atau merendahkan antara keduanya, melainkan untuk saling membantu, mengisi, dan memuliakan. Islam mengajarkan bahwa antara laki-laki dan perempuan adalah setara, dan yang membedakan antara keduanya hanyalah ketakwaan-Nya. Bahkan, Allah akan memberikan pahala yang sama jika mereka beriman dan mengerjakan amal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berjanji dalam firman-Nya, ''Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.'' (QS 16: 97). Inilah hakikat sebenarnya emansipasi dalam pandangan Islam. Emansipasi yang tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga mengandung nilai ukhrawi. Emansipasi yang tidak memandang perbedaan peranan sebagai penghalang dan harus disamakan. Melainkan, emansipasi yang memandang adanya perbedaan peranan sebagai sebuah kekuatan untuk saling melengkapi dan membangun kesinergian menuju kemuliaan bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Danielle Crittenden, penulis buku Wanita Salah Langkah? Menggugat Mitos-mitos Kebebasan Wanita Modern, menilai, emansipasi yang diusung kaum feminis modern telah salah langkah. Ia berpendapat emansipasi yang diinginkan kaum wanita modern telah mencampakkan para wanita dari panggung kehidupan sebenarnya, yaitu kebersamaan, saling menghormati posisi dan fungsi masing-masing, saling berbagi, saling perhatian dan mencintai antara suami, istri, dan anak. Karenanya, sebaiknya kita, khususnya para wanita, menyadari bahwa jihad terbesar adalah dalam keluarga. Yakni, bagaimana kita dapat menjadi ibu yang baik dan bermanfaat bagi anak-anak serta menjadi istri yang salehah bagi suami. Selain itu, kita pun harus menjadi pelopor kebaikan dalam keluarga dan masyarakat. Sebaliknya, kita pun berharap para suami pun berbuat serupa. Wallahu a'lam bis-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111457754098432568?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111457754098432568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111457754098432568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111457754098432568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111457754098432568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/peranan-kaum-wanita.html' title='Peranan Kaum Wanita'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111269645349515800</id><published>2008-08-05T17:19:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:36:56.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Perempuan Terbaik</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai bunda&lt;br /&gt;hanya Tuhan saja yang dapat membalas jasamu erana Tuhan saja yang tahu penderitaanmu&lt;br /&gt;(Nasyid dari Nowseeheart)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya masih empat belas tahun. Untuk pertama kalinya, saya harus berpisah 'jauh' dengannya, perempuan terbaik yang pernah kenal. Tatkala tangan-tangan itu melambai, rasa bersalah berdentam-dentam di rongga dada. Ugghhh... kenapa saya tega meninggalkannya sejauh itu. Belum terbayang, kapan lagi saya akan kembali bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perpisahan jarak 'jauh' itu, jarang sekali bunda enggan memberi izin, bila saya minta izin bepergian. Suatu ketika, saya pamit untuk pergi camping, mengikuti kemah pramuka Sabtu-Minggu di dekat gua stalagnit di kampung kami. Untuk pamitan dua hari itu pun, izinnya didapat dengan alot sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati-hati ya nak... jangan merusak alam, jangan berbuat macam-macam hati-hati... jangan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali nasehat itu diperdengarkan, risau sekali beliau akan keselamatan puteranya. Padahal, namanya juga acara anak SD, camping perkemahan Sabtu-Minggu itu di back-up puluhan guru pembina. Jumlah guru yang menyertai camping hampir sama banyak dengan jumlah murid, sebagai bukti keseriusan pihak sekolah untuk menjamin keselamatan kami. Tapi, namanya bunda, ia tetap saja penuh kekhawatiran pada keselamatan anaknya. Raut wajahnya tampak sangat mencemaskan puteranya yang berkeras untuk tetap pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang setelah perpisahan 'Sabtu-Minggu' itu, perpisahan 'jauh' benar-benar terjadi. Kali itu bukan camping di pinggir kecamatan. Tapi saya harus terbang menyeberangi lautan. Untuk melanjutkan studi ke sekolah dambaan. Tak terbayangkan bagaimana perasaan bunda melepas bocah kecilnya sejauh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun berselang, di sebuah libur panjang sekolah, saya kembali bertemu bunda. Sejuk wajahnya dan binar ketulusannya masih sama. Pehatian dan kasih sayangnya pun belum berubah. Cuma mungkin penampilannya sedikit berubah. Kilau perak mulai terselip di rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, dengan dalih cita-cita, berulang kali saya meninggalkanya. Berulang kali beliau harus membekap kerinduan, memasung rasa kasih pada buah hatinya. Pada saat saya tergelak tertawa dengan konco sekodan, mungkin bunda sedang tenggelam dalam isak tangis kerinduannya. Saya sendiri, bukan tidak rindu padanya, warung bubur kacang ijo gang Masjid mungkin pelampiasan paling manjur, kalau rasa kangen padanya sedang meradang. Maklum setiap libur sekolah bunda selalu setia menanti dengan bubur ijo kesukaan puteranya. Jauh hari sebelum puteranya datang, berkilo-kilo kacang ijo sudah dipesannya untuk putera tersayang, yang belum jelas tanggal kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melihat ibu-ibu lanjut yang berjalan sendiri di keramaian pasar, ingin rasanya menyapa mereka, mengajak bersenda-gurau, sambil berharap bunda juga diperlakukan ramah pula oleh lingkungannya. Kala menjumpai nenek yang beringsut membawa belanjaannya, terketuk keinginan untuk menawarkan bantuan, karena terbayang bunda yang tertatih-tatih dengan bebannya. Jika sudah mengkhayal begini, pertanda kerinduan padanya telah mengkristal. Cuma doa yang mampu dirangkum saat itu, semoga Allah Yang Menguasai langit dan bumi, menjaga dan menyayangi bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat pertikaian di tengah kampung kami, berbicang dengan bunda adalah solusi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan pikirkan apa pelakuan orang yang mendzalimi kita, pikir saja kekhilafan kita, coba memperbaiki diri, jangan menghiraukan kata-kata sampah yang datang dari kaum jahil, persekongkolan para pendengki para itu sudah jelas sejak perang Khandaq. Belajarlah untuk menjadi hamba yang tulus, yang tak terganggu dengan perlakuan manusia, tapi niat karena-Nya harus benar, jangan pernah berharap pada makhluk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plong. Kepala yang tadinya cekot-cekot sepulang melihat perseteruan di balai desa langsung terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang ketulusan, ketulusan seorang ibu mungkin nomor satu. Saat bayi lemah tanpa gelar kesarjanaan itu lahir, dengan penuh khidmat, kasih sayangnya mengalir lancar tanpa pamrih. Menabur benih kebaikan kepada makhluk yang 'bukan siapa-siapa' memang aneh di era kapitalisme ini. Tapi itulah bunda, yang tak melihat apa yang akan didapatnya dengan membesarkan kami. Memperoleh senyum manis kerabat saat kenduri tetangga mungkin sudah lumrah, tapi mendapatkan perhatian penuh kasih bunda saat demam meradang menjelang subuh, itu baru luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Ibumu."&lt;br /&gt;Tanyanya lagi, "Kemudian siapa?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Ibumu."&lt;br /&gt;Tanyanya lagi, "Kemudian siapa?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Ibumu"&lt;br /&gt;Kemudian tanyanya lagi, "Kemudian siapa?"&lt;br /&gt;Beliau mejawab, "Bapakmu."&lt;br /&gt;(Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu. Abdur Razzaq&lt;br /&gt;&lt;omurazza at yahoo dot com&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk bunda, perempuan terbaik yang saya kenal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111269645349515800?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111269645349515800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111269645349515800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111269645349515800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111269645349515800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/perempuan-terbaik.html' title='Perempuan Terbaik'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-3265521910770830537</id><published>2008-08-03T12:46:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T12:47:53.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Melihat Calon Isteri Tanpa Jilbab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Pak Ustadz Apakah boleh Calon Suami melihat Calon Isterinya tanpa menggunakan Jilbab? Adakah dalil yang mendukung?Mohon segera dijelaskan. Syukron. Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NN&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak mencela apalagi melarang seorang laki-laki yang menginginkan kriteria tertentu atas calon isterinya, bahkan kepada hal-hal yang bersifat fisik sekalipun. Katakanlah misalnya, seorang laki-laki ingincalon isterinya punya jenis rambut tertentu, atau warna kulit tertentu, atau tinggi tertentu, bahkan jenis suara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keinginan itu adalah hal yang wajar dan tidak bisa divonis sebagai sikap mendahulukan hal-hal fisik ketimbang non fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab di antara salah satu pertimbangan yang diterima syariat Islam tentang memilih calon isteri adalah masalah fisik, yaitu masalah kecantikan. Selain masalah keturunan, kekayaan dan agama tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilarang adalah mengalahkan pertimbangan sisi agama oleh sisi pertimbanan sisi kecantikan saja. Itulah makna fazhfar dizatid-diin yang sebenarnya. Bukan berarti seorang diharamkan bila secara fitrah menginginkan punya isteri yang cantik menurut kriteria subjektif darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulahsyariat Islam memberikan kebolehan bagi seorang laki-laki untuk melihat secara fisik wanita yang akan menjadi calon isterinya. Maka demikianlah disebutkan dalam semua kitab fiqih, bahwa di antara hal-hal yang membolehkan seorang laki-laki melihat seorang wanita adalah saat berniat untuk menikahinya. Sebagaimana yang pernah Rasulullah SAW anjurkan kepada seorang shahabatnya yang berniat hendak menikahi seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ اَلنَّبِيَّ قَالَ لِرَجُلٍ تَزَوَّجَ اِمْرَأَةً: أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا? " قَالَ: لَا. قَالَ, " اِذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang menikahi seorang wanita, "Sudahkah kamu melihatnya?" Dia menjawab, "Belum!." Nabi SAW bersabda, "Pergilah dan lihatlah." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ, فَإِنْ اِسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا, فَلْيَفْعَلْ رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila seorang di antara kalian melamar wanita, bila mampu untuk melihat apa yang membuatnya tertarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah. (HR Ahmad, Abu Daud dan Al-Hakim menshahihkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebolehan untuk melihat calon isteri tidak menggugurkan kewajiban menutup aurat bagi pada wanita. Hukum kewajiban menutup aurat bagi seorang wanita dan keharaman terlihat auratnya itu oleh laki-laki ajnabi yang bukan mahramnya, tetap eksis dan tidak bisa digugurkan begitu saja. Apalagi hanya karena kepentingan calon suami yang ingin melihat keadaan fisik calon isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum menutup aurat bisa gugur hanya dengan hal-hal yang bersifat darurat secara syariah, misalnya untuk kepentingan pengobatan yang secara akal manusiawi tidak atau belum ditemukan cara lain. Dalam kasusseorang ibu yang terpaksa harus melahirkan dengan operasi sesar karena ada kelainan dalam proses persalinan, sedangkan dokter yang ada hanya laki-laki, maka saat itu demi menolong nyawa keduanya, sebagian aurat yang terkait dengan operasi itu boleh sementara terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau hanya untuk calon suami yang 'penasaran' ingin melihat secara langsung keadaan fisik calon isteri, hukumnya haram. Dan rasa 'penasaran'nya itu tidak termasuk ke dalam kategori darurat yang menggugurkan keharaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga titik temunya ada pada kebolehan melihat wajah dan kedua tapak tangannya. Di luar keduanya, tetap haram untuk dilihat secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kepentingan calon suami? Apakah dia harus 'membeli kucing dalam karung'? Bagaimana kalau setelah akad nikah, suami kecewa dengan keadaan fisik isterinya? Bukankah hal itu tidak adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita dudukkan masalahnya dengan jelas. Sebenarnya yang dilarang hanyalah melihat secara langsung. Sedangkan bila keadaan fisik seorang calon isteri diceritakan oleh orang yang berhak dan tsiqah, hukumnya tidak dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang secara penglihatan langsung dibolehkan memang hanya wajah dan kedua tapak tangan, tetapi sebenarnya 'fasilitas' ini sudah sangat sarat memberi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya informasi tentang jenis kulit, kehalusannya serta warnanya, sudah pasti sangat jelas dan terpenuhi. Karena wajah dan kedua tapak tangan itu ada kulitnya dan boleh dilihat. Demikian juga dengan ukuran tinggi tubuh, boleh dilihat secara langsung. Juga suaranya yang memang bukan aurat, boleh didengar secara langsung. Raut wajah yang halal dilihat sudah sangat menggambarkan kecantikan seorang wanita, karena pusat kecantikan fisik wanitamemang ada di wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan buat sebagian orang yang ahli, cukup dengan melihat telapak tangan bagian dalam, bisa didapat banyak informasi yang lumayan lengkap, misalnya tentang kerajinannya dalam bekerja, kemampuannya dalam memberi keturunan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan bentuk fisik rambut? Bukankah buat sebagian laki-laki, jenis rambut, bentuk serta modelnya, cukup menjadi bahan pertimbangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut adalah aurat wanita, haram dilihat oleh laki-laki asing (ajnabi), termasuk calon suami. Maka untuk kepentingan itu, informasinya boleh disampaikan dengan jalan diceritakan. Baik secara langsung oleh yang bersangkutan, atau oleh orang lain yang tsiqah. Misalnya oleh keluarganya, atau sesama wanita. Buat mereka yang ahli, cukup diceritakan ciri fisiknya, sudah lumayan lengkap dan bisa tergambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda melihat ahli lukis wajah yang bekerja untuk kepolisian? Dia mampu melukis ulang wajah seorang penjahat tanpa pernah melihat langsung wajahnya, cukup dengan mendengarkan keterangan dari orang lain yang pernah melihatnya. Hasilnya, hmm not to bad!. Buktinya banyak penjahat tertangkap setelah polisi mengedarkan lukisan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua informasi tadi tidak akan didapat bila sesorang hanya melihat pas poto yang berukuran 2x3 cm, seperti yang sering terjadi dalam urusan ta'aruf para aktifis dakwah. Padahal Rasulullah SAW telah membolehkan untuk melihat secara langsung, bahkan sampai menganjurkan. Maka berta'aruf hanya lewat pas photo justru tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Paling tidak, sekian banyak informasi yang merupakan hak seorang calon suami, tidak akan didapat dengan mudah. Apalah arti selembar bio data dan sebuah pas foto yang tidak berwarna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka melihat calon isteri secara fisik hukumnya sunnah, karena memang demikianlah anjuran dari nabi kita SAW. Namun hanya boleh terlihat wajah dan kedua tapak tangannya, karena selain dari keduanya, merupakan aurat yang haram dilihat. Tapi kalau diceritakan, hukumnya boleh, bila dilakukan dengan memenuhi aturan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-3265521910770830537?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/3265521910770830537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=3265521910770830537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/3265521910770830537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/3265521910770830537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/08/melihat-calon-isteri-tanpa-jilbab.html' title='Melihat Calon Isteri Tanpa Jilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111354020247801238</id><published>2008-07-19T23:40:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T10:01:43.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Masalah Jilbab Yang Transparan</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Sumber: www.syariahonline.com)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamua'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT meridhai semua aktivitas kita dalam berdakwah. Amin. Semula ini bukan urusan ane, tapi ane melihat sesuatu yang mengarah pada "Penggampangan akan HIJAB (Jilbab)". Ane butuh jawaban apakah ane yang kurang paham atau memang terjadi pergeseran nilai pada pemahaman akhwat tentang HIJAB (Jilbab). Ane sering melihat akhwat memakai jilbab yang besar namun tipis, ada bagian dalamnya jelas kentara ada jilbab mungil didalam sebagai pelapis (atau apalah namanya). &lt;br /&gt;Pertanyaan ana: 1. apakah ada fiqihnya tentang memakai jilbab tipis, karena selama ini ane tdk pernah membaca tentang fiqihnya jilbab yang tipis.&lt;br /&gt;Syukran atas jawabanya, semoga Allah SWT memberikan pilihan yang terbaik untuk berhijab buat saudari-saudariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muh. Arafah Tawil&lt;br /&gt;Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Wr. Wb. &lt;br /&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang akan terasa aneh bila selama ini kita melihat wanita tampil dengan jilbab lebar (sekali), lalu tiba-tiba dia tampil dengan jilbab yang mungil. Apalagi dengan jilbab yang besar tapi transparan sehingga kelihatan jilbab mungilnya di dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kita kembalikan kepada keaslian aturan dalam syariah Islam, sebenarnya masalah pakaian wanita itu sederhana saja. Intinya menutup aurat. Selama pakaian itu bisa menutup auratnya dengan benar, tanpa mencetak lekuk tubuh atau transparan sehingga auratnya tetap terlihat, maka pakaian itu sudah syar'i. Masalah apakah modelnya jilbab, bermotif atau tidak, pakai renda atau tidak, pakai asesoris atau tidak, pada dasarnya bisa dikembalikan kepada kebiasaan atau 'urf yang ada pada masing-masing komunitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Rasulullah SAW tidak pernah melarang warna atau corak atau model tertentu sebagaimana beliau juga tidak pernah memerintahkan yang tertentu juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selama jeins pakaian itu masih menutup aurat dengan benar, paling tidak minimal sudah memenuhi aturan dasar syar'i. Kalau terasa kurang sreg dalam pandangan subjektif masing-masing, maka sebaiknya para wanita menyesuaikan diri saja dengan apa yang sudah menjadi kebiasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, di beberapa negara Arab para wanita memang memakai cadar. Lepas dari khilaf ulama tentang wajib tidaknya cadar, maka tidak pada tempatnya bila di negeri yang para wanitanya terbiasa pakai cadar ada seorang muslimah yang bersikeras untuk tidak pakai cadar. Karena hal itu bisa dianggap yukhaliful 'adah atau berbeda dengan yang terbiasa orang pahami. Meski baginya cadar itu tidak wajib, tetapi membuka wajah di negeri itu bagi muslimah adalah menjatuhkan muruah. Maka sebaiknya dia pakai cadar saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kira-kira hal yang sama pun berlaku sebaliknya selama seorang wanita tidak bermazhab bahwa cadar itu wajib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kira-kira juga, memakai jilbab lebar yang transparan sampai kelihatan jilbab mungilnya itu hampir sama kasusnya. Meski secara syar'i tetap menutup aurat, tapi terasa agak mengganjal di mata, barangkali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketimbang kita meributkan pakaian yang dikenakan saudari muslimah kita ini, apakah tidak lebih baik kita melihat hal-hal yang tidak menimbulkan fitnah? Yaitu dengan menundukkan pandangan yang maknanya bukan kalau ketemu wajahnya menunduk tapi hatinya berkecamuk. Tetapi bentuknya adalah tidak menjadikan wanita di sekitar kita ini sebagai objek pembahasan dan materi yang mengisi sepenuhnya otak kita sehari-hari. Mungkin ada baiknya otak kita ini kita isi saja dengan ilmu-ilmu keislaman yang lebih urgen dan luas, ketimbang tema tentang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111354020247801238?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111354020247801238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111354020247801238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111354020247801238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111354020247801238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/masalah-jilbab-yang-transparan.html' title='Masalah Jilbab Yang Transparan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111032970143391316</id><published>2008-07-10T07:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:34:43.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Janji untuk Ibu</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Sumber: Eramuslim, 18/02/2005)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pautan dua cinta yang terikat kuat antara ibu dan anak sepertinya takan pernah putus. Tetapi kekokohannya bukan tidak mungkin usang dan kendur. Dan selalu anak yang mengendurkan tali kasih itu. Ibu, rasanya terlalu mulia untuk dituduh mengusangkan kekokohan pautan cinta suci yang berakar di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tidak pernah mengumbar janji untuk menyayangi anaknya. Derai air mata dan cucuran peluhnya jauh lebih nyaring mengatakan "sayang" ketimbang janji manis atau bahkan omelannya ketika si anak berulah. Baginya cinta dan sayang selalu ada untuk anak-anaknya, hingga ia tak perlu lagi janji, karena janji hanya untuk sesuatu yang belum tersedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi janji adalah suara sehari-hari yang sampai ke telinga seorang ibu dari mulut anak-anaknya. Dan sering kali janji itu jauh lebih memekakan telinga daripada menjernihkan mata karena melihat bukti dari janji-janji itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang merasa sudah cukup sukses suatu ketika berucap janji kepada ibu yang disayanginya. "Ibu, kalau sudah punya cukup uang saya ingin sekali mengongkosi ibu dan ayah naik haji." Ibunya tersenyum. Dari ujung matanya kristal-kristal bening meleleh. Didekapnya buah hati yang memiliki niat baik itu. Tanpa suara. Hanya dadanya yang bergemuruh memikul haru yang begitu besar. Bayangan masa-masa kecil anaknya yang menyimpan banyak kenangan manis lalu pun hadir. Disusul bayangan kerinduan yang sangat untuk berziarah ke baitullah. Dalam hatinya ia berucap, "Semoga niat sucimu terkabul, sayang." Dan sebuah kecupan mendarat di dahi puterinya yang cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlari menyisakan hitungan hari, hingga pada suatu saat keberuntungan berpihak pada puteri cantik pemilik niat baik itu. Bersama suami dan anak-anaknya ia kembali ke tanah air dari tugas dinas suaminya. Tentu di kantong keluarga kecil itu telah terkumpul cukup uang. Hal ini dipahami oleh sang ibu. Seketika hatinya berbunga menyambut kepulangan anak, mantu, dan cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meski demikian, pantang bagi si ibu untuk mengungkit janji yang pernah diucapkan puterinya tentang naik haji itu. Ia tak ingin selaksa amalnya terkotori oleh sedikit pun pamrih. Namun, puterinya yang cantik itu seperti lupa dengan janji yang diucapkannya. Seminggu, sebulan, dua bulan, dalam hati, seorang bunda menunggu-nunggu anaknya yang mungkin akan memberikan buku ONH (Ongkos Naik Haji) atas namanya dan suaminya. Waktu pun berlalu tanpa suara, seperti tak berani janji kapan peristiwa itu akan terjadi. Hingga tibalah suatu hari, hati seorang bunda pecah dalam diam ketika anaknya itu membeli sebidang tanah seharga tiga kali ongkos haji untuk dibuat kolam ikan dan tempat peristirahatan keluarga kecilnya bila pulang ke desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu sebesar apa gemuruh yang bergelombang di dada ibu, hanya dia yang tau, karena ia tetap tersenyum di depan semua anaknya. Tak terkecuali di depan puterinya yang cantik itu. Ia tak pernah menagih janji anaknya, bahkan sekedar mengungkit pun tidak. Tapi, entah isyarat apa ketika ikan-ikan di kolam anaknya tak pernah menghasilkan keuntungan. Rumah peristirahatannya pun menjadi hanya sebatas rumah kosong yang tidak banyak memberi manfaat. Lalu, entah isyarat apa ketika anak-anak yang lain yang ikut menggunakan uang anak perempuan ibu itu untuk berbagai usaha, tak satu pun dari mereka yang sukses. Alih-alih, sebuah kesalah-pahaman keluarga terjadi meretakan keharmonisan keluarga ibu yang diingkari janji itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah isyarat apa. Apakah itu akibat sakit hati ibu karena anaknya sendiri telah mengingkari janji untuknya? Hanya "mungkin" jawabannya. Karena senyum ibu tidak pernah berubah untuk semua anaknya; do'a ibu tidak pernah berganti untuk semua buah hatinya, selalu untuk kebaikan; dan pangkuan serta pelukannya selalu terbuka untuk seluruh belahan jiwanya. Tapi apakah seorang ibu tidak bisa sakit hati? itu juga pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Karena ibu juga manusia biasa, tapi sangat luar biasa jasanya. Terlalu mahal semua jasanya untuk ditukar dengan janji-janji kosong. Mungkin kekebalan hati seorang ibu telah mampu menyembunyikan sepedih apapun sakit hatinya, namun Allah tetaplah Dzat yang Maha Adil yang telah mentakdirkan Rasul-Nya bersabda: "Keridhoan Allah ada dalam keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah ada dalam kemurkaan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lautan kasih sayang ibu terlalu dalam untuk sekedar menenggelamkan sebesar apapun kesalahan anak-anaknya hingga tak muncul kepermukaan. Tetapi sebagai anaknya, kita harus memahami sifat manusiawi ibu kita, bahwa beliau juga punya hati yang sakit jika tergores. Dan yang pasti Allah adalah Dzat yang Maha Adil, dan tidak pernah lupa dengan janji-janji yang tertuang dalam ajaran-ajaran Rasul-Nya. Jadi, berhati-hatilah memelihara janji yang pernah diucapkan di hadapan bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zamzam M. Ma'mun&lt;br /&gt;&lt;zetth_two at yahoo dot com&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seketika setelah mendengar teteh menjanjikan ongkos naik haji untuk Umi dan Apa. "Teh, Semoga Allah memberi taufiq untuk menepati janjimu pada Umi dan Apa."&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111032970143391316?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111032970143391316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111032970143391316' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111032970143391316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111032970143391316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/janji-untuk-ibu.html' title='Janji untuk Ibu'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-5023992107433771644</id><published>2008-07-05T13:16:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T13:18:33.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kenapa Mesti Malu?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh Seriyawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: eramuslim.com)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari itu seperti biasanya saya mengantar dan menjemput Kiki, anak perempuan saya latihan Shorinji kempo. Dan ketika menjemputnya, saya melihat dia berbicara dengan temannya, seorang anak laki-laki yang sama-sama belajar kempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak begitu menaruh perhatian pada mereka dan tetap menunggu anak saya selesai berbicara.&lt;br /&gt;"Ada apa, Ki?" tanya saya setelah Kiki mendatangi saya.&lt;br /&gt;"Teman Kiki bilang, 'Kenapa Mama memakai pakaian seperti itu di Jepang? Apa ngga malu?" jawab Kiki.&lt;br /&gt;"Terus Kiki, jawab apa?" tanya saya lagi.&lt;br /&gt;"Mama nggak malu, kok. Mama pakai baju orang Indonesia.., " jawab Kiki.&lt;br /&gt;"Ini pakaian orang Islam, Kiki, bukan pakaian orang Indonesia. Memang Mama ngga malu, kok. Nggak usah malu. Ya, jangan malu... " jelas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengayuh sepeda menuju pulang, saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;"Terus... Teman Kiki bilang apa lagi?" tanya saya tertarik.&lt;br /&gt;"Dia cuma bilang, 'Oohhh'...."&lt;br /&gt;"Hebat ya Kiki, bisa ngomong gitu sama temannya..., " puji saya.&lt;br /&gt;"Lagipula kenapa harus malu, ya... " kata saya lagi.&lt;br /&gt;"Oh ya, Kiki malu ngga dengan Mama?" tanya saya ingin tahu.&lt;br /&gt;"Ngga... " sahutnya kalem.&lt;br /&gt;Syukurlah. Saya menarik napas lega diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya mengajak anak-anak ke rumah teman.&lt;br /&gt;Begitu memasukkan tiket, kereta listriknya datang dan segera pergi lagi meninggalkan kami yang tergopoh-gopoh menuruni tangga mengejarnya.&lt;br /&gt;Tetapi akhirnya kereta listrik itu berangkat tanpa kami di dalamnya.&lt;br /&gt;"Yaaahhh... Kita harus nunggu 10 menit lagi, " kata saya kecewa.&lt;br /&gt;Anak-anak pun terlihat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menunggu kereta bawah tanah datang, saya lihat anak-anak saya berbisik-bisik.&lt;br /&gt;"Ada apa, sih?" Rasa keki membuat saya mengajukan pertanyaan.&lt;br /&gt;"Itu ada teman Kiki. Miraretakunai...(ngga mau dilihat sama dia). "&lt;br /&gt;"Kenapa? Kiki malu?" tanya saya seakan tahu apa yang dikhawatirkannya.&lt;br /&gt;"Kalau ketemu nanti Kiki jadi harus ngomong begini begitu, " kata Kiki.&lt;br /&gt;"Ngomong begini begitu, apa maksudnya, Ki?" tanya saya keheranan.&lt;br /&gt;"Iya, Kiki kan jadi harus nerangin kenapa Kiki pake ini, " katanya sambil memegang jilbab warna biru mudanya.&lt;br /&gt;"Tapi kan... Kalau dia teman Kiki yang baik, yah ngga apa-apa dong kalo lihat Kiki pakai jilbab?" tanyaku menyelidik.&lt;br /&gt;"Hmmm..., " sahut Kiki pelan bernada ragu.&lt;br /&gt;"Cuma malas aja kok ngejawab tanya-tanya, teman Kiki itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Kiki malu ya dilihat teman sekolah sedang pakai jilbab?"&lt;br /&gt;tanya saya. Saya lihat Kiki diam sejenak dan menggeleng.&lt;br /&gt;"Nggak, inilah Kiki yang sebenarnya. (Hontou no Kiki no shotai). Kenapa Kiki mesti malu!" jawabnya tiba-tiba.&lt;br /&gt;"Begitu, dong!" kata saya membanggakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan kita yang mesti malu dengan pakaian yang kita pakai. Lagipula kenapa kita mesti malu? Bukankah kita memakai pakaian yang memang disuruh Allah. Kalau kita pakai baju yang kelihatan pahanya, bahunya,&lt;br /&gt;lehernya, nah orang yang pakai itu yang harusnya malu. Iya, ngga, Ki?"&lt;br /&gt;tanya saya minta persetujuannya.&lt;br /&gt;Tapi kenapa ada teman mama yang ngga pakai jilbab?" serbu Kiki.&lt;br /&gt;Glek. Saya terdiam sejenak.&lt;br /&gt;"Iya, mungkin mereka belum tahu, Ki. Mereka belum tahu bagaimana nyaman dan enaknya memakai ini. "&lt;br /&gt;Tangan saya menunjuk pakaian panjangnya.&lt;br /&gt;"Yang mama yakin, kalau mama memakai ini, perasaan mama tenang. Ngga ada perasaan bersalah, dan yang penting mama ngga mau dimarahi Allah. "&lt;br /&gt;"Dimarahi Allah, Ma?" tanya Kiki bernada kaget.&lt;br /&gt;"Iya. Kan, kalau ngga ikut kata Allah, nanti Allah marah, ngga sayang sama kita... "&lt;br /&gt;"Mama pernah baca di buku, katanya orang yang ngga memakai jilbab akan dijauhkan dari surga, dan takkan mencium baunya surga. Wah, takkan mencium bau surga... Artinya jauh dari surga, malah ngga masuk surga dong ya... " jelas saya.&lt;br /&gt;"He! Ngga mau ah... Kiki mau masuk surga, " kata Kiki antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di dalam hati saya merenung. Masih banyak PR yang mesti saya siapkan yang harus saya ajarkan kepada anak-anak saya. Betapa Islam itu indah dan penuh keringanan-keringanan bagi penganutnya. Tidak ada keberatan-keberatan yang tak bisa dipikul hamba-hamba-NYA. Bukankah Allah takkan memberi cobaan di luar kesanggupan hamba-NYA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah salallahu 'alaihiwassalam bersabda, "Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman. "&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, "Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Hal itu agar mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu" (al-Ahzab, 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nagoya, Maret 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-5023992107433771644?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/5023992107433771644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=5023992107433771644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5023992107433771644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/5023992107433771644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/07/kenapa-mesti-malu.html' title='Kenapa Mesti Malu?'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-6164223999697193542</id><published>2008-06-24T12:52:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T12:53:52.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja ustadz, saya ingin tanya sebenarnya perempuan yang berpakaian, dalam hal ini bercelana panjang saat beraktivitas, misalnya ke kampus, dalam agama Islam boleh atau tidak sih? Padahal kita tahu,saat ini model busana cenderung ke arah praktis dan sporti. Apalagi model-model busana muslim pun sekarang lebih banyak yang model atasan dengan bawahan berupa celana. Dan menurut saya busana tersebut juga tidak menyalahi sopan santun, sepanjang tidak terlalu ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di sisi lain kita pun tahu bahwa seorang wanita itu tidak boleh menyerupai laki-laki, begitu juga sbaliknya. Nah di sini saya ingin tahu sebenarnya seperti apakah yang dimaksud wanita yang menyerupai laki-laki, khususnya dalam hal berpakaian? dan menurut ustad, pakaian muslim yang modelnya bercelana itu sesuai dengan syariat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya itu saja yang dapat saya tanyakan.Terima kasih atas jawaban yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri Perdana&lt;br /&gt;hannah&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya hukum memakai celana panjang bagi wanita berangkat dari masalah tasyabbuh (penyerupaan) pakaian wanita dengan pakaian laki-laki. Dalam banyak hadits Rasulullah SAW banyak disebutkan bahwa Allah SWT telah melaknat laki-laki yang berdandan menyerupai wanita dan juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ اَلْمُخَنَّثِينَ مِنْ اَلرِّجَالِ, وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ اَلنِّسَاءِ, وَقَالَ: أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW telah melaknat laki-laki yang berdandan menyerupai wanita dan wanita yang berdandan menyerupai laki-laki. Dan Rasulullullah SAW bersabda, "Keluarkan mereka dari rumah kalian." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Allah melaknat wanita yang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki yang memakai pakaian wanita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana panjang secara 'urf yang dikenal di tengah masyarakat adalah pakaian khas laki-laki. Sedangkan bila banyak wanita yang mengenakannya, tidak berarti 'urf-nya telah berubah. Tapi apa yang dilakukan oleh para wanita untuk mengenakan celana panjang itu merupakan bentuk penyimpangan dalam berpakaian. Karena sejak awal, celana panjang adalah pakaian khas laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun para ulama banyak mengatakan bahwa bila di atas celana panjang yang dipakai itu dikenakan pakaian lainnya yang khas pakaian wanita seperti rok panjang, jilbab atau abaya, maka unsue penyerupaan penampilan yang menyamai laki-laki menjadi hilang, sehingga larangannya pun menjadi tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar itu, para ulama banyak memfatwakan bahwa wanita boleh memakai celana panjang, asalkan menjadi semacam pakaian bagian dalam. Di atas celana itu harus dikenakan pakaian luar yang menampakkan ciri khas pakaian wanita. Dan tentu saja harus besar, luas (tidak ketat) dan menutupi seluruh tubuh sebagaimana ketentuan umum pakaian wanita muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila hanya semata-mata bercelana panjang saja meski bentuknya lebar dan longgar, para ulama masih banyak yang berkeberatan dengan celana model itu (seperti kulot). Karena pada hakikatnya tetap celana panjang dan hanya modelnya saja yang sedikit berbeda. Meski demikian memang bila celana panjang itu lebar seperti kulot masih ada sebagian ulama ada juga yang membolehkannya tapi dengan catatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-6164223999697193542?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/6164223999697193542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=6164223999697193542' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6164223999697193542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/6164223999697193542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/06/sebenarnya-perempuan-pakai-celana-boleh.html' title='Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-895655984400944240</id><published>2008-06-17T13:08:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T13:09:53.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Mayoritas Rakyat Turki Menentang Larangan Resmi Berjilbab</title><content type='html'>Meski dikenal sebagi negara sekuler, mayoritas masyarakat Turki menentang larangan resmi berjilbab di kantor-kantor dan universitas. Hal ini terungkap dari hasil polling yang dilakukan Universitas Isik dan Sabanci di Istanbul yang dirilis pada Rabu (14/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 2/3 dari 1.846 responden dari 20 kota besar dan kecil yang disurvei, menyatakan mendukung upaya PM Turki, Recep Tayyib Erdogan untuk meredam larangan berjilbab terhadap mahasiswa dan pegawai negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan berjilbab di negara berpenduduk 72 juta jiwa dan mayoritas Muslim ini diberlakukan pada tahun 1997. Saat itu, Presiden Ahmad Necdet Sezer mengeluarkan dekrit yang melarang jilbab di institusi-institusi pemerintahan, termasuk sekolah dan universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita berhijab juga dilarang aktif dalam organisasi-organisasi sosial yang berafiliasi dengan institusi kemiliteran. Bahkan wartawati berjilbab, kerap tidak dipekenankan meliput konferensi pers di institusi-institusi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan militer, akademisi dan pakar hukum banyak yang berpendapat bahwa larangan berjilbab merupakan pilar utama dari sistem sekular yang dianut Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari hasil polling yang dilakukan sepanjang Maret sampai April itu menunjukkan, masih banyak rakyat Turki yang konservatif dan peduli dengan isu-isu moral, khususnya larangan berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil polling juga menunjukkan, sebagian responden meyakini bahwa kegagalan hidup disebabkan karena kurangnya keimanan. Hampir sepertiga responden mengatakan, anak laki-laki dan perempuan harus dipisahkan di kelas yang berbeda ketika belajar di sekolah. Mereka juga menentang jika anak perempuan mereka menikah dengan laki-laki non Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil lainnya menunjukkan, hampir setengah dari responden menuding para turis yang datang ke Turki telah memberi pengaruh pada masalah moralitas dan budaya Turki. Para responden mengaku tidak nyaman melihat pemandangan para turis yang telanjang atau setengah telanjang ketika berjemur di pantai-pantai di lokasi wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari setengah responden mengaku puas dengan kinerja pemerintahan sekarang yang dikuasi oleh Partai Keadilan dan Pembangunan. Hanya sepertiga responden yang mengaku tidak puas dengan proses demokrasi di negerinya. 40% responden menyatakan lebih senang seorang pemimpin pemerintahan dari kalangan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan Bersenjata merupakan institusi yang paling dihormati oleh rakyat Turki. Sepanjang 50 tahun sejarah Turki, militer tercatat berhasil menurunkan pemerintahan terpilih secara demokratis, namun kekuasaan militer di Turki dibatasi oleh reformasi yang didukung Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut hasil polling menunjukkan menurunnya dukungan masyarakat terhadap keinginan Turki bergabung dengan Uni Eropa, dari 74% beberapa tahun yang lalu menjadi 57%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1960 sampai sekarang, negara yang akan menggelar pemilu pada November 2007 mendatang ini, berjuang untuk bisa menjadi anggota Uni Eropa. (ln/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-895655984400944240?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/895655984400944240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=895655984400944240' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/895655984400944240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/895655984400944240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/06/mayoritas-rakyat-turki-menentang.html' title='Mayoritas Rakyat Turki Menentang Larangan Resmi Berjilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111070307255001744</id><published>2008-06-16T06:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T09:54:47.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Hijab Story - by Tara Dahane</title><content type='html'>Hijab Story&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muslim convert Tara Dahane relates how she came to wear hijab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah ar-Rahman ar-Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to share my story about my journey to wear hijab in the hope that some aspiring sister will glean strength from it, insha'allah. Sisters, you can do it! Just keep in mind that you need to please Allah (swt) before you please anybody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I converted to Islam May 1996 after having been reading about it for almost 6 years. I have never regretted it only wish that I had took shahada sooner. I did not wear hijab at first, only to wear to the mosque and during prayer times. I was aware that the condition of being a Muslimah required covering modestly yet I couldn't act on it because of my fear of other people. I was afraid of how they would treat me such as looking upon me in pity, in utter disgust, or just plain hatred. Actually my first bad encounter with hijab happened with my sister. She picked me up from the mosque one day and when I got inside the car she told me to "take that "s***" off my head" I am soooo glad that the people standing out in front of the mosque and especially my hubby did NOT hear what she said. Needless to say, I refused to take off my hijab until I got home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over the next three years my iman [faith] would increase gradually as I pursued knowledge in Islam more. In 1999 my iman was even stronger than the preceding years so much so that the hijab issue began to trouble me. It worried me so much because I actually thought of myself as "sinning" I had a choice to make, who was I supposed to be afraid of Allah or other people? Of course Allah is number one so my next step was the issue between head covering and face covering. I researched the Quran, ahadith, articles, spoke with other muslimahs who wore hijab, even to the brothers. My conclusion was based on the fact that yes hijab is obligatory based on two ayat in the Quran, Al-Ahzab 33:59 and An-Nur 24:30-31, as well as the hadith of Asmaa (RA) the daughter of Abu Bakr came to the Rasulullah (SAW) while wearing thin clothing. He approached her and said: "O Asmaa! When a girl reaches the menstrual age, it is not proper that anything should remain exposed except this and this." And he pointed to the face and hands. I believe face veiling is optional as you are striving to emulate the Mothers of the Believers who by the way were special and no one can ever be like them. I believe that there is no sin for not wearing the face veil but rather it is a symbol of more modesty and a higher reward, insha'allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armed with this I planned to wear my hijab in to work the first day of Ramadan. I had even layed out my veil and pins the night before so I didn't have the excuse of "forgetting" to wear it. Once I arrived at work I became more nervous because there were people looking at me in the parking lot already! With each step I got closer and closer to the building where I worked and strangely more and more calm. Until I was on the elevator and in my office in no time. I breathed a sigh of relief that I hadn't ran into anyone in the halls though. And my did I have a surprise waiting for me. Each co-worker that passed me by just treated me like they always did on a normal day. One even remarked that my veil was beautiful and at least two asked me if it was a special occasion (I had to laugh at that one) At the end of the day I couldn't believe that I had worked myself up about nothing all of these years!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was truly a success to wear hijab and I feel beautiful because I am doing a thing that pleases Allah (swt) I even get more respect when I am out. I don't care what people think anymore. If I find them staring at me I look back and smile. I am more often than not surprised to see them smiling back at me. For the ones that consider me a source of amusement, the feeling is mutual!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I recommend this book on hijab: &lt;em&gt;"Dearest sister: why not cover your modesty"&lt;/em&gt; by Abdul Hameed Al-Balali translated by Wael F Tabba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's all folks! FiAmanAllah,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tara&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111070307255001744?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111070307255001744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111070307255001744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111070307255001744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111070307255001744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/hijab-story-by-tara-dahane.html' title='Hijab Story - by Tara Dahane'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-2808139021770741758</id><published>2008-06-11T17:22:00.000+07:00</published><updated>2008-07-11T16:55:04.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Denmark Larang Seorang Hakim Pakai Jilbab di Ruang Sidang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com, Kamis, 15 Mei 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kehakiman Denmark Lene Espersen menegaskan larangan mengenakan simbol-simbol keagamaan di pengadilan Denmark. Dengan adanya larangan ini, seorang hakim di Denmark, tidak boleh mengenakan jilbab, mengenakan sorban, topi khas Yahudi, penutup kepala ala Hindu dan tanda salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah memutuskan untuk melarang semua simbol keagamaan dan politik, saat sedang melakukan tugas-tugas peradilan, karena seorang hakim harus netral dan tidak memihak," tukas Espersen pada para wartawan, Rabu (14/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kehakiman Denmark menegaskan larangan ini, menyusul kampanye yang digelar oleh kelompok kanan jauh Partai Rakyat Denmark akhir April kemarin, untuk menolak para hakim yang mengenakan jilbab di ruang pengadilan. Padahal pada bulan Desember lalu, negara yang sebenarnya tidak punya hakim Muslim, ini membolehkan hakim berjilbab saat melaksanakan tugasnya di ruang pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membatalkan aturan itu, Denmark harus membuat aturan baru. Dan pemerintah, dengan dukungan dari Partai Rakyat Denmark, nampaknya akan membatalkan aturan yang dikeluarkan bulan Desember lalu. Espersen rencananya akan mengajukan draft aturannya ke parlemen dalam waktu dekat ini. (ln/al-arby)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-2808139021770741758?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/2808139021770741758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=2808139021770741758' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2808139021770741758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/2808139021770741758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/06/denmark-larang-seorang-hakim-pakai.html' title='Denmark Larang Seorang Hakim Pakai Jilbab di Ruang Sidang'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-110992805298403755</id><published>2008-06-05T16:19:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:33:12.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Banyak Jalan dengan Berjilbab</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Source: Republika online, Jumat, 04 Maret 2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelia Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu dia 'peramu' gosip di acara infotainment di sebuah stasiun televisi swasta. Kini, dia mengidamkan menjadi pemandu acara yang Islami. ''Ah, itu dulu. Aku sudah meninggalkannya,'' tutur Amelia Fitri, wanita keturunan Padang yang lahir di Jakarta, saat beberapa orang mengenalinya sebagai presenter sebuah acara infotainment di televisi. Penampilannya kini jauh berubah, berkerudung dan baju panjang. Amelia mendapat hidayah. ''Aku ingin memenuhi kewajiban sebagai Muslimah. Allah mendengar keinginan saya,'' tuturnya kepada Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat keinginan untuk berubah pun makin kuat, ''Aku beranikan diri memutuskan memakai jilbab. Aku pakai pas hari pertama puasa tahun lalu,'' ujar mantan presenter program perjodohan di TPI ini. Amelia pun akhirnya kini tampil beda. Dia benar-benar 'berhijrah' ke dunia yang baru. Dia sudah meninggalkan seluruh kegiatannya sebagai presenter yang berhubungan dengan gosip, kasak-kusuk selebriti, dan acara infotainment lainnya. Dia amat bersyukur karena keluarga mendukung langkahnya. Yang lebih menggembirakan, suaminya, Emilson Agus Filkar, menyemangatinya, bukan malah menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Yang kaget bukan keluarga, tetapi teman-temanku. Namun mereka akhirnya mengerti,'' tambah Amelia. Bahkan, beberapa teman mengikuti langkahnya. Bahkan, kini ada empat kawan dekatnya yang sekarang turut menggunakan jilbab. Teman-temannya pantas terkaget-kaget dengan perubahan penampilan Amelia. Maklum, mantan finalis Wajah Femina ini terbiasa tampil modis. Apalagi, dia sangat aktif menjadi presenter di beberapa stasiun televisi. Dalam mingggu yang sama, ia menjadi presenter di tiga program acara yang berbeda di tiga stasiun televisi, Hotshot di SCTV, Transbeat di Trans TV, dan Strikes Bowling di Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kedua dari pasangan H Herman Bartal dan Hj Wilisma ini tak takut kehilangan penghasilan dengan meninggalkan seluruh kegiatan itu. Dia yakin Allah SWT sudah memberi jatah rezeki pada setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, Amelia memang benar-benar ingin memperbaiki diri sebagai Muslimah. Dia pun menolak tawaran menjadi wartawan di sebuah stasiun televisi. ''Saya khawatir tak bisa membagi waktu untuk kerja dan suami. Apalagi, dalam kontrak selama menjadi wartawan tak boleh hamil atau memiliki anak,'' katanya. Amelia mengaku keputusannya menolak tawaran menjadi reporter sudah tepat. Apalagi, bila mengingat dia harus siap 24 jam atau kerja hingga dini hari. ''Bayangin aja. Waktu itu saya baru menikah. Kalau harus kerja seperti itu, mana ada waktu buat melayani suami?'' tutur lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo Beragama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggunakan busana Muslimah dengan berjilbab, Amelia justru lebih percaya diri. Orang juga lebih respek padanya. ''Dulu orang kalau godain bilangnya 'halo cewek' atau pakai ehem...ehem. Sekarang kalau mo godain bilangnya assalamu 'alaikum. Itu kan namanya ndoain kita. Ya, kan?'' ujarnya. Jalan untuk menjemput rezeki juga ternyata tak berhenti, tetap ada. Buktinya, dia mendapat tawaran menjadi bintang iklan Nivea. ''Padahal, saya kan berjilbab. Aku dikontrak selama setahun,'' katanya. Jadi, jilbab tak menghalangi orang untuk berkarya atau beraktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berjilbab, Amelia memang sempat membintangi beberapa iklan. Di antaranya iklan Wella Hair, produk epiderma, Sangobion, Citibank, dan BCA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana gempa dan gelombang dahsyat tsunami makin menambah keyakinan Amelia untuk menjadi orang yang lebih baik di hadapan-Nya. Melihat berita dan tayangan musibah itu, dia makin yakin kematian benar-benar ada. Datangnya juga begitu cepat dan tiba-tiba. Tapi, orang harus punya bekal sebelum mati. ''Aku ingin punya bekal yang cukup,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran Inneke Koesherawati dengan penampilannya sekarang juga meneguhkan niatnya untuk menjadi Muslimah yang lebih baik. ''Dia benar-benar berubah. Padahal, dulu aku antipati banget sama dia. Sekarang aku kagum dengan dia,'' katanya. Dia pernah berbincang dengan Ratih Sanggarwati pada suatu kesempatan. Dia bilang, di dunia hiburan itu godaannya sangat besar dan banyak. Yang mengesankannya saat itu, Ratih sangat yakin dengan berjilbab masih bisa beraktivitas. ''Dia aja yang lebih glamor bisa berubah, kenapa aku nggak, yang orang biasa-biasa saja?'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Amelia punya banyak waktu untuk belajar, termasuk belajar agama. Dia juga mulai aktif mengikuti kegiatan pengajian di lingkungan rumahnya. Bahkan, sepekan sekali ia juga mengikuti Pengajian Salsabila di Bintaro, di luar lingkungannya. Dia tak ingin busana Muslimah dan jilbab hanya menjadi tren. Setiap Muslimah harusnya menyadari itu termasuk kewajiban. ''Kalau udah pakai jilbab, ya harus menjalani konsekuensinya. Baju juga nggak boleh ketat-ketat lagi, apalagi tingkah laku.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang mengganjal hatinya. ''Saya suka risih kalau sedang di mal-mal atau pas di bioskop melihat ada cowok-cewek yang gandengan, dan sang cewek pakai jilbab pula,'' tutur Amelia. Memang, bisa jadi mereka pasangan suami-istri. ''Tapi, kesannya kok kurang enak dilihat, ya.'' Hampir tiga bulan Amelia tampil dengan identitas barunya. Dia sudah sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dia memulai dunia baru, membuka butik. Dia merekrut beberapa orang karyawan. Sebagian dari mereka dipekerjakan untuk membuat sepatu. Yang lain, membuat tas dan beragam jenis baju, termasuk baju Muslimah. ''Aku memang masih ingin menjadi presenter. Tapi, temanya tak lagi yang kayak dulu. Aku ingin mengisi acara yang Islami. Biar aku tambah ilmu,'' tuturnya. Semoga harapan Amelia segera terwujud! (rhs )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-110992805298403755?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/110992805298403755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=110992805298403755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110992805298403755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/110992805298403755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/03/banyak-jalan-dengan-berjilbab.html' title='Banyak Jalan dengan Berjilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111224246944914206</id><published>2008-06-03T21:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T04:40:20.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Masih Bimbang Untuk Memakai Jilbab</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Sumber: www.syariahonline.com)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pa' ustadz,saya termasuk orang yang plin-plan kadang ya-kadang tidak, kenapa yach pa'? Salah satunya adalah saya sangat ingin sekali meakai jilbab, tapi maaf saya masih agak malu dan belum siap, saya malu karna pertama saya belum bisa apa2 dlm mengaji dan pd saat inipun saya tidak mengaji dengan guru maksud saya saya mengaji sendiri, tolong pa' ustadz berikan saya jalan keluarnya, bagaimana agar saya tegas dan mampu, terima kasih pa'ustadz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vivi Karbela&lt;br /&gt;2003-10-15 13:57:33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memang berbeda-beda diperlakukan oleh Allah SWT dalam menerima hidayah. Ada orang yang begitu menerima sinar kebenaran, spontan dia menangkapnya dan menggemgam seerat-eratnya tanpa pernah mau dilepas lagi. Mereka ini adalah kelompok yang Allah SWT lapangkan dadanya sehingga sama sekali tidak ada setitik pun keraguan dalam menjalankan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari mereka adalah istri Rasulullah SAW, Khadijah Radhiyallahu ?anha. Belum pernah dia merasa ragu dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW, apalagi menolak. Bahkan semua perhatian dan hartanya diserahkan demi kepentingan Islam. Justru Rasulullah SAW yang saat pertama menerima wahyu, masih merasa takut, berat dan merasa lemah. Khajiah saat itu berusaha memantapkan hati beliau dan meyakinkan bahwa beliau pasti bisa menjalankannya dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, meski Khadijah sudah wafat lama sekali, tetapi namanya tetap terukir indah di relung hati Rasulullah SAW sehingga Aisyah dan istri-istri beliau yang lain tidak bisa menutupi rasa cemburu mereka kepada Khajiah ra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga orang yang masih berpikir-pikir, ragu, bimbang dan berhitung-hitung dalam menerima kebenaran. Baginya, menyerahkan diri kepada perintah Allah SWT itu sesuatu yang berat dan harus dipertimbangkan untung ruginya. Sebagian dari dirinya mengatakan bahwa harus menjalankan agama ini, tetapi sebagian dari dirinya masih dikuasai syetan yang selalu berbisik dalam jiwa dan menghembuskan keraguan serta berjuta pertanyaan. Sehingga si pemiliki diri selalu bimbang dengan Islam. Dalam hatinya ada rasa takut dengan resiko yang membayang. Dalam jiwanya ada sisi gelap yang meminta diperhatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tidak lain adalah pekerjaan syetan yang berhasil menguasai alam pikiran dan jiwa seseorang. Dan memang untuk itulah syetan diciptakan.Seharusnya, bagi seorang muslim, syetan tidak perlu diberi hari, karena sekali diberi hati, dia akan minta rempela dan kepada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang bagaimana kinerja syetan dalam rangka menyukseskan programnya, Allah SWT sudah menceritakan dalam Al-Quran Al-Karim : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syetan selalu menghembuskan rasa was-was dan ragu dalam jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (membuat was-was dan ragu)ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia." (QS&gt; An-Naas : 1-6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syetan selalu menghiasai keburukan dengan keindahan dan membuat angan-angan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... dan aku (syetan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka, lalu mereka benar-benar memotongnya?" (QS. An-Nisa : 119) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syetan selalu membuat orang terlena dan lupa kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan kepada tuannya." (QS. Yusuf : 42) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syetan mampu menjanjikan kebaikan bila seseorang meninggalkan agama, tai hanya janji kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara telah diselesaikan: 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS. Ibrahim : 22) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kalau korbannya masih bisa terbebas, maka syetan akan membuatnya takut terhadap resiko berislam, baik takut tidak punya teman, takut tidak ada yang mencintai atau segala bentuk takut lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya , karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman."(QS. Ali Imran : 179) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111224246944914206?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111224246944914206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111224246944914206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111224246944914206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111224246944914206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/04/masih-bimbang-untuk-memakai-jilbab.html' title='Masih Bimbang Untuk Memakai Jilbab'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-111641595035157329</id><published>2008-05-29T06:31:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T09:56:16.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Filosofis Kebebasan Perempuan</title><content type='html'>Oleh: Incawati *)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.kafemuslimah.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, topik tentang perempuan dan hal-hal yang berkaitan dengannya merupakan topik yang hangat diperbincangkan dari masa ke masa. Perempuan selalu tampil dalam berbagai media dan sarana-sarana informasi untuk menggambarkan sosok yang begitu menarik dan indah sehingga tidak segan-segan mereka tampil dengan dandanan yang kurang beretika. Intrik musuh-musuh Islam tidak terbatas sampai di situ. Saat ini, ketika orang-orang mulai ramai memperbincangkan hal-hal yang lux, tidak bisa terlepas dari gambar-gambar wanita cantik. Bahkan sampai produk-produk obat-obatan dan elektronik yang tidak ada kaitannya dengan perempuan juga tidak terlepas dari peragaan yang mempertontonkan “perhiasan” perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nasrani bernama Zummer mengatakan bahwa orang-orang Nasrani tidak perlu putus asa, sebab di dalam hati kaum muslimin telah berkembang kecenderungan yang mencolok ke arah ilmu bangsa-bangsa Eropa dan kebebasan perempuannya. Dari kutipan tidak langsug di atas dapat disimpulkan bahwa keinginan mereka dalam menghancurkan Islam ditempuh dengan cara yang lain, yaitu dengan menjauhkan perempuan dari agamanya, yaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, hal itu benar-benar menjadi kenyataan. Gerakan pembebasan wanita dari belenggu penindasan dan gerakan kesetaraan gender yang dimotori oleh kaum feminis menjadi semakin hangat dari hari ke hari. Dan yang lebih buruk lagi, para pejuang kemerdekaan perempuan itu menganggap bahwa Islamlah yang menjadi penghalang keindependenan perempuan. Banyak nash yang bisa mereka jadikan kambing hitam untuk itu, contohnya dalam surah Al Ahzab: 33, perintah bahwa wanita lebih baik di rumah ….; An Nisaa: 34, laki-laki itu lebih utama dari perempuan ….. dan masih banyak yang lain. Padahal apa yang mereka pahami tidaklah demikian adanya. Isu poligami beramai-ramai dibantah. Pembagian warisan yang lebih banyak untuk laki-laki menjadi alasan betapa Islam tidak adil dalam memperlakukan manusia. Kewajiban mentaati suami dalam rumah tangga menurut mereka adalah sikap sewenang-wenang dan melanggar HAM. Mereka menuntut persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Karena hal itu mereka anggap sebagai keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebebasan perempuan di dunia Barat menjadi impian perempuan pribumi, pertanyaannya apakah di dunia Barat perempuan benar-benar bahagia dengan kebebasannya itu? Mengingat tujuan hidup manusia sesungguhnya adalah bahagia dunia dan akhirat? Bukti apa yang bisa kita ajukan untuk membenarkan hal itu atau tolok ukur apa yang kita gunakan untuk menilai bahwa mereka benar-benar bahagia dalam kebebasannya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ketika perempuan di dunia Barat terkungkung oleh Gereja yang menindas semua hak-haknya, mereka berusaha untuk melawan dan memperjuangkan kesetaraan gender. Mereka akhirnya menuai hasil. Perempuan dan laki-laki bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan laki-laki dalam segala lini kehidupan. Bahkn dalam bidang militer sekalipun. Perempuan diikutsertakan dalam peperangan. Ketika pecah perang Vietnam, kurang lebih 100. 000 orang tentara perempuan turut ambil bagian dalam perang tersebut. Hasilnya, dari sekian jumlah tentara perempuan, enam puluh ribu mengaku dirinya diperkosa oleh rekan tentara laki-laki di barak-barak militer di mana tidak ada pemisahan tempat tidur antara tentara laki-laki dan perempuan. Itu baru yang mengaku, belum lagi termasuk pelecehan-pelecehan yang lain yang terjadi dan luput dari publikasi media. Lantas di mana letak kebahagiaan itu? Ataukah kebebasan mereka untuk bekerja di kantor sama halnya laki-laki yang membuat mereka bahagia? Mereka mengaku memperjuangkan kebebasan tapi yang terjadi adalah mereka mengorbankan diri mereka sendiri. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang lebih bayak beraktivitas di luar rumah lebih rawan terkena penyakit dari pada mereka yang menjadikan rumah sebagai fokus kegiatannya. Kebebasan yang berujung eksploitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak mengenal emansipasi atau kebebasan atau kesetaraan gender, karena pada dasarnya Islam tidak pernah melegitimasi penindasan terhadap perempuan. Semua aturan yang mengatur perempuan dalam Islam hanyalah untuk menyelamatkan perempuan dari noda dan hal-hal buruk agar dia tetap bersih. Aturan itu terutama ditujukan untuk melindungi perempuan dari musuh-musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam melalui perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang menempatkan perempuan di tempat yang lebih mulia. Perintah menuntut ilmu adalam wajib hukumnya bagi laki-laki dan perempuan (thalabul ilmu faridhatun ‘ala kulli muslimiin wa muslimaat). Seorang perempuan haruslah cerdas bukan untuk tujuan agar mampu bersaing dengan laki-laki, tapi untuk tujuan yang jauh lebih mulia, yaitu menjadi seorang pendidik. Mendidik generasi bukanlah hal yang mudah, tidak cukup dengan bekal apa adanya, bagaimana mungkin seorang perempuan mampu mendidik anak-anak yang nantinya lahir dari rahimnya jika dia sendiri tidak mampu mendidik dirinya sendiri, dan untuk itu dibutuhkan ilmu. Selain itu dalam surah Al Ahzab: 31, bahwa jika perempuan mampu taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan kata lain berbuat kebaikan maka akan diberikan pahala dua kali lipat. Dan banyak lagi yang lain yang bisa kita kemukakan untuk membuktikan bahwa antara laki-laki dan perempuan itu sama, yang membedakan hanyalah takwanya saja (Al Hujuraat: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bukti bahwa karena mereka mampu melepaskan diri dari ketergantungan ekonomi (mereka bekerja sendiri) sehingga tampak bahagia adalah hal yang masih bisa diperdebatkan. Mengingat ukuran kebahagiaan tidaklah sesimpel itu, tapi kebahagiaan sesungguhnya tidak hanya melibatkan faktor lahir, tetapi juga meliputi ketenangan batin. Dan, bisa dibuktikan dengan penelitian bahwa yang paling banyak mengalami gangguan stress adalah mereka yang bekerja terlalu lama di luar rumah. Bukankah stress adalah bukti betapa kita gagal memenej emosi kita? Dan itu adalah faktor non fisik (batin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang hidup bergaul dengan kaum muslimin dan mengenal Islam dengan benar, maka dia akan melihat bahwa perempuan Islam di tengah-tengah masyarakat muslim menempati kedudukan yang tinggi dan terhormat. Satu kedudukan yang dapat menjaga martabat perempuan dan kesuciannya. Perintah menutup aurat juga sebagai bukti perlindungan Islam terhadap pandangan laki-laki yang tidak berhak memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Islam tidak pernah melarang perempuan beraktifitas di luar rumah selama itu sesuai dengan kodratnya sebagai perempuan dan mampu membagi waktu antara pekerjaannya dengan rumah tangganya. Betapa pun juga, titik berat kewajiban perempuan ada di rumahnya karena pekerjaan itu tidak bisa digantikan oleh siapa pun, jangankan pembantu rumah tangga, suami pun tak mampu melakoni itu. Seorang perempuan dalam memandang rumah tangga jauh lebih dalam dibandingkan dengan laki-laki. Mungkin karena dari rahimnyalah lahir makhluk hidup yang nantinya akan jadi pemimpin-pemimpin dunia. Jadi, apa jadinya jika semua wanita mulai menjadikan rumah hanya sebatas tempat beristirahat dan setelah itu keluar rumah lagi. Pada saat itu, kita tak perlu lagi berharap kader-kader militan dan cerdas akan muncul dari kita sebagai muslimah. Mudah-mudahan yang terakhir ini bisa jadi renungan buat kita., terkhusus bagi mereka yang mengaku muslimah. Sebuah nama yang sekaligus mencerminkan identitas kita. So, mari kita berkreasi dan berprestasi selama itu tidak melanggar aturan dan ketentuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*) Mahasiwi Universitas Negeri Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-111641595035157329?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/111641595035157329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=111641595035157329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111641595035157329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/111641595035157329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2005/05/filosofis-kebebasan-perempuan.html' title='Filosofis Kebebasan Perempuan'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-550379912254140407</id><published>2008-05-25T13:22:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T13:24:25.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanya-jawab'/><title type='text'>Mewarnai Rambut dan Batasan Pendeknya Rambut bagi Akhwat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum ustadz,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan, ana mau menanyakan mengenai hukum mewarnai rambut bagi akhwat dengan tujuan menyenangkan hati suami. Sedangkan keseharian isteri sudah lama menggunakan jilbab yang insyaAllah sesuai syariat. Ana pernah diberitahu teman bahwa kebolehan mewarnai rambut dalam hadits-hadits selalu dikaitkan dengan merubah warna rambut yang sudah beruban. Hal ini berdasarkan pendapat seorang ustadz kenalan teman tadi yang lulusan tafsir hadits di Madinah. Apakah pendapat ini benar, atau masih ada pendapat lainnya? Mohon penjelasan ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua ingin ana tanyakan, adalah mengenai batasan pendek rambut seorang akhwat. Apakah larangannya itu hanya berkaitan dengan model yang tidak boleh menyerupai laki-laki, atau memang ada larangan mengenai batasan pendek rambut? Kalau ada, seberapa pendek yang dibolehkan? Hal ini ana tanyakan karena, isteri ana kalau rambutnya diikat sering merasa pusing, selain kalau rambutnya panjang dia sering merasa kepanasan sehingga dia jadi sering sakit kepala (migrain). Sementara ini, ana bolehkan isteri potong rambutnya agak pendek dengan batasan paling tidak rambut masih menyentuh bagian akhir leher (sebelum pundak/bahu), dan modelnya tidak boleh menyerupai model laki-laki harus terlihat bahwa itu adalah model perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JazakaLLah atas penjelasan ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Mewarnai Rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu riwayat yang menerangkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak memperkenankan menyemir rambut dan merombaknya. Hal tersebut karena anggapan bahwa berhias dan mempercantik diri itu dapat menghilangkan arti beribadah dan beragama, seperti yang dikerjakan oleh para rahib dan ahli-ahli Zuhud yang berlebih-lebihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Rasulullah SAW melarang umatnya bertaqlid pada suatu kaum dan mengikuti jejak mereka, agar selamanya kepribadian umat Islam itu berbeda, lahir dan batin. Untuk itulah maka dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. mengatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن أَبي هريرة: أنَّ رسُولَ اللهِ ، قَالَ: إنَّ اليَهُودَ وَالنَّصَارى لاَ يَصْبغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ متفق عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra berkta bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak mau menyemir rambut, karena itu berbedalah kamu dengan mereka". (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah ini oleh para ulama bukan berarti kewajiban melainkan mengandung hukum kesunnahan. Maka sebagaian shahabat ada yang mengerjakannya sahabat, misalnya Abubakar dan Umar radhiyallahu anhum. Sedang shahabat yang lain tidak melakukannya, seperti Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Kaab dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi warna apakah semir yang dibolehkan itu? Dengan warna hitam dan yang lainkah atau harus menjauhi warna hitam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas, bagi orang yang sudah tua, ubannya sudah merata baik di kepalanya ataupun jenggotnya, tidak layak menyemir dengan warna hitam. Oleh karena itu tatkala Abubakar membawa ayahnya Abu Quhafah ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya. Untuk itu, maka bersabdalah Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن جابر قَالَ رَسُولُ اللهِ: غَيِّرُوا هَذَا وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ رواه مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang tidak seumur dengan Abu Quhafah (yakni belum begitu tua), tidaklah berdosa apabila menyemir rambutnya itu dengan warna hitam. Dalam hal ini az-ZuHR pernah berkata: `Kami menyemir rambut dengan warna hitam apabila wajah masih nampak muda, tetapi kalau wajah sudah mengerut dan gigi pun telah goyah, kami tinggalkan warna hitam tersebut.`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti: Saad bin Abu Waqqash, Uqbah bin Amir, Hasan, Husen, Jarir dan lain-lain radhiyallahu anhum ajma'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari kalangan para ulama ada yang berpendapat tidak boleh warna hitam kecuali dalam keadaan perang supaya dapat menakutkan musuh, kalau mereka melihat tentara-tentara Islam semuanya masih nampak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik bahan yang dipakai untuk menyemir uban ialah pohon inai dan katam. (Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inai berwarna merah, sedang katam sebuah pohon yang tumbuh di zaman Rasulullah SAW yang mengeluarkan zat berwarna hitam kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa Abubakar menyemir rambutnya dengan inai dan katam, sedang Umar hanya dengan inai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebaik-baik alat yang kamu pergunakan untuk mengubah warna ubanmu adalah hinna` dan katam (HR at-Tirmidzi dan Ashabus Sunnan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinna' adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkan katam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, untuk tujuan tertentu dibolehkan untuk mengecat rambut putih dengan warna hitam, meski para ulama berbeda pendapat dalam rinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ulama Hanabilah, Malikiyah dan Hanafiyah menyatakan bahwasanya mengecat dengan warna hitam dimakruhkan kecuali bagi orang yang akan pergi berperang karena ada ijma yang menyatakan kebolehannya.&lt;br /&gt;b. Abu Yusuf dari ulama Hanafiyah berpendapat bahwasanya mengecat rambut dengan warna hitam dibolehkan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: `&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebaik-baiknya warna untuk mengecat rambut adalah warna hitam ini, karena akan lebih menarik untuk isteri-isteri kalian dan lebih berwibawa di hadapan musuh-musuh kalian` (Tuhfatul Ahwadzi 5/436)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ulama Madzhab Syafi`i berpendapat bahwasanya mengecat rambut dengan warna hitam diharamkan kecuali bagi orang-orang yang akan berperang. Hal ini didasrkan kepada sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan ada pada akhir zaman orang-orang yang akan mengecat rambut mereka dengan warna hitam, mereka tidak akan mencium bau surga (HR Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Potong Rambut Pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah melarang seorang wanita untuk bergaya dengan gaya penampilan laki-laki, termasuk dalam bentuk potongan rambut. Sebab Rasulullah SAW telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ اَلْمُخَنَّثِينَ مِنْ اَلرِّجَالِ, وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ اَلنِّسَاءِ, وَقَالَ: أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْرَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra berkata,"Rasululullah SAW melaknat laki-laki yang bergaya wanita dan wanita yang bergaya lak-laki." Dan beliau berkata,"Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semua ulama sepakat tentang tidak bolehnya wanita memotong rambut seperti potongan rambut laki-laki. Sebagaimana mereka juga sepakat mengharamkan laki-laki memotong rambut dengan potongan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika sampai kepada bentuk real dari potongan itu, ada wilayah yang kurang disepakati, sehingga masing-masing berijtihad. Contohnya adalah 'ijtihad' anda yang membatasi harus sampai ke bagian akhir leher atau pundak. Mungkin nanti ada ulama lain yang berbeda dalam menetapkan batasan-batasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas batasan pastinya adalah diharamkan wanita untuk mencukur gundul rambutnya, meski di luarnya pakai jilbab. Juga diharamkan mencukur sebagian dan membiarkannya sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Haram Gundul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah melarang seorang wanita untuk mencukur gundul kepalanya, meski ketika keluar rumah memakai kerudung dan tidak ketahuan kebotakannya. Dan bila keluar rumah tanpa kerudung, tentu lebih haram lagi.&lt;br /&gt;Hadits itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن عليٍّ قَالَ: نَهَى رسُولُ اللهِ أنْ تَحْلِقَ المَرْأةُ رَأسَهَا. رواه النسائي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Rasulullah SAW melarang wanita untuk menggunduli (botak) kepalanya. (HR An-Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mencukur Sebagian dan Memanjangkan Sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk model potongan rambut yang diharamkan adalah mencukur habis sebagian kepala dan membiarkannya panjang pada sebagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن ابن عمر رضي الله عنهما ، قَالَ: نهَى رسُولُ اللهِ عن القَزَعِ. متفق عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW melarang potongan Qoza' (membotaki sebagian kepala dan membiarkannya sebagian) (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعنه ، قَالَ: رأَى رسُولُ اللهِ صَبِيّاً قَدْ حُلِقَ بَعْضُ شَعْرِ رَأسِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ ، فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ ، وقال: احْلِقُوهُ كُلَّهُ ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ رواه أَبُو داود بإسناد صحيح عَلَى شرط البخاري ومسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW melihat anak kecil digunduli sebagian kepalanya dan dibiarkan sebagiannya lagi. Maka beliau bersabda,"Gunduli seluruhnya atau tidak sama sekali (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-550379912254140407?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/550379912254140407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=550379912254140407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/550379912254140407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/550379912254140407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/05/mewarnai-rambut-dan-batasan-pendeknya.html' title='Mewarnai Rambut dan Batasan Pendeknya Rambut bagi Akhwat'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-8142332189175077135</id><published>2008-05-15T16:29:00.001+07:00</published><updated>2008-05-17T15:15:49.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesan berjilbab'/><title type='text'>Kesan-kesan berjilbab (27)</title><content type='html'>Salam semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong dijawab dua pertanyaan berikut dan sebarluaskan ya...&lt;br /&gt;1. Sudah berapa lama kamu berjilbab?&lt;br /&gt;2. Ada pengalaman menarik selama berjilbab, kapan dan sebutkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya bisa melalui Friendster atau di-post di bagian comment di bawah posting ini.&lt;br /&gt;Nanti jawabanmu akan di post di sini... Makasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ini jawaban-jawaban yg udah masuk&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; - bagian 27 :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Novi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Aku udah berjilbab dari April 1998 berarti hampir 7 tahun Alhamdullillah...&lt;br /&gt;2. Waktu ngelamar kerja juni 1998 di perusahaan inggris... udah berhadapan segala macem test... akhirnya final interview sama 'big boss' cuma satu pertanyaan... apa yang kamu pakai dan kenapa kamu memakainya? (maksudnya jilbab)... ya... udah panjang lebar keluar dah semua jawaban en alasan... en then Alhamdullillah aku diterima...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prima:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. aku pake kerudung udah dua thn lebih.&lt;br /&gt;2. pengalaman unik sesudah pake kerudung... bukannya dijauhin cowok, tapi malah makin dikejar-kejar cowok ha3...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;*adEk*:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. udah dari smp, tp dulu masi suka buka klo jln2, tp insyaAllah skrg uda gak buka2 lg....&lt;br /&gt;2. ada, uda lupa kpnnya, tp critanya wkt d' lagi jln2 ma sodara2, trus d' pake jilbab, nah yg biasanya kepanasan, pada saat itu sama skali gak kpanasan, disitulah d' baru menyadari, klo trnyata pake jilbab itu enakkkk bgt, bagi temen2 yg masi suka buka/blom pake jilbab, cobalah utk make jilbab dari skrg, krn kpn lagi kita mcobanya, besok2?? blom tentu kita ma idup kan......??? =)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;prisanti:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. sudah kurang lebih satu tahun... tdk pernah diitung sbnrnya... krn waktu bukan patokan orang istiqomah ama jilbabnya... hehehe...&lt;br /&gt;2. nyamaaaaaannn banget... aku kira prtamanya bakalan kepanasan, taunya malah dingin... hati juga jd ikutan cool... yg jelas jd lebih ngerasa terlindungi.. klo ada yg gangguin paling cuma salam2 dr jauh.. ngga berani ngedeketin... Lebih terpacu untuk berbuat baik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan menambahkannya.... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9654915-8142332189175077135?l=muslimahberjilbab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/feeds/8142332189175077135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9654915&amp;postID=8142332189175077135' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8142332189175077135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9654915/posts/default/8142332189175077135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahberjilbab.blogspot.com/2008/05/kesan-kesan-berjilbab-27.html' title='Kesan-kesan berjilbab (27)'/><author><name>Muslimah Berjilbab</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09986278713246296958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/63/82/14842836/821650494752l.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9654915.post-853744437240556861</id><published>2008-05-12T18:37:00.000+07:00</published><updated>2008-05-12T18:40:40.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Karir Muslimah</title><content type='html'>Oleh Siti Aisyah Nurmi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: eramuslim.com, 12 Mei 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummati….ummati…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintihan seorang yang mulia yang hatinya amat lembut. Dalam nubuwwah Beliau SAW telah melihat kenyataan ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita duduk murung di sudut ruang tamunya. Lampu dimatikan. Di kamar, sang suami terbaring gelisah. Tidak ada yang tertidur kecuali si kecil yang nafasnya masih tersengal karena sakit. Ayah dan ibu sedang bertengkar gara-gara saling menyalahkan, siapa yang seharusnya pulang dari kantor saat Annisa dikabarkan sakit. Rita sang ibu, manajer sebuah perusahaan asing yang bergengsi. Jabatan cukup tinggi dan prestasi karir cemerlang. Agus, sang ayah hanya bisa menyumbang sepertiga dari kebutuhan finansial rumahtangga, maklum, sebagai eselon tiga di departemen yang ’kering’, tak banyak yang bisa diharapkan. Agus belum bersedia melepas status PNS-nya dengan berbagai alasan. Namun ia juga sibuk di kantor, karena ia sering diandalkan oleh bossnya yang malas dan punya obyekan banyak. Buah hati mereka (Alhamdulillah) baru satu, Annisa, dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem keluarga masa kini: pertengkaran suami isteri karena konflik kepentingan antara karir dan rumahtangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita, wahai ibu! Apa sih arti ’karir’? Dari katanya sendiri bisa kita artikan secara bebas bahwa ia berarti sesuatu yang kita lakukan dengan motivasi tinggi sehingga menghasilkan suatu ’karya’. Begitu ’kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari penulis diminta mengisi data diri yang pada salah satu kolomnya terdapat: pekerjaan: pilihannya: a) Pegawai negeri b) swasta c) tidak bekerja. Penulis tanyakan kepada petugasnya: Di mana tempat untuk menuliskan karir saya sebagai ibu rumahtangga? Semua jawaban petugas itu tak dapat memuaskan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita yang mengurus rumahtangganya, siang malam ia bekerja. Fullday! Nyaris 24 jam! Apakah itu dikatakan TIDAK BEKERJA? Lebih menyakitkan lagi, ada yang menggolongkan pekerjaan ini sebagai ”TIDAK PRODUKTIF”?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hasil kerja seorang ibu rumahtangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali, namun sayangnya tidak pernah diekspos dan diangkat ke dalam diskusi besar-besaran. Tidak juga ada lembaga besar yang mau mengadakan penelitian seputar hal ini. Sebaliknya, ada ribuan seminar tentang wanita bekerja yang mempromosikan wanita untuk keluar rumah mengejar karir kantoran. Bahkan di negeri ini sedan
